<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554</id><updated>2011-08-22T18:14:53.066-07:00</updated><title type='text'>KURIKULUM KEHIDUPAN</title><subtitle type='html'>Merupakan koleksi artikel dari berbagai sumber sesuai minat  dan tulisan sendiri sebagai sarana belajar dan catatan kegiatan yang dilakukan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-7821132526003607937</id><published>2009-03-24T16:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T16:26:44.166-07:00</updated><title type='text'>POS UJIAN SEKOLAH th 2009</title><content type='html'>&lt;span style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-family: 'times new roman';" class="Apple-style-span"&gt;Berdasarkan ketentuan yang termaktub dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2009 tentang Ujian Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2008/2009 Pasal 16, BSNP menetapkan Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2008/2009. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, BSNP bersama Direktorat terkait di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama telah menyusun Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2008/2009.&lt;br /&gt;Silahkan download di :http://datadik.com/POSUS.pdf atau di http://pdkjateng.go.id/&lt;br /&gt;Atau hubungi Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kendal.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-7821132526003607937?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/7821132526003607937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=7821132526003607937&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7821132526003607937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7821132526003607937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2009/03/pos-ujian-sekolah-th-2009.html' title='POS UJIAN SEKOLAH th 2009'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-8905393376372439832</id><published>2008-12-02T05:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T06:22:46.533-08:00</updated><title type='text'>Meningkatkan Mutu Pendidikan Tanpa Tambah Biaya dan Sarana, Mungkinkah?</title><content type='html'>Barangkali ini pertanyaan yang sering didengar, dan rasanya masuk akal juga. Mana mungkin bisa meningkatkan mutu tanpa tambah biaya dan tanpa tambah sarana. Bukankah jerbasuki mawa bea (setiap keinginan memerlukan beaya) kata orang jawa. Saya pun sependapat dengan pepatah tersebut. Hanya bedanya saya punya tafsiran yang lain tentang beaya. Beaya tidak harus dalam wujud dana. Beaya adalah diartikan sebagai harga yang harus dibayar sebagai akibat timbulnya keinginan. Tetapi bayarnya tidak harus dalam bentuk uang.&lt;br /&gt;Saya mencoba membuat contoh sebagai berikut. Kalau suatu sekolah merencanakan peningkatan rata-rata Nilai Ujian Nasional katakanlah dengan mematok target kenaikan 0,2 dari rata-rata nilai pada tahun sebelumnya. Dengan asumsi anggaran tahun ini tidak ada peningkatan, dan tidak ada sarana tambahan apapun apakah ini bisa dicapai?&lt;br /&gt;Jika asumsi yang kita pakai bahwa setiap keinginan harus memerlukan beaya yang berupa dana maka keinginan diatas jelas tidak dapat diwujudkan. Tetapi jika persepsi beaya buka dalam bentuk uang dan sarana maka target peningakatan mutu yang diindikasikan dengan kenaikan rata-rata Nilai Ujian Nasional tersebut dapat diupayakan dicapai. Pertanyaan lanjutannya adalah bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Jawaban pertanyaan ini yang paling penting. Jadi kita harus mencari cara bagaimana bisa meningkatkan mutu tanpa harus bertambah beaya (dana) dan sarana. Demikian juga keinginan-keinginan yang lain misalnya bagaimana meningkatkan prestasi siswa dalam berbagai lomba atau prestasi sekolah tanpa tambah beaya dan sarana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang punya ide? Silahkan ditanggapi!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-8905393376372439832?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/8905393376372439832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=8905393376372439832&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8905393376372439832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8905393376372439832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/12/meningkatkan-mutu-pendidikan-tanpa.html' title='Meningkatkan Mutu Pendidikan Tanpa Tambah Biaya dan Sarana, Mungkinkah?'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-8951553875394208428</id><published>2008-12-01T14:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T14:23:11.328-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Gratis, Siapa Takut</title><content type='html'>Malam ini saya dapat pesan singkat dari pak Tadi salah satu kepala SMP yang sejak memegang jabatan pertamanya sudah mulai menerapkan sekolah gratis. Isi pesannya pemberitahuan kalau di TV One ada dialognya Mendiknas tentang BOS tahun 2009. maka langsung saya terpaksa menyalahi kesepakatan keluarga yang sudah menjadi konsensus bersama untuk tidak menyalakan TV selain hari libur. Biar dampaknya bagus untuk anak sebelum menyalakan TV harus seijin istri, anak dan keponakan dengan memberikan alasan tentang pentingnya acara ini.Ternyata benar di TV pak Mendiknas menyampaikan kebijakan BOS tahun 2009. Yang intinya bahwa pada tahun 2009 seiring dengan kenaikan anggaran pendidikan yang telah mencapai 20 % maka pendidikan dasar diberlakukan gratis khusus untuk sekolah negeri yang bukan RSBI atau SBI. Bahkan Mendiknas menghimbau kepada Bupati dan walikota untuk menyangsi sekolah yang masih menarik biaya operasional kepada orang tua murid. Ditegaskan oleh Mendiknas jika dengan diberlakukannya pendidikan gratis tersebut masih memungkinkan adanya sumbangan sukarela dari orang tua tetapi besaran, dan waktu penyerahannya tidak boleh ditentukan oleh sekolah.Bagaimana ya realisasinya di lapangan? Yang jelas jika pertanyaan ini diberikan pada pak Tadi kepala SMP 2 Plantungan, pak Arif kepala SMP3 Singorojo atau pak Asikin kepala SMP 4 Singorojo jawabnya barangkali sama : SIAPA TAKUT!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-8951553875394208428?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/8951553875394208428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=8951553875394208428&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8951553875394208428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8951553875394208428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/12/pendidikan-gratis-siapa-takut.html' title='Pendidikan Gratis, Siapa Takut'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2669736185478655093</id><published>2008-07-30T16:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T16:26:14.241-07:00</updated><title type='text'>Software Gratis  Moodle, Portal E-Learning</title><content type='html'>Kamis, 31 Juli 2008  00:51 WIB&lt;br /&gt;Amir Sodikin&lt;br /&gt;Seorang guru sebuah sekolah menengah di Jakarta mengeluhkan adanya biaya pembuatan portal website untuk kepentingan sekolahnya. Nilai proyek pembuatan website dan biaya sewa server untuk hosting (tempat meletakkan file di website) itu mencapai jutaan rupiah per bulan. Biaya itu sebenarnya bisa dipangkas jika mereka mengetahui banyak software gratis yang siap digunakan.&lt;br /&gt;Di dunia internet, banyak manusia super baik hati yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan sosial. Mereka bekerja siang malam selama bertahun-tahun untuk menghasilkan perangkat lunak gratis. Dalam konteks ini, manusia-manusia seperti itu jauh lebih baik hatinya dibanding institusi pemerintahan kita.&lt;br /&gt;Salah satunya adalah Martin Dougiamas, pendiri software e-learning (electronic learning, pembelajaran elektronik berbasis website) bernama Moodle yang beberapa hari lalu memenangi penghargaan The Best Education Enabler pada ajang ”2008 Google-O’Reilly Open Source Awards”. Dougiamas membuat Moodle hanya untuk hobi, walaupun di akhir kisah, dia juga menjadikan hobi itu sebagai tesis untuk mendapatkan gelar PhD dari Curtin University of Technology di Perth, Australia.&lt;br /&gt;Dedikasi, inovasi, dan kontribusi untuk open source dari software Moodle memang fenomenal. Moodle hingga kini masih memimpin sebagai software gratis untuk membangun website komunitas yang mendukung proses pembelajaran berbasis website.&lt;br /&gt;Moodle mencitpakan genre baru di bidang kategori software, yaitu Course Management System (CMS). CMS biasanya singkatan dari Content Management System, software sejenis tetapi lebih fokus pada isi berita.&lt;br /&gt;Prinsip pedagogi dipegang teguh Moodle karena membantu pendidik menciptakan komunitas pendidikan online. Software ini bisa digunakan guru atau institusi pendidikan. Juga potensial digunakan perseorangan untuk membangun kursus online.&lt;br /&gt;Hingga Januari 2008, jumlah website yang menggunakan Moodle tercatat 38.896 website (yang resmi terdaftar) dan digunakan 16.927.590 pengguna dengan jumlah materi 1.713.438 buah.&lt;br /&gt;Instalasi Moodle&lt;br /&gt;Huruf ”M” pada Moodle berarti Martin, nama pendirinya. Namun, Moodle secara resmi merupakan singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment, tempat belajar dinamis menggunakan model berorientasi obyek.&lt;br /&gt;Program ini bisa diunduh dari www.moodle.org. Dibutuhkan ruangan hosting (untuk menempatkan file di website) minimal 59,34 MB. Server harus mendukung Apache, PHP, dan database MySQL atau PostgreSQL.&lt;br /&gt;Instalasi termasuk mudah dan bisa dilakukan seorang pemula. Untuk hosting yang memiliki Fantastico, proses instalasi makin mudah karena bisa dilakukan instan lewat Fantastico.&lt;br /&gt;Dengan Moodle, guru memiliki kontrol penuh terhadap aktivitas belajar, mulai membuat materi, penugasan, menentukan siapa yang berhak mengikuti, survei, jurnal, kuis, chatting, workshop, forum diskusi, mengirim e-mail kepada murid, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Dari sisi tampilan, Moodle tampak biasa saja, tetapi sistem yang tertanam di dalamnya terbilang canggih. Bukan hal mengherankan jika Moodle memang yang terbaik di kelasnya.&lt;br /&gt;Moodle Indonesia&lt;br /&gt;Masih sedikit lembaga pendidikan Indonesia yang memanfaatkan Moodle. Kemungkinan terjadi karena banyak pembuatan website di dunia pendidikan lebih berbasis proyek dan dikerjakan oleh developer berbayar mahal.&lt;br /&gt;Daftar website yang menggunakan Moodle bisa dilihat di http://moodle.org/sites/index.php?country=ID. Tercatat ada 285 website, mulai dari website milik perusahaan, universitas, sekolah, lembaga pendidikan nonformal, hingga situs pribadi.&lt;br /&gt;Perusahaan yang memanfaatkan Moodle, misalnya, Garuda Indonesia e-Learning dengan alamat http://training.garuda-indonesia.com/mynts. Lion Air dengan alamat http://ltc.lionair.co.id. Cek juga e-learning milik PT WIKA di http://e-learning.wikarealty.co.id.&lt;br /&gt;Untuk kategori universitas ada FMIPA Universitas Gadjah Mada, http://kuantum.mipa.ugm.ac.id. Beberapa lembaga di bawah Institut Teknologi Bandung (ITB) juga menggunakan Moodle, misalnya http://kuliah.itb.ac.id.&lt;br /&gt;Dalam diskusi di www.moodle.org, beberapa di antaranya datang dari Indonesia, mengungkap kendala penggunaan e-learning. Apa yang diungkapkan Yudi Wibisono pada tahun 2005 tampaknya masih aktual hingga sekarang.&lt;br /&gt;”Saya merasa hal yang paling sulit adalah meyakinkan jurusan atau fakultas dan dosen lain mengenai masa depan e-learning ini. Harus sabar dan terus-menerus beriklan. Beberapa dosen juga mengalami kesulitan dan takut menggunakan Moodle. Pemberian dokumen petunjuk penggunaan bagi dosen mungkin bisa membantu,” katanya.&lt;br /&gt;Pengguna lain, Yuyun Somantri lewat forum Moodle, menyampaikan keputusasaannya, ”Sulit sekali meyakinkan atasan dan teman-teman. Dari 76 orang guru, dua guru TIK dan saya guru Matematika, jelas kalah suara. Sebanyak 73 guru plus satu Kepala Sekolah bilang, ’Untuk apa (e-learning)? Tidak akan efektif, yang ujungnya ke masalah biaya hosting, kelihatannya tidak mendatangkan keuntungan malah menambah beban,” katanya.&lt;br /&gt;Banyak institusi pendidikan yang tak memanfaatkan e-learning untuk memperkaya pengalaman belajar. Beberapa institusi sudah menggunakannya, tetapi lebih ke gengsi sekolah daripada mengejar efektivitas.&lt;br /&gt;Padahal, dalam pandangan Martin Dougiamas, pendiri software Moodle, Moodle akan merevitalisasi cara belajar top-down (dari atas ke bawah) menjadi proses pembelajaran yang partisipatif. Beberapa resum singkat tulisan dia bisa dilihat di situs pribadinya, www.dougiamas.com.&lt;br /&gt;Moodle memaksa sekolah untuk menerapkan sistem pendidikan yang menghargai pemikiran murid. Murid tidak lagi dianggap sebagai ”gelas kosong”, karena itu para murid boleh mengomentari materi atau modul, bahkan bisa mengirim tulisan sebagai bahan pembelajaran. Proses belajar bisa datang dari siapa pun terutama dari anggota komunitas, termasuk dari seorang murid. Siapkah? (sumber : Kompas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2669736185478655093?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2669736185478655093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2669736185478655093&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2669736185478655093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2669736185478655093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/07/software-gratis-moodle-portal-e.html' title='Software Gratis  Moodle, Portal E-Learning'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-5171757870004033628</id><published>2008-07-14T16:32:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T16:34:27.517-07:00</updated><title type='text'>KRITERIA SEKOLAH BERKWALITAS</title><content type='html'>Kondisi sosial dan politik Indonesia dalam 10 tahun terakhir pascareformasi digulirkan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Tingkat pengangguran terus meningkat hingga mencapai 42 juta jiwa. Gejolak sosial yang ditandai dengan berbagai kerusuhan masih terjadi. Begitu juga pertumbuhan ekonomi stagnan dan tak memiliki daya saing yang cukup di pasar bebas. Salah satu keberhasilan pembangunan yang mungkin pantas untuk dirayakan oleh rakyat Indonesia adalah berkembangnya kehidupan demokrasi secara terbuka bahkan cenderung melampaui batas-batas demokrasi itu sendiri. A Nation at Risk, mungkin inilah ungkapan kecemasan yang perlu dipikirkan bersama solusinya. Tanda-tanda kebangkrutan suatu negara sebenarnya dapat dengan mudah dideteksi dari kondisi sistem pendidikan nasional yang dijalankannya. Banyak sekali hasil studi yang menyebutkan bahwa jika kondisi ekonomi sebuah negara memburuk, itu pasti berkorelasi positif terhadap kondisi sekolah. Sebaliknya, jika stabilitas ekonomi mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, dapat dipastikan bahwa sistem pendidikan negara tersebut berfungsi dengan baik. Dengan demikian kualitas sekolah memiliki pengaruh yang jelas terhadap kemampuan daya beli masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Para ahli ekonomi telah memberi perhatian sangat serius kepada efek human capital terhadap berbagai hasil ekonomi. Investasi di bidang keterampilan yang diselenggarakan melalui pendidikan akan selalu relevan dengan pasar tenaga kerja jika sistem pendidikan suatu negara memiliki ketersambungan dengan pasar dan dunia industri. Artinya, investasi sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan tolok ukur sederhana untuk melihat sejauh mana relevansi sekolah dan dunia usaha bersinergi, sekaligus untuk mengukur sejauh mana sebuah sekolah itu memiliki ciri dan kriteria berkualitas. Seperti telah sering kita baca dalam beberapa artikel di rubrik pendidikan ini dalam dua bulan terakhir, kondisi pendidikan atau situasi persekolahan saat ini mengalami banyak sekali tekanan dari berbagai pihak, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, sekolah belum memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang menjadi kelemahan mendasar seperti efektivitas manajemen dan relasi sekolah-masyarakat. Sedangkan secara eksternal, meskipun telah memiliki Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam praktiknya masih terdapat kesalahan mendasar dalam menafsir masalah otonomi pendidikan, sistem pengujian hingga kebijakan pengembangan kurikulum yang selalu membuat pelaksana pendidikan bertambah bingung. Padahal menurut penelitian Elmore dan Fuhrman (2001), sebuah proses pendidikan akan baik dan berkualitas jika masalah yang berkaitan dengan tanggung jawab internal sekolah mendapatkan prioritas terlebih dahulu untuk diselesaikan. Lima kriteria sekolah berkualitas Dalam dunia industri pada abad ke-19, sistem pendidikan yang dirancang dalam satu ukuran untuk semua (one-size-fits-all) cukup membantu mengurangi pelecehan terhadap tenaga kerja anak dan membawa kesempatan bagi dunia luas. Pada tahun 1950-an, banyak orang mampu mendapatkan pekerjaan layak dengan kemampuan yang terbatas. Tapi keadaan berubah dengan dramatis. Pekerjaan menuntut latar belakang pendidikan yang tinggi. Dalam waktu yang bersamaan, sekolah dituntut untuk mengikuti perkembangan semacam itu dan juga perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan dalam struktur keluarga, perubahan tren dalam kebudayaan populer dan pertelevisian, konsumerisme, kemiskinan, kekerasan, pelecehan anak, kehamilan pada masa remaja, dan perubahan sosial yang terus-menerus. Di lain pihak, sekolah juga mengalami tekanan terus-menerus untuk menekan laju perubahan, untuk lebih konservatif, untuk tetap menjalankan kebiasaan-kebiasaan tradisional, dan tidak meninggalkannya. Belakangan ini, sejalan dengan makin besarnya tantangan yang harus dihadapi lembaga pendidikan, muncul sejumlah usaha untuk memperbarui konsep atau gagasan tentang apa yang disebut sebagai sekolah berkualitas. Salah satu konsep terkemuka dalam hal ini adalah lima prinsip pendidikan yang ditawarkan Peter Senge dalam The School That’s Learn (2003). Dirumuskan dalam rangka mengimbangi arus globalisasi yang meluas di bidang pendidikan, lima prinsip pendidikan ini menekankan pentingnya melihat sekolah dan atau proses pembelajaran sebagai suatu institusi pendidikan semacam perusahaan yang memerlukan kerja kelompok dan menuntut keahlian tertentu. Seperti kita ketahui bersama, ada beberapa keahlian yang dapat dimiliki seseorang dalam mengelola pendidikan seperti, bertindak dengan otonomi yang lebih luas, berani mengambil kesimpulan, memimpin juga dipimpin, mempertanyakan masalah yang sulit dengan sikap yang baik, dan menerima kekalahan sehingga mampu membangun kemampuan untuk keberhasilan di masa mendatang. Semua itu adalah sikap yang dibutuhkan dalam organisasi pembelajaran dan masyarakat. Kemampuan menyinergikan lima prinsip disiplin kolektif menurut Peter Senge ini dimaksudkan untuk meraih keahlian-keahlian yang akan dapat membantu setiap sekolah di Indonesia menghadapi tekanan dan dilema dalam mengelola pendidikannya. Secara ringkas kelima disiplin kolektif tersebut sebagai berikut. Pertama, penguasaan diri (personal mastery), merupakan praktik mengartikulasikan gambaran koheren dari pandangan para pribadi yang terlibat dalam setiap sekolah, hasil yang paling ingin kita dapatkan dalam hidup, di samping pengamatan nyata dari kehidupan sehari-hari. Ketika terakumulasi, ini bisa menghasilkan keinginan alami yang dapat meningkatkan kapasitas dalam membuat pilihan-pilihan yang lebih baik dan menerima hasil lebih dari yang dipilih secara berkelompok. Setiap pengelola sekolah harus berlaku jujur dalam mengemukakan kelemahan dan kelebihan situasi terkini sekolahnya dan mendukung setiap aspirasi yang tumbuh dan berkembang dari anak didik. Kedua, keberanian setiap pengelola sekolah untuk berbagi pandangan (shared vision), sebuah disiplin kolektif yang menekankan perhatian pada tujuan bersama. Sekelompok orang dengan tujuan yang sama dapat belajar untuk mempertahankan komitmen dalam suatu kelompok atau organisasi dengan mengembangkan pandangan yang sama tentang masa depan yang ingin dicapai, prinsip-prinsip serta guiding practices yang mereka ciptakan bersama. Disiplin kolektif ketiga yang menjadi perhatian Peter Senge adalah pembentukan mental (mental models), sebuah disiplin yang ingin menekankan sikap pengembangan kepekaan dan persepsi, baik dalam diri sendiri atau orang sekitarnya. Bekerja dengan membentuk mental ini dapat membantu kita untuk lebih jelas dan jujur dalam memandang kenyataan terkini. Karena pembentukan mental dalam pendidikan sering kali tidak dapat didiskusikan, dan tersembunyi, maka kritik yang harus diperhatikan oleh sekolah yang belajar adalah bagaimana kita mampu mengembangkan kapasitas untuk berbicara secara produktif dan aman tentang hal-hal yang berbahaya dan tidak nyaman. Selain itu, pengelola sekolah juga harus senantiasa aktif memikirkan asumsi-asumsi tentang apa yang terjadi dalam kelas, tingkat perkembangan siswa, dan lingkungan rumah siswa. Keempat, bentuklah kelompok belajar (team learning), sebuah disiplin dalam interaksi kelompok. Melalui teknik-teknik seperti dialog dan skillful discussion, sekelompok kecil orang dapat mentransformasikan pikiran kolektif mereka, belajar memobilisasi energi dan kegiatan mereka untuk mencapai tujuan bersama dan mengembangkan kepandaian dan kemampuan mereka lebih besar ketimbang jika bakat anggota kelompok digabungkan. Kelompok belajar dapat dikembangkan dalam kelas, antara guru dan orang tua murid, antaranggota komunitas, dan dalam kelompok utama yang mengejar perubahan sukses dalam sekolah. Adapun yang terakhir adalah disiplin kolektif tentang sistem berpikir (systems thinking). Dalam disiplin ini kita belajar memahami ketergantungan dan perubahan, sehingga kita dapat menghadapi dengan lebih aktif tekanan yang membentuk konsekuensi dari sebuah tindakan. Peralatan dan teknik yang digunakan dalam melatih sistem berpikir ini seperti diagram stock and flow, dan berbagai simulasi yang membantu siswa untuk memahami lebih dalam dari apa yang dipelajari. Dengan dasar kelima disiplin kolektif di atas, setiap sekolah berkesempatan melakukan sebuah 'uji-coba' terapan terhadap lima prinsip dasar di atas bagi sebuah pengembangan institusi pendidikan (sekolah) yang mengutamakan pengembangan dan penjaminan mutu (quality assurance). Oleh Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Jakarta (sumber : Media Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-5171757870004033628?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/5171757870004033628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=5171757870004033628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5171757870004033628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5171757870004033628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/07/kriteria-sekolah-berkwalitas.html' title='KRITERIA SEKOLAH BERKWALITAS'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-8110410791818851397</id><published>2008-06-07T22:15:00.000-07:00</published><updated>2008-06-07T22:37:55.141-07:00</updated><title type='text'>MENAKAR KOMITMEN MUTU SEKOLAH</title><content type='html'>Kalau anda kebetulan datang di suatu sekolah atau bertemu kepala sekolah untuk mencarikan sekolah anak maka anda perlu menyimak tulisan ini. Mengapa ini penting karena kalau anda salah memilihkan sekolah anak anda maka itu artinya tidak saja anda harus siap kecewa terhadap layanan sekolah tetapi berarti anda juga telah mempertaruhkan masa depan anak anda di jalan yang salah.&lt;br /&gt;Meskipun saat ini ada pengelompokan sekolah : ada sekolah standar, ada sekolah kategori mandiri, ada sekolah berstandar nasional&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-8110410791818851397?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/8110410791818851397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=8110410791818851397&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8110410791818851397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8110410791818851397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/06/menakar-komitmen-mutu-kepala-sekolah.html' title='MENAKAR KOMITMEN MUTU SEKOLAH'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-4359266971154786447</id><published>2008-05-30T06:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-07T18:08:40.210-07:00</updated><title type='text'>Pemberdayaan Sekolah Swasta Untuk Mensukseskan Wajib Belajar 12 Tahun</title><content type='html'>Wajib belajar 12 Tahun? Apa tidak terlalu ambisius? Lalu bagaimana pembiayannya? Butuh dana berapa? Ini adalah sederetan pertanyaan yang rasional dan wajar. Karena sebagus apapun sebuah program tentu harus tetap berpijak pada kenyataan : kemampuan finansial, ketersediaan sumber daya dan fisibilitas program itu.&lt;br /&gt;Kita ketahui bersama bahwa pada tahun ini secara statistik Kabupaten Kendal telah mencapai tuntas paripurna dengan APK mencapai 101, 55. Pengakuan pemerintahpun sudah kita peroleh dengan diterimanya penghargaan Widya Krama oleh Wakil Bupati Kendal pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di Surabaya pertengahan bulan ini. Meskipun harus kita sadari bahwa menurut data BKKBN di kabupaten Kendal masih terdapat 9010 anak usia 7-15 tahun yang belum atau tidak bersekolah. Langkah-langkah konkrit untuk ''menyekolahkan" 9010 anak usia 7 -15 telah dilakukan secara terintegrasi oleh Tim Koordinasi Wajar Dikdas dan Forum PUS Kab.Kendal sehingga pada hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran 2008/2009 tanggal 15 Juli nanti kita bisa berteriak horee karena benar-benar telah berhasil menjaring seluruh anak usia dikdas masuk ke sekolah.&lt;br /&gt;Kenyataan ini barangkali yang mendasari ide perlunya program WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN 12 TAHUN.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kendala&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentunya program ini bukan tanpa kendala. Dengan jumlah penduduk usia 16-18 tahun yang lebih dari 50.000 diperlukan lembaga pendidikan yang cukup banyak. Jika asumsi satu sekolah dapat menampung 1000 siswa maka diperlukan 50 sekolah. Meskipun saat ini di Kabupaten Kendal telah memiliki 24 SMK, 30 SMA dan 11 MA namun demikian dari 64 sekolah tersebut yang memiliki jumlah murid 1000 hanya 6 sekolah, selebihnya masih dibawah seribu siswa bahkan banyak yang muridnya kurang dari 300 siswa terutama di sekolah swasta.&lt;br /&gt;Kurangnya murid pada sekolah swasta disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : kurangnya fasilitas baik ruang kelas, laboratorium, perpustakaan maupun tempat praktik untuk SMK. Kekurangan fasilitas ini berdampak pada mutu lulusan yang kemudian secara berantai berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat.&lt;br /&gt;Jika sekolah swasta dicukupi fasilitasnya maka dapat dipastikan mutu lulusannya akan meningkat dan itu akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat. Saat ini asumsi bahwa bersekolah di sekolah negeri lebih murah dibandingkan dengan swasta sebenarnya telah dipatahkan oleh bukti-bukti nyata yang bisa terbaca oleh masyarakat. Sekolah negeri ternyata tidak lebih murah dibanding sekolah swasta. Sehingga saat ini keengganan masyarakat menyekolahkan ke swasta bukan karena alasan biaya tetapi karena masalah kwalitas dan sarana. Jika sekolah swasta memiliki sarana yang memadai maka kepercayaan masyarakat akan meningkat.&lt;br /&gt;Pemenuhan sarana pada sekolah swasta merupakan peluang yang baik untuk mensukseskan program wajib belajar 12 tahun. Yang menjadi permasalahan adalah siapa yang harus memenuhi fasilitas itu? Orang tua murid? atau Yayasan penyelengara pendidikan itu atau pemerintah daerah?&lt;br /&gt;Jika orientasi kita pada tujuan untuk mensukseskan program wajib belajar 12 tahun, maka sebenarnya inmtervensi pemerintah dan pemerintah daerah terhadap sekolah swasta untuk memenuhi sarana pendidikan menjadi pilihan yang murah. Dikatakan murah karena dibandingkan dengan mendirikan Unit sekolah Baru negeri biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah/pemerintah daerah menjadi lebih sedikit. Sebagai perbandingan jika pemerintah daerah akan mendirikan sebuah unit sekolah baru paling tidak harus menyiapkan lahan/ membeli tanah, membangun gedung dan sarana pendidikkan lainnya, menganngkat guru dan kepala sekolah, menyediakan dana operasional rutin. Maka dana yang diserap untuk sebuah unit sekolah baru hanya untuk membangun fisiknya saja diperlukan dana minimal 2 milliard. Belum lagi gaji guru dan biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap bulan.&lt;br /&gt;Jika alternatif yang dipilih adalah membantu sekolah swasta dengan memberikan subsidi baik itu dalam bentuk blockgrant maupun imbal swadaya untuk memenuhi kekurangan fasilitas maka dana yang dikeluarkan oleh pemerintah hanya sekali. Dengan demikian maka paling tidak pemerintah sudah akan dapat menghemat biaya untuk gaji guru dan operasional rutin.&lt;br /&gt;untuk mengendalikan mutu sekolah yang mendapatkan bantuan maka dibuat perjanjian tertentu yang mengikat sekolah untuk melaksanakan kewajibannya sebagai konsekwensi dari bantuan yang diberikan. Jika irtu berhasil dilaksanakan maka pemerintah bisa memberikan reward tertentu untuk lebih memajukan sekolah sementara bagi lembaga yang kurang konsekwen terhadap janji kenerjanya diberikan punishment yang mendidik dan memotivasi sekolah-sekolah swasta untuk memperbaiki kinerjanya.&lt;br /&gt;Dengan cara demikian maka wajib belajar 12 tahun dapat dilaksanakan dengan biaya yang relatif murah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-4359266971154786447?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/4359266971154786447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=4359266971154786447&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4359266971154786447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4359266971154786447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/pemberdayaan-sekolah-swasta-untuk.html' title='Pemberdayaan Sekolah Swasta Untuk Mensukseskan Wajib Belajar 12 Tahun'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-1984788843206571718</id><published>2008-05-28T06:57:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T06:59:33.381-07:00</updated><title type='text'>Otak Bekerja Baik Kalau Manusia Senang</title><content type='html'>Rabu, 28 Mei 2008  18:38 WIB&lt;br /&gt;YOGYAKARTA, RABU - Otak akan bekerja dengan baik ketika manusia merasa senang dan tidak tertekan. Proses itu dimulai pada usia dini, dan berlanjut ke masa anak-anak hingga remaja. Hanya saja, pada usia tersebut, suasana senang dengan bermain sangat kurang porsinya.&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Shifu Yonathan Purnomo, pakar kecerdasan otak yang juga pencipta dan pendiri Shuang Guan Qi Xia International (perguruan kecerdasan otak yang berpusat di Surabaya), Rabu (28/5), dalam Seminar Intrapreneurship di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.&lt;br /&gt;"Anak yang sejak di SD hingga SMA dianggap pandai, belum tentu nanti dia cerdas. Itu karena kondisi sekitar membuat otaknya tidak bekerja dengan baik dan maksimal. Ada tahap yang ingin dilompati, biasanya oleh orang tua mereka," ujar Shifu.&lt;br /&gt;Seorang anak, di masa sekarang, sudah dijejalkan materi pelajaran sejak TK. Bahkan di playgroup, pengenalan tentang huruf-huruf sudah diajarkan. Itu sebenarnya tidak perlu dan belum saatnya. Yang terbaik, anak dibiarkan saja bermain dan bergerak.&lt;br /&gt;"Biarkan saja anak lari-lari. Kalau nggak mau belajar karena lagi malas, ya biarkan saja. Kenalkan dengan olah raga dan hal yang membuat dia banyak bergerak, bukan hanya duduk sambil bermain atau lari-lari bermain di dalam ruang kelas. Dengan banyak bergerak, zat milin sebagai nutrisi otak akan dibuat tubuh," katanya.&lt;br /&gt;Sumber : Kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-1984788843206571718?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/1984788843206571718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=1984788843206571718&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1984788843206571718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1984788843206571718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/otak-bekerja-baik-kalau-manusia-senang.html' title='Otak Bekerja Baik Kalau Manusia Senang'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-7668229479297648528</id><published>2008-05-28T06:55:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T06:57:21.624-07:00</updated><title type='text'>Fakta Soal Otak Anak Anda</title><content type='html'>Senin, 21 April 2008  19:13 WIB&lt;br /&gt;OTAK merupakan organ vital yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Otak yang juga merupakan pusat kecerdasan atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa saat setelah terjadinya konsepsi (proses peleburan inti sel telur dan inti sel sperma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sejak anak lahir hingga mulai bisa mengenal beragam hal di lingkungannya, otak anak harus segera dirangsang. Caranya, kenalkan anak pada banyak hal di lingkungan sekitar kita entah itu binatang, tumbuhan, beragam benda lain serta bilangan dan bahasa yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut fakta atas otak anak yang perlu kita ketahui :1. Para ilmuwan menyatakan bahwa 50 % kemampuan otak anak-anak terbentuk dalam 6 tahun pertamanya.&lt;br /&gt;2. Lingkungan memberi efek dramatis pada perkembangan otak balita.&lt;br /&gt;3. Aktivitas dalam otak menciptakan arus kecil listrik yang disebut sinapsis dan jumlah rangsangan yang diterima bayi Anda mendapatkan efek langsung bagaimana sinapsis itu terbentuk.&lt;br /&gt;4. Rangsangan berulang-ulang menguatkan jalinan tersebut dan menjadikannya permanen, sedangkan arus listrik baru yang terpakai akhirnya akan mati.&lt;br /&gt;5. Bayi memiliki kebutuhan biologik dan semangat untuk belajar.&lt;br /&gt;6. Jaringan dasar pada sinapsis otak hampir lengkap setelah perkembangan otak yang begitu cepat dalam 3 tahun pertama bayi.&lt;br /&gt;7. Makin banyak rangsangan yang dapat diberikan kepada bayi menandakan lebih banyak sirkuit yang dibentuk untuk meningkatkan kemampuan belajarnya di masa depan.&lt;br /&gt;8. Rangsangan visual bisa meningkatkan perkembangan otak termasuk meningkatkan keingintahuan, perhatian dan konsentrasi.&lt;br /&gt;9. Mainan terbaik bayi adalah Anda! Berinteraksilah bersama bayi sesering mungkin.&lt;br /&gt;10. Jika Anda memuji bayi Anda dan selau memberinya semangat, bayi Anda akan terpacu untuk belajar dan cenderung lebih cepat memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika kedua sisi otak kanan maupun kiri dirangsang dengan tepat, anak-anak pun bisa mengembangkan kemampuan jeniusnya dengan normal tanpa kesulitan.&lt;br /&gt;Sumber : Kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-7668229479297648528?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/7668229479297648528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=7668229479297648528&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7668229479297648528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7668229479297648528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/fakta-soal-otak-anak-anda.html' title='Fakta Soal Otak Anak Anda'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2481591811950978952</id><published>2008-05-19T19:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T19:47:26.946-07:00</updated><title type='text'>Bisakah Kita Mengulang Kebangkitan Nasional?</title><content type='html'>Pertanyaannya lucu, dan sederhana. Tapi jika dipikir lebih dalam untuk menjawab pertanyaan itu bukan soal yang mudah. Bayangkan, jika harus dijawab dengan jawaban positif :bisa, maka konsekwensinya sangat besar. Bukan pesimis tetapi melihat realita yang ada masih bisakah kita mengulang kebangkitan nasional 1908 itu?&lt;br /&gt;Ketika dr. Wahidin dkk menggagas berdirinya budi utomo sebagai sebagai sebuah organisasi pergerakan motivasinya bukan karena menginginkan popularitas, apalagi keuntungan pribadi. Semuanya dilakukan atas dasar keichlasan perjuangan untuk membawa perubahan bagi bangsanya. Sehingga dengan semua keterbatasan yang ada pada waktu itu rintangan dan tantangan bukan menjadi penghalang tetapi malah menjadi penambah energi dinamika perjuangan.&lt;br /&gt;Dalam konteks saat ini, berbagai permasalahan yang ada justru timbul bukan karena fakto luar. Permasalahan yang timbul seperti kemiskinan, kebodohan, banyaknya pengangguran, kwalitas sumber daya manusia yang rendah bukan karena kita terjajah oleh bangsa lain. Semua persoalan yang ada berpangkal pada keserakahan segelintir manusia indonesia yang justru memiliki peran yang strategis dalam pengambilan keputusan untuk bangsa ini.&lt;br /&gt;Keputusan-keputusan yang dibuat bukan diniatkan sebagai upaya mengatasi persoalan tetapi dibuat atas untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya, popularitas, kekuasaan,  dengan mengatasnamakan kepentingan bangsa.&lt;br /&gt;Hal yang hakiki dari sebuah perjuangan yaitu keihlasan berbuat jauh panggang dari api. Selama hal ini belum bisa kita hilangkan maka mustahil kita bisa mengulang kebangkitan nasional yang berdampak pada peningkatan kemajuan dan kemakmuran bangsa ini.&lt;br /&gt;Menyitir AA Gym kita dapat memulai perubahan mulai dari diri sendiri, dari hal yang paling mungkin kita lakukan, dan mulai saat ini. Mari kita ulang kebangkitan nasional mulai dari diri sendiri, dari yang bisa kita lakukan dan saat ini pula. Insya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2481591811950978952?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2481591811950978952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2481591811950978952&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2481591811950978952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2481591811950978952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/bisakah-kita-mengulang-kebangkitan.html' title='Bisakah Kita Mengulang Kebangkitan Nasional?'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-8535030653185382785</id><published>2008-05-19T19:08:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T19:11:02.043-07:00</updated><title type='text'>Kebangkitan Nasional Ditelan Krisis Global?</title><content type='html'>Christianto Wibisono&lt;br /&gt;ada 20 Maret saya menulis surat kepada Presiden Yudhoyono melaporkan tentang rencana Global Nexus Institute mengundang Kishore Mahbubani untuk berbicara tentang tesis dalam buku The New Asian Hemisphere. Pada 2 April Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa mengatakan bahwa Presiden di tengah kesibukannya telah membaca dan mengetahui tesis Mahbubani, dan malah menyatakan niat meningkatkan acara itu menjadi Presidential Lecture. The New Asian Hemisphere memakai sub judul The Irresistible Shift of Global Power to the East. Asia akan mengembalikan proporsi total produk domestik bruto (PDB)-nya mengalahkan Barat (Eropa dan AS) seperti sebelum imperialisme dan revolusi industri. Sebagian tesis Mahbubani sudah saya tulis dalam kolom 11 Februari berjudul Reposisi Indonesia pada Restorasi Asia II.&lt;br /&gt;Presiden sepakat bahwa tesis Mahbubani merupakan rangsangan bagi pakar Indonesia untuk berkiprah mengajukan inquiry empiris, sebab Indonesia dan ASEAN seolah tidak berperan signifikan dalam Kebangkitan Asia II versi Mahbubani. Setahun yang lalu kolom ini mengawali wacana tentang posisi Indonesia di masa depan mengacu pada proyeksi The Economist bahwa Indonesia akan masuk 10 besar ekonomi dunia. Yayasan Indonesia Forum pada 23 Maret 2007 meluncurkan Visi Indonesia 2030 bahwa RI akan masuk dalam 5 besar ekonomi dunia mengacu kepada proyeksi Goldman Sachs dalam studi BRIC (Brasil, Rusia, India, China). Presidential Lecture oleh Kishore Mahbubani merupakan peluang bagi pakar Indonesia untuk menjadi "produsen" dan bukan sekedar "konsumen" berbagai teori hasil para teoritisi global.&lt;br /&gt;Krisis BBM adalah bagian dari krisis global yang merupakan force majeur. Jadi, kalau kita tenggelam dalam lumpur diskusi BBM yang dipolitisir secara vulgar, akan membuat kita lumpuh dalam mengikuti perkembangan strategi geopolik yang akan mempengaruhi nasib bangsa ini seabad ke depan. Karena itu, peringatan Seabad Kebangkitan Nasional seperti ditulis Sabam Siagian Sabtu 3 Mei lalu, tidak bisa hanya sekadar nostalgia. Tetapi harus diisi dengan tekad dan wacana segar tentang ke mana bangsa ini mau menuju seabad ke depan. Acara yang diprakarsai Global Nexus Institute ini merupakan upaya menyiapkan elite Indonesia berpikir strategis, dan tidak tenggelam dalam rutinitas, serta kepanikan force majeur tanpa visi.&lt;br /&gt;Debat&lt;br /&gt;Pada hari Kamis, 15 Mei saya memberi ceramah di depan Divisi Analisis Strategis Badan Intelijen Nasional (BIN) bertema Anatomi Krisis Global membahas krisis global yang merupakan fusi dari krisis 3F (food, fuel and financial crises). Krisis pangan diawali dengan kegagalan panen gandum di Australia, dan kenaikan harga komoditas pangan yang dialihkan menjadi biofuel seperti jagung dan tebu. Kenaikan harga minyak sampai dua kali lipat dibanding pagu US$ 50 yang telah berlangsung beberapa tahun, mendorong pengalihan energi berbasis fosil menjadi bioenergi.&lt;br /&gt;Tetapi Renewable Fuel Association (RFA), gabungan industri etanol AS, menolak kecaman itu dengan menyatakan bahwa seandainya tidak ada etanol, maka kenaikan harga minyak sudah akan mencapai tingkat yang lebih tinggi dari yang sekarang. Dalam jumpa pers di National Press Club Washington DC 1 Mei, mantan Menteri Pertanian AS John Block menyatakan bahwa jika tidak ada industri etanol sebagai produk alternatif, maka harga bensin di AS akan mencapai US$ 4.14 per galon. Ketua Corn Growers Association Rick Tolman menyatakan, bahwa keuntungan perusahaan migas mencapai US$ 128 miliar, karena harga minyak melonjak dari US$ 10 tahun 1999 menjadi US$ 120 hanya dalam 9 tahun. Dengan adanya alternatif etanol, maka konsumen AS menghemat US$ 69 miliar per tahun. Center for Agricultural and Rural Development Iowa State University menghitung penurunan harga bensin antara $ 0,29 sampai $ 0,40 karena ada etanol sebagai pesaing.&lt;br /&gt;Di Indonesia debat tentang kenaikan BBM menjadi debat yang tidak rasional, karena lekat dengan kepentingan subjektif, hanya untuk menjatuhkan pesaing politik. Padahal, siapa pun yang menjadi presiden pasti harus menaikkan harga BBM kalau tidak ingin mengalami kondisi ekonomi yang lebih rawan. Dalam surat usulan DPD kepada Presiden ada 9 butir saran untuk menghindari kenaikan BBM. Pertama adalah penjadwalan utang dalam dan luar negeri. Ini suatu yang akan menurunkan rating Indonesia di mata internasional. Unsur default ini malah akan memacu kemerosotan nilai rupiah karena arus modal masuk akan terputus dan pelarian modal akan semakin menggejala.&lt;br /&gt;Argumentasi Kwik Kian Gie tentang opportunity lost tidak pernah menjadi wacana mainstream, tetapi hanya dianggap sempalan teoretis yang tidak realistis. Kwik sempat didemo pada 14 Mei sehari setelah terlibat dialog panas dengan Wapres Jusuf Kalla dalam panel bersama Amien Rais, Habibie, dan Hendropriyono. Massa pembela Laksamana Sukardi mendemo rumah Kwik di Kebayoran karena Kwik mengecam keras privatisasi di zaman Laksamana menjabat Menteri Negara BUMN. Dua mantan menteri ini meski berasal dari PDIP (sebelum keduanya keluar), merupakan "lawan bebuyutan" secara ideologis. Kwik penganut garis intervensionis Keynesian Rotterdam, sementara Laksamana pewaris tulen pelaku bursa Wall Street (mantan bankir Lippo Group).&lt;br /&gt;Bermental Orba&lt;br /&gt;Peluncuran buku Amien Rais dihadiri oleh tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim yang diperkenalkan sebagai konsultan School of Advance International Studies John Hopkins University atas jasa Paul Wolfowitz. Anwar Ibrahim agak mengerem buku Amien Rais dengan menyatakan bahwa nasionalisasi tidak akan menyelesaikan persoalan. Sekarang ini orang berteriak tentang fundamentalisme pasar untuk menyalahkan krisis global dan ingin kembali ke etatisme atau otoriterisme negara sebagai pengendali dan pengarah pasar. Yang lebih tepat ialah kembali ke jalan tengah, dimana otorita publik mengintervensi bila pasar menjadi liar dan suicidal.&lt;br /&gt;Dunia saat ini mengalami dislokasi dan instabilitas pasca-hegemoni Barat, karena Asia telah matang untuk bangkit seperti tesis Mahbubani yang juga diperkuat oleh Amy Chua, Parag Khanna, dan Fareed Zakaria. Pada setiap perubahan bobot kekuatan imperium regional atau global akan terjadi semacam gempa politik yang merubah struktur dan komponen geopolitik. Ini akan memakan waktu, sehingga tercapai keseimbangan baru yang mencerminkan perubahan proporsional dari kekuatan nation states yang mengalami pasang surut. Peringatan Seabad Kebangkitan Nasional nyaris tenggelam oleh hiruk pikuk pro dan kontra kenaikan BBM yang seolah menjadi zero sum game bagi elite politik dan bangsa Indonesia. Jika elite Indonesia masih bermental Orba Soehartois yang ingin menjadi predator terhadap sesamanya tanpa mempedulikan peringkat harkat martabat bangsa ini di dunia internasional, maka buat apa mempunyai visi mau jadi 5 Besar Dunia? Jika elite hanya saling menjatuhkan secara partisan dengan tega dan kejam mengadu domba rakyat, bahkan mengulang insiden berdarah kekerasan model Mei, maka bangsa yang tega menjadi predator untuk rakyatnya sendiri, tidak akan pernah menjadi bangsa besar. Sia-sialah kepeloporan Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi menegakkan kemerdekaan. Sebab, setelah merdeka justru terus saling bantai kudeta suksesi dengan pola kekerasan model 1966 dan 1998. Seabad Kebangkitan Nasional harus menjadi tonggak untuk menciptakan suksesi demokratis tertib sabar menanti pemilu dan pilpres. Kalau setiap kali mengganti presiden mesti dengan Malari atau Mei 1998, maka pastilah Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa besar dan bermartabat.&lt;br /&gt;Penulis adalah pengamat masalah nasional dan internasional&lt;br /&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/19/Editor/edit02.htm"&gt;http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/19/Editor/edit02.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-8535030653185382785?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/8535030653185382785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=8535030653185382785&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8535030653185382785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8535030653185382785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/kebangkitan-nasional-ditelan-krisis.html' title='Kebangkitan Nasional Ditelan Krisis Global?'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-5831205742741380713</id><published>2008-05-18T02:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T02:11:25.262-07:00</updated><title type='text'>Menyiasati Anak Sulit Makan</title><content type='html'>&lt;h5&gt;&lt;span class="style3"&gt; Kategori Anak&lt;br /&gt;    Oleh : Martina Rini S. Tasmin, SPsi&lt;br /&gt;    Jakarta, 3/8/2002   &lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;   &lt;span class="style4"&gt;  &lt;!-- Pre-filled textarea content --&gt; &lt;div style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Ibu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;: "A lagi ya, satu lagi aaanya, yah satu lagi yah" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;: "Nggak mau, udah kenyang"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Ibu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;: "Satu lagi deh, abis itu udahan deh makannya. Tinggal sedikit nih, tuh lihat di piringnya, tinggal sedikit kan. Satu lagi yaaaaa"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Nggak mau ah, udah kenyaaaaang"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Bagi sebagian ibu, dialog di atas mungkin terdengar sangat &lt;i&gt;familiar&lt;/i&gt; di telinga ketika jam makan anak-anak telah tiba. Memberi makan kepada anak-anak balita terkadang memang menyulitkan. Anak tidak selalu menyukai apa yang diberikan kepada mereka. Mereka cenderung lebih menyukai makanan ringan berupa makanan yang manis (seperti permen, biskuit),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makanan &lt;i style=""&gt;junk food&lt;/i&gt; (biasanya dalam bentuk makan siap saji seperti &lt;i&gt;hamburger, fried chicken, french fries&lt;/i&gt;), dan makanan yang &lt;i style=""&gt;tasty&lt;/i&gt; (misalnya &lt;i&gt;chiky, cheetos&lt;/i&gt;) dibandingkan makanan utama yang berupa nasi dan lauk pauknya.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menghadapi situasi diatas orangtua biasanya menggunakan berbagai cara untuk membuat agar anaknya mau makan, bahkan seringkali sampai merasa perlu untuk memaksa anak, apalagi orangtua dari anak-anak yang bertubuh mungil. Orangtua mungkin beranggapan bahwa tubuh mungilnya itu terbentuk karena anaknya kurang makan dan gizi. Nah, gimana caranya menyiasati agar anak mau makan makanan yang disediakan oleh orangtua?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Komponen Utama Sumber Energi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Untuk perkembangan tubuh dan energi anak membutuhkan sejumlah kalori. Kebutuhan kalori ini dipenuhi dari nutrisi, yaitu protein, karbohidrat dan lemak. Protein berguna untuk membentuk struktur sel-sel tubuh. Protein banyak terkandung dalam makanan yang terbuat dari tumbuhan maupun hewan, contohnya ikan, susu, keju, kacang dan tepung. Karbohidrat berguna sebagai energi yang diperlukan untuk beraktivitas dan proses-proses penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terjadi di dalam tubuh. Karbohidrat terkandung dalam gandum, kacang-kacangan, kentang, beras, buah-buahan, gula dan madu. Lemak juga berguna sebagai sumber energi. Lemak banyak terkandung dalam susu, kacang-kacangan, mentega dan minyak.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Selain membutuhkan nutrisi, tubuh juga membutuhkan vitamin, mineral dan serat. Vitamin, mineral dan serat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Semua makanan pada umumnya mengandung setidaknya satu unsur nutrisi yang dibutuhkan dan dapat juga mengandung vitamin, mineral dan serat. Unsur-unsur inilah yang seringkali disebut dengan  istilah Gizi (nutrisi, vitamin, mineral dan serat). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Bagaimana dengan makanan siap saji atau &lt;i&gt;junk food? &lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;Junk food&lt;/i&gt; yang disukai anak-anak sebenarnya bukanlah makanan yang tidak ada faedahnya sama sekali. Contohnya hamburger,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mengandung protein dan lemak, sumber zat besi dan vitamin B yang baik buat anak. Namun perlu diingat bahwa lemak dan protein yang terkandung dalam hamburger melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu jika anak menyukai &lt;i style=""&gt;junk food&lt;/i&gt;, tidak ada salahnya sekali-kali diberikan, namun sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Jika hal itu sampai terjadi maka akan berpengaruh kurang baik bagi kesehatan karena asupan gizi yang diperoleh tidak seimbang, dan juga memicu terjadinya obesitas/kegemukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa Anak Menolak Makan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Papalia (1995), salah seorang ahli perkembangan manusia, mengungkapkan bahwa pada usia 0-3 tahun perkembangan fisik dan otak anak berlangsung paling pesat/&lt;i&gt;growth spurt&lt;/i&gt;, karena itu tubuh membutuhkan gizi yang banyak, sehingga biasanya anak memiliki nafsu makan yang baik. Setelah usia 3 tahun, perkembangan tubuh tidak lagi sepesat sebelumnya, kebutuhan tubuh akan makanan menurun dan biasanya diikuti nafsu makan anak yang juga menurun. Oleh karena itu dibutuhkan kreativitas dari orangtua agar anak jangan sampai kekurangan gizi akibat tidak mau makan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Illingworth (1991), seorang ahli kesehatan anak, mengutarakan beberapa hal-hal yang menurut pengamatannya dapat menjadi penyebab anak tidak mau makan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Memakan kudapan diantara jam makan, akibatnya tubuh masih berkecukupan dengan nutrisi yang berasal dari kudapan tersebut, sehingga anak tidak merasa lapar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Perkembangan ego sang anak; anak menolak makan sebagai manifestasi dari perkembangan sikap mandiri. Anak merasa sebagai individu yang terpisah dari orangtua, sehingga menolak bentuk dominasi orangtua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Anak ingin mencoba kemampuan yang baru dimilikinya yaitu mencoba makan sendiri tetapi orangtua melarangnya melakukan hal tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menu tidak bervariasi sehingga anak merasa bosan dengan makanan yang terhidang atau bentuk makanan tidak menarik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Anak sedang merasa tidak bahagia, sedih, depressi atau merasa tidak aman/nyaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Anak sedang sakit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sementara itu, bentuk penolakan yang dilakukan anak dapat berupa: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Memuntahkan makanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Makan berlama-lama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan memainkan makanan. Pada tahapan usia 9 bulan-2,5 tahun memang masih merupakan suatu  hal yang wajar jika anak makan berlama-lama karena ia belum mengenal konsep waktu. Namun jika anak telah berumur lebih dari usia tersebut, tetapi masih makan berlama-lama dan memainkan makanannya maka hal tersebut tidak lagi dapat disebut wajar/normal tetapi merupakan suatu cara anak untuk menarik perhatian dan menentang dominasi orangtua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Sama sekali tidak mau makan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menumpahkan makanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menepis suapan dari orangtua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tindakan Keliru yang Seringkali Dilakukan Orangtua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Beberapa tindakan yang sebenarnya keliru yang seringkali dilakukan orangtua dalam menghadapi situasi diatas misalnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Membujuk. Misalnya dengan kata-kata: "makan sayur bayamnya ya, biar kuat seperti popeye", "kalau makannya habis nanti mama bilang sama papa kalau anak mama dan papa pintar loh", dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Mengalihkan perhatian, misalnya: anak disuapi makan sambil menonton film atau sambil bermain-main.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Memberi janji, misalnya: "kalau makannya habis, nanti mama belikan ice cream".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Mengancam, misalnya: "kalau makannya tidak habis, nanti kalau ke dokter disuntik loh".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Memaksa, misalnya anak dipaksa membuka mulut lalu dijejali makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menghukum, misalnya anak yang tidak mau makan langsung dipukul atau diperintahkan masuk kamar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Membolehkan anak untuk memilih menu makanan yang diingininya. Dalam hal ini orangtua biasanya akan langsung mengganti menu jika anak mengatakan bahwa ia tidak menyukai menu yang dihidangkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan Orangtua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Dengan mengetahui bahwa nafsu makan anak digerakkan oleh jumlah makanan yang dibutuhkan tubuh, orangtua seharusnya menjaga nafsu makan anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan kebutuhan tubuhnya. Para ahli psikologi anak sama sekali tidak menyarankan anak dipaksa untuk makan apapun penyebabnya, karena semakin dipaksa anak akan semakin memberontak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Lalu apa tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua untuk membuat anak mau makan dan tidak kekurangan sumber energi yang dibutuhkan tubuhnya? Berikut ini beberapa saran yang dapat anda lakukan jika menghadapi anak yang sulit makan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Kurangi kudapan atau tidak memberikan kudapan sama sekali di antara jam makan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Termasuk di sini adalah pemberian susu kepada anak. Bagi anak yang memiliki nafsu makan sangat baik, pemberian kudapan maupun susu diantara jam makan masih diperbolehkan, tetapi harus dilakukan dengan jadwal tetap dan dosistepat sehingga tidak terjadi obesitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Menghidangkan menu yang bervariasi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Sama seperti orang dewasa, jika hampir setiap hari diberikan menu yang sama, maka anak akan bosan (meskipun menu yang diberikan merupakan menu favorit anak tersebut). Oleh karena itu, orangtua harus jeli dan pintar untuk memberikan menu yang bervariasi kepada anak. Misalnya: jika anak sudah sering diberi ikan cobalah mengganti ikan dengan ayam atau daging atau dapat pula diganti cara memasaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Mempercantik tampilan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Contohnya, dalam sebuah iklan di TV, ada orangtua yang menghidangkan nasi goreng dengan diberi gambar wajah, mata yang terbuat dari tomat, bibir dari sosis, dan hidung dari ketimun. Penampilan nasi goreng yang seperti ini akan lebih menarik perhatian bagi anak daripada nasi goreng yang terhidang begitu saja di piring tanpa hiasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Saat anak sedang merasa sedih, cobalah untuk terlebih dahulu membuat perasaan anak lebih baik dengan menunjukkan kasih sayang dan mencoba mengerti penyebab mengapa anak merasa sedih.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Contoh: anak sedih karena kematian anjing yang disayanginya, maka bisa dihibur dengan mengatakan bahwa "anjingnya sekarang sudah sembuh, tidak akan pernah sakit lagi di tempat yang baru".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Biarkan anak makan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Jangan takut dengan kekotoran yang disebabkan anak makan sendiri, karena yang penting di sini adalah anak merasa mampu, dipercaya oleh orangtua, semakin mandiri dan kemampuan motoriknya juga akan terlatih dan berkembang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Jangan memburu-buru anak agar makan dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Anak yang makannya berlama-lama, tidak perlu diburu-buru. Jika semua sudah selesai makan, meja sudah dibersihkan dan anak masih bermain dengan makanannya, maka sebaiknya makanannya disingkirkan. Anak mungkin akan merasa marah, jika hal ini terjadi orangtua tidak perlu berdebat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ataupun memarahi anak, berikan perpanjangan waktu yang cukup, jika perpanjangan waktu sudah selesai maka makanan benar-benar ditarik dan tidak diberikan perpanjangan waktu lagi. Dengan demikian anak akan mengerti ada waktu untuk makan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tidak perlu setiap kali mengikuti keinginan anak dengan mengganti menu sesuai keinginanya, karena mungkin saja ketidaksukaannya disebabkan keinginan menentang dominasi orangtua.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Sebaiknya tanamkan kesadaran pada anak bahwa makan adalah tugasnya, dengan tidak memuji jika makanan dihabiskan, dan juga tidak memarahi, mengancam, membujuk, menghukum, atau memberi label anak sebagai anak nakal jika makanannya tidak dihabiskan/tidak mau makan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Jika anak tidak mau makan dan si anak berada dalam keadaan sehat, tidak apa-apa, singkirkan saja makanan dari meja makan, dan anak tidak perlu diberikan kudapan apapun di antara waktu makan utamanya. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dengan demikian, ketika tiba waktu makan selanjutnya anak akan merasa lapar (bukan kelaparan) dan ia pasti akan makan apapun yang dihidangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Tidak perlu memberikan porsi yang banyak kepada anak, sehingga sulit dihabiskan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; Lebih baik memberikan porsi yang sedang, jika anak merasa kurang, ia boleh minta tambah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Berikan makanan secara bertahap sesuai jenis dan kandungan gizi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; satu persatu,  mulai dari yang mengandung banyak zat besi dan protein (misalnya daging), sampai terakhir jenis yang kurang penting (misalnya puding sebagai penutup mulut). Jika anak merasa sudah kenyang sebelum sampai pada makanan tahap berikutnya, orangtua tidak perlu lagi memaksa anak untuk makan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;Reaksi orangtua akan menentukan arah dan proses pembelajaran anak terhadap berbagai hal sampai mereka menemukan kesadaran dan tanggungjawab secara internal. Jika reaksi orangtua menguatkan perilaku sulit makan, maka yang terjadi kemudian adalah anak menjadi sulit makan. sebaliknya jika reaksi orangtua menguatkan perilaku mudah makan, maka anak mudah makan. Satu hal yang sebaiknya diingat orangtua adalah tidak mudah untuk selalu merespon perilaku anak secara tepat. Tulisan ini mungkin dapat menjadi suatu informasi yang berguna bagi anda para orangtua yang peduli terhadap kesejahteraan anaknya. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;Sumber : http://www.e-psikologi.com/epsi/anak.asp&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!-- Pre-filled textarea content --&gt;  &lt;div style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-5831205742741380713?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/5831205742741380713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=5831205742741380713&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5831205742741380713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5831205742741380713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/menyiasati-anak-sulit-makan.html' title='Menyiasati Anak Sulit Makan'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-9073259187886744927</id><published>2008-05-15T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T23:13:09.373-07:00</updated><title type='text'>Di Taman Ismail Marzuki : Pak Sawali Luncurkan Kumpulan Cerpen</title><content type='html'>Hari ini Jum'at, 16 Mei 2008 jam 13.30 - 18.00 di Taman Ismail Marzuki (TIM) akan dilakukan Diskusi Buku dan Peluncuran Kumpulan Cerpen berjudul : Perempuan Bergaun Putih karya pak Sawali Guru SMPN 2 Pegandon. Selengkapnya di:&lt;a href="http://sawali.info/2008/05/11/diskusi-buku-dan-peluncuran-kumcer/"&gt;http://sawali.info/2008/05/11/diskusi-buku-dan-peluncuran-kumcer/&lt;/a&gt;Segenap Tim Pengembang dan JIP Kendal mengucapkan selamat untuk Pak Sawali. SIAPA MENYUSUL???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-9073259187886744927?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/9073259187886744927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=9073259187886744927&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/9073259187886744927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/9073259187886744927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/di-taman-ismail-marzuki-pak-sawali.html' title='Di Taman Ismail Marzuki : Pak Sawali Luncurkan Kumpulan Cerpen'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-8906705158996681282</id><published>2008-05-15T23:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T23:10:58.981-07:00</updated><title type='text'>Minat Baca Belum Tinggi</title><content type='html'>Jumat, 16 Mei 2008  11:53 WIB&lt;br /&gt;JAKARTA, JUMAT - Hingga tahun 2007, jumlah buku di Indonesia baru mencapai 12.000. Ini berarti satu buku baru, setidaknya dibaca oleh tujuh orang tiap tahunnya. Ini menunjukkan minat baca di Indonesia belum tinggi.&lt;br /&gt;Ketua Bidang Promosi Buku dan Pengembangan Minat Baca Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta, Hikmat Kurnia, mengatakan data ini diperoleh dari jumlah judul buku yang masuk ke penerbit tiap bulannya. "Bandingkan dengan Jepang yang jumlah bukunya mencapai 290.000 per tahun dan India 80.000 buku per tahun. Bagaimana ini menggugah bisa minat baca di Indonesia? Apalagi dengan harga buku yang relatif mahal," ujarnya di sela-sela aksi dalam Peringatan Hari Buku Nasional di Bunderan HI Jakarta, Jumat (16/5).&lt;br /&gt;Tak ayal, lanjutnya, berdasarkan data UNDP pada 2005, Indonesia menduduki peringkat ke-96 di Asia. Hampir mendekati posisi Laos dan Kamboja, negara yang baru merdeka.Oleh karena itu, IKAPI bersama dengan Perpustakaan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, akan membentuk Bengkel Penulisan Buku. Bengkel ini akan dimulai pada Sabtu (17/5) besok dan diikuti oleh 300 pelajar di Jakarta secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;Menurut dia, Bengkel Penulisan Buku merupakan salah satu cara menambah jumlah judul buku di Indonesia. Untuk menindaklanjuti kegiatan ini, IKAPI akan bekerja sama dengan beberapa penerbit, seperti Gagas Media, untuk menerbitkan karya peserta kelas tersebut.(BOB)&lt;br /&gt;Sumber : Kompas, 16 Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-8906705158996681282?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/8906705158996681282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=8906705158996681282&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8906705158996681282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8906705158996681282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/minat-baca-belum-tinggi.html' title='Minat Baca Belum Tinggi'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-8699919593759464934</id><published>2008-05-12T15:40:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T15:44:02.794-07:00</updated><title type='text'>UASBN BAHASA INDONESIA ANEH</title><content type='html'>Kompas, Senin, 12 Mei 2008 00:15 WIB&lt;br /&gt;Oleh Hanif Nurcholis &lt;br /&gt;Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2007 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, pada Mei 2008 semua SD/MI di Indonesia akan menyelenggarakan UASBN. Salah satu mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Pada lampiran permendiknas tersebut ditetapkan cakupan standar kompetensi lulusan.&lt;br /&gt;Dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tersebut termuat hal-hal yang akan diujikan, mencakup indikator-indikatornya, materinya, dan bentuk soalnya.&lt;br /&gt;Untuk Bahasa Indonesia, SKL yang akan diujikan hanya aspek membaca dan menulis, sedangkan aspek mendengarkan dan berbicara tidak diujikan. Untuk mengetahui apakah siswa menguasai dua SKL tersebut atau tidak, ia akan diukur dengan alat uji berupa soal obyektif pilihan ganda sebanyak 50 butir dalam waktu 120 menit.&lt;br /&gt;Melihat cakupan SKL yang akan diujikan dan instrumen ujinya, khususnya untuk SKL Menulis, sudah sepatutnya para guru, pakar pendidikan, pemerhati pendidikan, organisasi profesi pendidikan, dan masyarakat luas menolak hasil ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) 2008 Bahasa Indonesia karena dua hal. Pertama, lingkup SKL yang diujikan tidak sesuai dengan SKL nasional. Sesuai dengan Permendiknas No 23/2006 tentang SKL, SKL mata pelajaran Bahasa Indonesia terdiri atas empat komponen: Mendengarkan, Berbicara, Membaca, dan Menulis. Dengan demikian, dua SKL, Mendengarkan dan Berbicara, tidak diujikan, padahal siswa dilatih dan dibimbing oleh gurunya dalam proses pembelajaran untuk menguasai dua SKL ini.&lt;br /&gt;Kedua, dilihat dari validitas isi, menguji kemampuan menulis dengan instrumen berupa soal pilihan ganda jelas sangat tidak valid.&lt;br /&gt;Dengan hanya menguji SKL Membaca dan Menulis, berarti hasil UASBN yang menjadi penentu kelulusan tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya menguji 50 persen SKL nasional. Akan tetapi, sebenarnya hanya 25 persen sebab instrumen penilaian untuk SKL Menulis juga tidak valid.&lt;br /&gt;Ketidaksahihan alat uji SKL Menulis tersebut terkait dengan keluarnya tiga kurikulum terakhir: Kurikulum 1994, KBK 2004, serta Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan 2006. Ketiga kurikulum tersebut sudah tidak mengamanatkan pengajaran kebahasaan/linguistik dan ejaan, tetapi pembelajaran keterampilan berbahasa&lt;br /&gt;sekabjutnya :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/12/00150114/uasbn.bahasa.indonesia.aneh"&gt;http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/12/00150114/uasbn.bahasa.indonesia.aneh&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-8699919593759464934?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/8699919593759464934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=8699919593759464934&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8699919593759464934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8699919593759464934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/httpwwwkompascomkompascetakphpreadxml20.html' title='UASBN BAHASA INDONESIA ANEH'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-9161054675447268123</id><published>2008-05-10T15:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-10T15:39:21.938-07:00</updated><title type='text'>"Perang Gerilya" Si Umar Bakri</title><content type='html'>&lt;span class="tglct"&gt;Minggu, 11 Mei 2008 | 01:41 WIB&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;Budi Suwarna dan Ilham Khoiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kekisruhan dalam ujian nasional belakangan mungkin mencerminkan sikap bangsa yang kerap hipokrit. Di satu sisi, pemerintah ngotot mematok standar kelulusan sebagai cermin peningkatan mutu pendidikan nasional. Saat bersamaan, standar itu dicapai dengan berbagai trik, tipu muslihat, atau lewat ”perang gerilya” yang melibatkan para guru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maya (nama samaran) tertawa sinis setiap kali mendengar pejabat mengklaim ujian nasional (UN) berlangsung sukses dan angka kelulusan tinggi. Soalnya, dia tahu benar, betapa ”sukses” itu diraih bukan melalui proses belajar-mengajar di sekolah, melainkan lewat ”perang gerilya” yang dilakoni para guru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Guru sebuah SMA swasta di Jakarta itu mengungkapkan, hampir semua sekolah di rayonnya menyiapkan berbagai strategi ”perang gerilya” untuk memberikan contekan kepada siswa. Tahun ini Maya mengaku masuk dalam ”pasukan gerilya” bersama beberapa guru lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lanjutan :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/11/01412372/perang.gerilya.si.umar.bakri&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-9161054675447268123?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/9161054675447268123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=9161054675447268123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/9161054675447268123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/9161054675447268123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/perang-gerilya-si-umar-bakri.html' title='&quot;Perang Gerilya&quot; Si Umar Bakri'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2047387041074372785</id><published>2008-05-06T15:44:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T15:46:28.963-07:00</updated><title type='text'>Ujian ONLINE</title><content type='html'>Para siswa tampak tekun menghadapi layar komputer. Tangan mereka lincah memainkan tetikus (mouse). Sedang asyik main game? Tentu tidak.&lt;br /&gt;Yang terlihat di muka adalah dahi yang berkerut pertanda para siswa sedang berpikir keras. Wajar karena memang siswa kelas III Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Majene, Sulawesi Barat, sedang menghadapi ujian akhir sekolah. Namun, berbeda dari sekolah kebanyakan, selama seminggu, sejak Senin (5/5) pagi, siswa kelas III SMK 2 Majene kelompok Bisnis dan Manajemen menjalani ujian akhir sekolah berbasis online.&lt;br /&gt;Di hadapan siswa, tidak ada lembaran kertas yang mesti diisi, atau pensil dan pena untuk mengisi jawaban. Dengan sistem ini, setiap siswa mendapat meja lengkap dengan satu set komputer. Dengan memasukkan password nomor ujian mereka, setiap siswa akan mendapatkan soal pilihan ganda (multiple choice). Satu siswa dengan siswa lain mendapatkan soal yang berbeda urutannya. Lanjutan di:&lt;a href="http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/07/01152527/cukup.klik.tanpa.pensil.tanpa.kertas.ujian"&gt;http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/07/01152527/cukup.klik.tanpa.pensil.tanpa.kertas.ujian&lt;/a&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2047387041074372785?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2047387041074372785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2047387041074372785&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2047387041074372785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2047387041074372785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/ujian-online.html' title='Ujian ONLINE'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-653956272085873886</id><published>2008-05-05T15:37:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T15:55:04.719-07:00</updated><title type='text'>SUDAH SEDEMIKIAN BURUKKAH?</title><content type='html'>Sudah dua minggu yang lalu pelaksanaan ujian nasional SMA/MA/SMK berakhir, saat ini sedang berlangsung ujian nasional untuk SMP/MTs. Secara pribadi saya bersyukur karena pada pelaksanaan ujian yang digelar di tingkat SMA/MA/SMK berjalan lancar. Tentu ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya yang ditugasi sebagai ketua panitia tingkat kabupaten. Beberapa insiden kecil karena ada beberapa nomer soal yang tidak terbaca bisa diatasi atas kerja sama panitia pengawas dan TPI di sekolah, juga anak-anak yang sakit dan kesandung masalah dengan kepolisian dapat terlayani menambah membanggakan hati saya.&lt;br /&gt;Yang mengganjal dihati saya ketika saya baca polling yang sengaja diposting di Jipkendal untuk menilai kejujuran pelaksanaan ujian nasional ternyata hasilnya mengejutkan. 78 % responden mengatakan bahwa pelaksanaan ujian nasional kali ini tidak jujur dan hanya 22 % saja yang mengatakan bahwa ujian nasional ini jujur. Memang kalau dilihat dari jumlah datanya belum representatif tetapi bagi saya ini cukup merisaukan. Sudah demikian burukkah kita ini sehingga kita (para praktisi pendidikan) ternyata tidak bisa memegang amanah lalu mungkinkah kita menghasilkan generasi yang jujur??? Semoga Allah mengampuni!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-653956272085873886?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/653956272085873886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=653956272085873886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/653956272085873886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/653956272085873886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/05/sudah-sedemikian-burukkah.html' title='SUDAH SEDEMIKIAN BURUKKAH?'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-5923338894367144969</id><published>2008-04-25T05:44:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T06:10:24.147-07:00</updated><title type='text'>Catatan Monitoring Bersama Wakil Bupati</title><content type='html'>Hari pertama ujian nasional panitia ujian nasional bersama Kadinas dan Wakil Bupati Kendal mengadakan monitoring pelaksanaan ujian nasional. Mestinya panitia sudah menyiapkan SMA1, SMK1. SMK 2 dan MAN Kendal untuk dikunjungi Wakil Bupati, tetapi ternya bu Markesi (Wakil Bupati Kendal) meminta yang berbeda, beliau meminta untuk mengunjungi Kecamatan Kaliwungu dan Boja.&lt;br /&gt;Pak Hasbi (Kakandedpag Kendal) ternyata tetap meminta Wakil Bupati untuk datang di MAN, dan belaiau setuju sebagai sekolah peryama yang akan dikunjungi. kemudian ke SMK 4 Kendal, SMA kaliwungu dan SMAN Boja.&lt;br /&gt;Kunjungan ke MAN kendal dilakukan hanya beberapa saat, tak ada kejadian istimewa di sana. Setelah berkeliling dan mengamati jalannya UN dari luar kelas perjalanan dil;anjutkan ke SMK 4 Kendal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepala Sekolahnya Laki-laki ya pak ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk di SMAN Kaliwungu ketika baru turun dari Mobil Bu Wabup sempat bertanya pada pak saya: Kepala sekolahnya laki-laki ya pak Utomo? Saya agak bingung menjawab karena bu Prayekti kepala SMA 1 kaliwungu sudah di depan beliau.  Sepanjang peninjauan keliling sekolah belaiau banyak menyarankan tentang penataan lingkungan bahkan secara khusus meminta kepala sekolah untuk membersihkan lingkungan depan sekolah diluar pagar yang rumputnya kurang tertata dan di bagian ujung sebelah barat digunakan untuk pembuangan sampah.   Rupanya pertanyaan itu berkaitan dengan pengelolaan kebersihan sekolah. Mungkin beliau berasumsi kalau kepala sekolahnya laki-laki itu kurang peduli pada kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monitoring di SMA Boja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sejak memasuki pintu gerbang SMA Boja BU Wabup sudah berkomentar positif  tentang  kebersihan sekolah. Berkali-kali belaiu memuji pengelolaan lingkungan sekolah yang tertata apik. Memang wajar jkarena  di SMA Boja selain rindang, hampir semua sudut sekolah terjaga kebersihannya. Bahkan di setiap sudut ditemukan taman-taman sekolah yang tertata rapi, tempat duduk siswa untuk istirahat dan area sekolah yang sudah difasilitasi dengan hot spot. Benar-benar lingkungan belajar yang menyenangkan. Bahkan belaiau sempat menengok WC dan kamar mandi siswa yang bersih dan tempat parkir yang tertata rapi. Sejauh mata memandang tak ada sampah sedikitpun yang terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa tidak disini yang dijadikan SBI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Sambil meninjau bagian barat sekolah yang dijadikan sebagai sport center karena tempat ini dikhususkan untuk arena olahraga beliau sempat menanyakan kepada Kadinas Dikpora Mengapa tidak SMA BOja yang dijadikan SBI? Beliau berargumentasi bahwa SMA Boja lebih siap dari sisi infra struktur dan penataan lingkungan serta fasilitasnya. Lingkungan sekolah yang sejuk dan bersih, taman sekolah yang tertata, fasilitas ICT yang lengkap, guru yang bersemangat dan menurut beliau dengan penataan yang demikian maka bisa dipastikan kepedulian guru pada murid dan lingkungan pasti baik.  Wah rupanya kami pak Kepala Dinas, dan saya agak kesulitan menjawab, tapi untung Bu Mulyani bisa memberikan argumentasi meskipun rupanya belum memuaskan beliau juga.&lt;br /&gt;Akhirnya perjalanan monitoring dikakhiri dengan makan siang bersama dan kamipun kembali ke kantor masing-masing dengan menyisakan PR tentang SBI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-5923338894367144969?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/5923338894367144969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=5923338894367144969&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5923338894367144969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5923338894367144969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/04/catatan-monitoring-bersama-wakil-bupati.html' title='Catatan Monitoring Bersama Wakil Bupati'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-456786974782464759</id><published>2008-04-03T15:54:00.001-07:00</published><updated>2008-04-03T16:19:29.445-07:00</updated><title type='text'>Aspek Moral Dalam Ujian Nasional</title><content type='html'>Harus diakui bahwa menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional yang persyaratan lulusnya makin meningkat menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak. Siswa jelas khawatir jangan-jangan dia tidak lulus, pasti kena marah orang tua dan malu dihadapan teman. Orang tua khawatir anaknya tidak lulus, artinya sudah kehilangan sekian juta rupiah dan harga diri sebagai orang tua. Guru khawatir dianggap tidak profesional karena siswanya banyak yang tak lulus. Kepala sekolah pun tentu sangat khawatir karena bisa dianggap tidak bisa memimpin sekolahnya. Bahkan kepala Dinas dan Bupati/walikota sampai menteripun khawatir terhadap kelulusan ujian nasional.&lt;br /&gt;Wajarkah ?&lt;br /&gt;Sebenarnya kekhawatiran yang demikian sangatlah wajar, karena hal ini menunjukkan adanya rasa tanggungjawab. Yang menjadi persoalan adalah cara mensikapi kekhawatiran itu. Kekhawatiran yang disikapi secara positif akan melahirkan tindakan-tindakan positif, sebaliknya kekhawatiran yang disikapi negatif juga akan melahirkan tindakan negatif. Secara psikologis siswa yang khawatir berlebihan terhadap hasil ujian nasional malah bisa kontra produktif. Konsentrasi belajar bisa hilang, gugup menghadapi sesuatu dan bisa diprediksi kalau cara mensikapinya demikian kekhawatiran tidak lulus ujian itu malah akan terwujud benar-benar menjadi tidak lulus. Tindakan-tindakan negatifpun bisa terwujud akibat kekhawatiran yang berlebihan. Banyak kasus yang terungkap bahwa anak menyontek, mencari kunci jawaban ilegal, bahkan membayar joki ujian nasional adalah cara-cara nyata menghadapi ujian dengan kacamata yang negatif. Maksudnya baik dengan cara yang tidak baik.&lt;br /&gt;Dampak  negatif yang timbul akan menjadi lebih parah jika cara-cara negatif itu dilakukan oleh guru atau pejabat yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Beberapa kasus pada pelaksanaan ujian tahun-tahun lalu ditemukan kecurangan yang dilakukan oleh guru yang ternyta ada sebagian diantaranya dilakukan sepengetahuan bahkan atas perintah resmi kepala sekolah atau kepala dinas bahkan juga pada beberapa daerah oleh penguasa tertinggi daerah. Dengan alasan menjaga gengsi meningkatkan rata-rata nilai atau rata-rata jumlah kelulusan dan ranking daerah cara-cara haram itu dilakukan.&lt;br /&gt;Dampak moral&lt;br /&gt;Kebijakan yang salah dan cara yang salah mensikapi pelaksanaan ujian nasional dengan melonggarkan pengawasan, mengkondisikan anak untuk bekerja sama atau bahkan memberikan kunci jawaban tidak saja mencoreng pelaksanaan ujian itu sendiri. Lebih jauh jika kita kaitkan dengan tujuan pendidikan yang menekankan pada pembentukan moral dan peningkatan kemampuan peserta didik maka perilaku -perilaku kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional itu justru kontradiktif  dengan tujuan pendidikan itu sendiri.&lt;br /&gt;Artinya bahwa jika kecurangan itu sengaja dilakukan maka secara ekstrim dapat dikatakan bahwa secara sengaja kita mengarahkan anak didik kita untuk memiliki moralitas yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Jikapun hasil ujian itu rata-rata nilai maupun kelulusan atau peringkatnya bagus ditingkat propinsi atau nasional itu adalah prestasi semu.&lt;br /&gt;Resikonya memang sudah dapat diprediksi, nilai rata-rata mungkin akan turun atau prosentase kelulusan akan menurun apalagi peringkat tentu tidak bisa dipertahankan. Namun demikian apalah artinya peringkat, dan angka-angka yang tinggi jika ternyata itu semua adalah semu bahkan meracuni anak dan melatih anak sejak dini untuk tidak jujur.&lt;br /&gt;Sekarang tantangan kita adalah ;BERANIKAH KITA SEMUA MELIHAT KENYATAAN INI?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-456786974782464759?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/456786974782464759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=456786974782464759&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/456786974782464759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/456786974782464759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/04/aspek-moral-dalam-ujian-nasional.html' title='Aspek Moral Dalam Ujian Nasional'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2699684652298967148</id><published>2008-03-10T05:59:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T06:01:27.575-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>M. Nugroho: selamat malam pakANOM UTOMO: malam masM. Nugroho: maaf soal tadi pakANOM UTOMO: ndak apa apa ANOM UTOMO: saya harapkan ict di kendal majuM. Nugroho: dokumen2 dinas yang akan dipublikasikan bisa di cantumkan di pustakamayaM. Nugroho: tadi pak yosi juga sudah saya beri adminM. Nugroho: &lt;a href="http://118.98.162.132/pustakamaya"&gt;http://118.98.162.132/pustakamaya&lt;/a&gt;ANOM UTOMO: tahun ini ada bloggrant mgmpANOM UTOMO: ada sekolah mandiriM. Nugroho: &lt;a href="http://pustakamaya.ictcenter-kendal.net/"&gt;http://pustakamaya.ictcenter-kendal.net&lt;/a&gt;M. Nugroho: iya pakANOM UTOMO: saya harap mereka punya produkANOM UTOMO: yang bisa dipakai semua sekolahANOM UTOMO: makanyaANOM UTOMO: kalau ketua mgmpANOM UTOMO: diberi kesempatanANOM UTOMO: untuk ngisi dan update materiANOM UTOMO: luar biasaANOM UTOMO: tes online untuk semua mapel pun bisaANOM UTOMO: makanya saya dorongANOM UTOMO: mas hendyANOM UTOMO: untuk share dg yang lainM. Nugroho: iya pakM. Nugroho: itu kesalahan sayaM. Nugroho: saya berkutat dengan ngoprek2 programM. Nugroho: lupa pemanfaatannyaANOM UTOMO: artinya dg share ituANOM UTOMO: kelemahan kita bisa ditutup yang lainM. Nugroho: iya pakM. Nugroho: ini nuwun sewu, lewat pak Ut secara informal sajaANOM UTOMO: coba kalau semua pengurus mgmpM. Nugroho: diinformasikan kepada teman2 untuk mengisi kontenANOM UTOMO: sudah familiar dg pustakamayaM. Nugroho: nanti saya beri fasilitas adminM. Nugroho: kalo saya mungkin ndak dipercayaM. Nugroho: kalo pak Ut yang ngutus kan mungkin lebih bagusANOM UTOMO: jangan hanya sayaANOM UTOMO: kalau saya nggak mempanpunANOM UTOMO: kan masih ada kadinasM. Nugroho: hehee ANOM UTOMO: saya all outM. Nugroho: berarti formal pakANOM UTOMO: yang penting bagaimana MAJUANOM UTOMO: meskipun saya harus tertinggalANOM UTOMO: tahap awal saya akan minta setiap mgmpANOM UTOMO: bikin bahan ajarANOM UTOMO: dan tes untuk tiap KDM. Nugroho: iya pakM. Nugroho: saya juga senang bisa kalo bisa membantuM. Nugroho: o ya pak, besok Rabu pak Kardiyono pendamping propinsi mau ke KendalM. Nugroho: rencana juga ke DinasM. Nugroho: karena ndak ada surat resmi, saya minta buat emailM. Nugroho: sebaiknya bertemu siapa ya pak??ANOM UTOMO: jam berapa?ANOM UTOMO: kalau pagi bisa ketemu sayaANOM UTOMO: semua kabid besuk ada tugas luarANOM UTOMO: setelah jam 8M. Nugroho: Rabu pak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2699684652298967148?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2699684652298967148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2699684652298967148&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2699684652298967148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2699684652298967148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/03/m.html' title=''/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-1605160710619498489</id><published>2008-03-08T15:08:00.000-08:00</published><updated>2008-03-08T15:10:46.938-08:00</updated><title type='text'>Mesu Budi Penegak Hukum</title><content type='html'>HUKUM itu tidak hanya mampu bekerja biasa-biasa atau datar-datar saja, tapi juga secara luar biasa. Itu saya sebut tiwikrama, seperti Prabu Kresna yang apabila ber-tiwikrama lalu berubah menjadi raksasa yang mengerikan.   Sebaiknya kita mengajak publik untuk menjadi lebih cerdas dengan mengatakan bahwa kualitas penegakan hukum itu dapat bermacam-macam, mulai dari yang lembek sampai yang keras dan yang luar biasa.Penegakan hukum tidak sama dengan menerapkan undang-undang (UU) seperti mesin begitu saja. Penegakan hukum adalah lebih dari itu. Kualitas dan intensitas penegakan hukum dapat berbeda-beda. Hukum juga dapat ber-tiwikrama dan mengeluarkan kekuatan yang sangat besar.Dalam khazanah spiritual Jawa, kita mengenal kata mesu budi, yaitu pengerahan sekalian potensi kejiwaan yang ada dalam diri kita untuk mencapai suatu tujuan. Tiwikrama oleh hukum juga terjadi karena para penegak hukum dalam menjalankan hukum melakukannya dengan cara mesu budi.Kualitas negara hukum kita menjadi berbeda manakala hukum dijalankan seperti itu. Karena Timur lebih menitikberatkan kepada dimensi spiritual, maka mesu budi itu juga lebih banyak dibicarakan dalam ranah spiritual, seperti melakukan tapa brata atau hidup asketis.Beberapa waktu lalu, di Gereja Stasi Santo Petrus, Semarang, diselenggarakan pertunjukan monolog reflektif menyambut 2008 bernama ”Mati Sajroning Urip” (mati di dalam hidup) (Kompas Jawa Tengah, 2 Januari 2008).Pertunjukan tersebut berisi ajakan untuk mematikan ego yang hanya merugikan diri sendiri dan sesama. Itulah contoh aktivitas mesu budi sebagaimana banyak dipahami dan diterapkan di Timur. Konsep mesu budi dan tiwikrama sebaiknya kita perluas sehingga juga memasuki ranah penegakan hukum, baik kejaksaan, kepolisian, maupun pengadilan.Pada hemat saya, mesu budi itu masih sangat relevan, bahkan juga pda abad ke-21 ini. Abad ke-21 semakin marak dan dipadati oleh teknologi, sains, dan berpikir rasional. Kendati hidup dalam suasana yang demikian, sikap mesu budi itu tetap bernilai tinggi; karena  tanpa bersikap demikian, sains dan teknologi hanya akan lebih membawa malapetaka.Dalam dunia hukum, cara berhukum dapat dilakukan menurut bunyi formal teks UU serta posedurnya (black letter law). Itulah cara yang masih dominan dalam hukum di Indonesia dewasa ini. Itu adalah cara menjalankan hukum yang paling mudah dan sederhana.Konon di antara para penegak hukum, cara itu juga dianggap paling aman untuk dijalankan, seraya menunggu datangnya hari pensiun. Oleh karena itu, sangat sedikit jumlah mereka yang mau menjadi vigilante (pejuang) dalam penegakan hukum, seperti dilakukan oleh Hakim Agung Adi Andojo Soetjipto waktu ingin membongkar kolusi di Mahkamah Agung (MA) pada 1993.&lt;br /&gt;Sang Pejuang TerpentalPenegakan hukum model pejuang tersebut memang berisiko tinggi. Itu terjadi pada hakim Adi Andojo yang —demi kecintaannya kepada institut MA—  tergerak untuk memperbaiki citra badan pengadilan tertinggi tersebut. Sang pejuang malah terpental; itulah risikonya.Hakim Agung Adi Andojo adalah satu contoh dari penegak hukum yang melakukan mesu budi itu. Hakim-hakim agung lain yang tidak mesu budi, yang tidak berbuat ”macam-macam”, yang mengikuti petunjuk dari buku-buku dengan baik-baik (rule book model), memang selamat dalam meniti karirnya.Tetapi hakim macam manakah, yang lebih berjasa untuk bangsa, apalagi dalam suasana kemerosotan mental seperti sekarang ini? Buat saya, adalah yang melakukan mesu budi itu.Saya sependapat dengan Paul Scholten, salah seorang raksasa pemikir hukum Belanda, bahwa hukum itu menyimpan kekuatan pendobrak (expansiekracht) untuk keluar dari kemandekan. Ekspansiekracht terjadi pada saat Prabu Kresna ber-tiwikrama dan kekuatannya menjadi berlipat ganda. Maka kekuatan pendobrak hukum itu juga hanya akan muncul (manifest) di tangan penegak hukum yang menjalankan tugasnya dengan mesu budi.Memang tidak ada mata kuliah mesu budi dalam kurikulum fakultas hukum perguruan tinggi di Indonesia. Hukum diajarkan secara formal dan datar-datar (linear) saja. Itu merupakan kekurangan besar, terutama pada waktu dari dalam fakultas-fakultas tersebut diharapkan muncul para vigilante hukum yang mampu melawan kekuatan hitam yang ingin menghancurkan Indonesia, seperti korupsi, narkoba, dan perusakan lingkungan.Kita mengenal konsep menjalankan pekerjaan dengan cara beyond the call of duty, yaitu bertindak lebih dari yang diwajibkan. Maka, sejalan dengan pikiran tersebut, mesu budi dalam penegakan hukum adalah menjalankan hukum dengan kualitas beyond the call of rule. Mengapa Hakim Agung Adi Andojo tidak duduk manis saja selama menjabat hakim agung? Jawabannya adalah, karena ia termasuk kategori hakim yang menjalankan pekerjaannya dengan kualitas dan tujuan beyond the call of rule. Adi Andojo gelisah atas rendahnya citra MA di mata masyarakat, sedangkan yang lain-lain duduk manis saja karena berpikir ”tugas saya hanya memeriksa dan mengadili”.Untuk menghadapi keadaan luar biasa dewasa ini, kita lebih membutuhkan mereka yang mesu budi  daripada mereka yang memilih menjalankan hukum seperti mesin. Apakah saya sedang bermimpi dan berkhayal? Tidak juga, karena survai Bank Dunia 2005 masih menemukan jaksa-jaksa dan hakim-hakim kecil di daerah-daerah yang menjalankan pekerjaannya dengan cara-cara luar biasa, tanpa ada yang menyuruh.Sayangnya, dalam suasana bangsa yang korup seperti sekarang ini, mereka justru dikucilkan oleh lingkungannya, atau ”dibuang” jauh-jauh. Mari kita berikan tepuk tangan dan dukungan kepada orang-orang kecil yang bekerja secara diam-diam di pelosok itu, sebab sekarang kita sungguh membutuhkan hukum yang ber-tiwikrama.(68)–– Prof Satjipto Rahardjo SH, Guru Besar Fakultas Hukum Undip Semarang. (SM 8/3/08)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-1605160710619498489?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/1605160710619498489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=1605160710619498489&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1605160710619498489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1605160710619498489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/03/mesu-budi-penegak-hukum.html' title='Mesu Budi Penegak Hukum'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-6332753831349104829</id><published>2008-02-09T08:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T08:23:11.174-08:00</updated><title type='text'>Diskusi dengan Ka BKLN</title><content type='html'>ANOM UTOMO: Selamat malam pak, mohon informasi program schoolnet th 2008 apa masih seperti th 2007 yang lalu .&lt;br /&gt;gatot hari: sdh nggak ada lagi mas...&lt;br /&gt;gatot hari: daerah harus memakai dananya sendiri utk bersambung dgn internet..&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: kami sudah siapkan dana tapi kecil&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: dan masih ada daerah yang speedy belum masuk&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: insya Allah target kami semua SMA/SMK tersambung&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: paling lambat akhir tahun ini&lt;br /&gt;gatot hari: berapa sekolah yg sdh tersambung internet?&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: dari 30 SMA dan 22 SMK sudah tinggal 17 sekolah yang belum pak&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: kami sudah siapkan dana 100 juta di APBD&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: tapi masih dibahas di DPR minggu depan&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: yang sudah tersambung belum optimal karena masih dial up&lt;br /&gt;gatot hari: saran dana yg 100 jua harus di sharing dgn sekolah juga sehingga makin banyak yg bisa tersambung...&lt;br /&gt;gatot hari: anda di kab mana?&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: Kendal pak&lt;br /&gt;gatot hari: sdh berapa yg tersambung? pada level mana saja..?&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: baru tersambung, tapi pemanfaatannya belum optimal&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: sudah 35 sekolah dari 52 pakANOM UTOMO: khusus DikmenANOM UTOMO: SMP dan SD lebih&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: lewat program yang tahun lalu&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: yang clien ict saja 43&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: tapi pada nggak aktif&lt;br /&gt;gatot hari: mungkin belum tahu manfaatnya...&lt;br /&gt;gatot hari: memang pelan tapi pasti...akan mendorong guru utk disiapkan dgn it...&lt;br /&gt;gatot hari: trtm mgmp...&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: kalau Pustakamaya sudah Ok mungkin akan lebih banyak yang aktif pak&lt;br /&gt;ANOM UTOMO: kami punya millis &lt;a href="http://asia.groups.yahoo.com/group/Pendidikan_Menengah/"&gt;http://asia.groups.yahoo.com/group/Pendidikan_Menengah/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;gatot hari: bagus..terus di kembangkan saja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-6332753831349104829?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/6332753831349104829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=6332753831349104829&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6332753831349104829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6332753831349104829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/02/diskusi-dengan-ka-bkln.html' title='Diskusi dengan Ka BKLN'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-7331900831753450850</id><published>2008-02-01T21:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T21:59:31.145-08:00</updated><title type='text'>Kekerasan Guru Pada Anak</title><content type='html'>Pagi tadi, dirumahku aku kedatangan tamu. Kebetulan saja hari Sabtu aku nggak ada agenda khusus selain ngecek kesiapan Trayout UN tahap I. Dia sudah saya kenal lama, sehingga secara pribadi saya dekat dengannya. Selain itu kalau dihitung masa tugasnya di jajaran pendidikan beliau termasuk senior.&lt;br /&gt;Entah apa maksud kedatangannya ke rumahku, karena nggak biasanya dia berkunjung. Dia hanya cerita tentang putranya di sekolah.&lt;br /&gt;Anaknya saat ini duduk di kelas II di salah satu SMA di Kab.Kendal. Saat semester I kelas satu nilainya bagus-bagus, hampir-hampir nggak ada nilai 7 nya. Tapi di semester II pada salah satu mata pelajaran nilainya turun drastis, dari 9 menjadi 7. Dia menyadari benar akan prestasi yang barangkali tidak konstan ini. Tetapi sebagai orang tua dalam hatinya bertanya-tanya mengapa hal ini tidak terdeteksi sejak dini oleh guru sehingga sebagai orang tua bisa mengarahkan dan membimbing anaknya belajar lebih keras lagi sehingga nilainya minimal dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;Mengapa sebagai orang tua tidak pernah mendapatkan laporan dari guru tentang kondisi anaknya di sekolah? Mengapa sebagai orang tua hanya diberi hasil akhir saja yang ternyata jauh dari harapannya? Dia merasa dengan nilai ini cita-cita anaknya untuk bisa masuk perguruan tinggi melalui jalur PMDK telah pupus.&lt;br /&gt;Ternyata nilai 7 pun bisa memadamkan cita-cita besar anak dan orang tua dan mengkandaskan mimpi besar untuk merajut masa depan yang lebih baik..&lt;br /&gt;Apakah ini termasuk "kekerasan guru pada murid?",...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-7331900831753450850?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/7331900831753450850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=7331900831753450850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7331900831753450850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7331900831753450850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/02/kekerasan-guru-pada-anak.html' title='Kekerasan Guru Pada Anak'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-5407395983614484067</id><published>2008-01-27T15:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T15:13:10.518-08:00</updated><title type='text'>PakHarto dan Aku (oleh : Sukardi Rinakit)</title><content type='html'>PAGI itu, 9 Juni 1999. Aku bertanya kepada Pak Harto, ''Seandainya Bapak masih Presiden, apakah saya akan diangkat jadi menteri?'' Pak Harto tersenyum kebapakan, memandang dengan mata berbinar dan menjawab lugas, ''Ya!'' Katanya sambil mengangguk.&lt;br /&gt;Itulah salah satu kenanganku mengiringi kepergian Pak Harto, Minggu siang, 27 Januari 2008, pukul 13.10. Kesan kuat terpancar bahwa tokoh nomor satu Orde Baru itu pada dasarnya adalah sosok yang polos. Mudah percaya pada orang lain. Baru bertemu sekali saja, mungkin merasa cocok sehingga bisa berbicara apa saja, sudah menaruh percaya. Bahkan berani menjamin aku akan diangkat jadi menteri seandainya beliau masih presiden.&lt;br /&gt;Apakah sikap seperti itu adalah karakter alamiah Pak Harto ataukah kepasrahan setelah sepuh dan tidak menjabat lagi? Entahlah. Sebab cerita yang beredar di ranah publik, selama ini, terutama di kalangan orang yang antibeliau adalah sebaliknya. Mereka melihatnya sebagai sosok yang tidak mudah percaya pada seseorang.&lt;br /&gt;Aku cenderung tidak setuju dengan argumen itu. Rasanya lebih tepat jika dikatakan karena pengalaman yang luas dan dalam, Pak Harto bisa meraba karakter lawan bicaranya. Oleh sebab itu, kesannya menjadi mudah percaya pada seseorang.&lt;br /&gt;Tapi kemampuan untuk meraba hati terdalam lawan bicara itu menurun seiring dengan umur yang semakin meninggi. Hal ini, salah satunya, juga disebabkan oleh semakin terbatasnya serapan informasi yang didapat.&lt;br /&gt;Selain itu juga karena tidak adanya partner diskusi karena teman-teman seangkatan yang dipercayainya sudah meninggal. Terbukti ketika tekanan reformasi menguat, Pak Harto ditinggalkan oleh orang-orang yang sebelumnya berkerumun di sekitarnya. Ini menandakan dia sudah tidak jeli lagi meraba hati para pembantunya. Oleh sebab itu, secara pribadi saya hormat pada almarhum Sjaíadilah Mursjid (mantan Menteri Sekretaris Negara), dan Anton Tabah (mantan sekretaris pribadi Pak Harto). Mereka adalah bagian dari sedikit orang yang dengan tulus masih mau menjadi ''teman'' Pak Harto.&lt;br /&gt;Pak Harto lalu bergurau, bahwa saya telat lahir. Karena baru bertemu dia setelah tidak berkuasa. Jika tidak, jabatan menteri sudah di tangan dari dulu. Pertemuan itu pun untuk wawancara demi kepentingan penyusunan disertasi doktoral saya di bidang politik militer. Sebagai salah satu sesepuh TNI, Pak Harto tentu bisa memprediksi masa depan militer.&lt;br /&gt;Tidak Mudah&lt;br /&gt;Ketika aku mengatakan, tentara sudah melempar dadu politiknya sebagai akibat tekanan reformasi dan bertanya mengenai kemungkinan militer masuk barak, Pak Harto justru bertanya, ''Apa agenda reformasi kalian?''. Jujur, mulutku tercekat. Tidak bisa menjawab pertanyaan itu.&lt;br /&gt;Kukatakan apa adanya pada Pak Harto. Agenda reformasi ketika itu adalah menjatuhkan Pak Harto. Titik. Dia menggeleng pelan, lalu berkata, ''Itulah bahayanya jika segala sesuatu tidak dipersiapkan dengan matang.''&lt;br /&gt;Reformasi itu baik, tapi mengatur negara itu tidak mudah, maka segala sesuatu harus dipersiapkan. Jika madu kecampuran racun, ambil madunya. Jika emas kecampuran kotoran, ambilah emasnya. Jadi semuanya tidak dibuang begitu saja.&lt;br /&gt;Selanjutnya dia menjelaskan, hampir mustahil tentara itu masuk barak secara total. Latar sejarah, kondisi geografis dan kemajemukan masyarakat Indonesia secara alamiah menuntut mereka untuk terlibat politik. Artinya, reposisi dan reaktualisasi peran militer tidak harus berarti tentara itu nirpolitik. Hanya kadar keterlibatannya saja yang berbeda.&lt;br /&gt;Sampai kapan pun, tentara bukan hanya akan terlibat dalam urusan perang, tetapi juga nonperang. Kehadiran di medan nonperang ini, meskipun murni kegiatan sosial-kemanusiaan, dapat berubah menjadi aktivistas politik jika politisi sipil menarik-narik mereka masuk ke ranah politik praktis. Terlebih-lebih jika politisi itu ambisi pribadinya lebih besar dari cita-citanya.&lt;br /&gt;Bagi para politisi seperti itu, struktur organisasi militer yang membelah dari pusat sampai ke daerah, yang fungsi utamanya adalah untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara, oleh mereka dipandang sebagai sebuah sumber daya politik. Tidak mengherankan jika dalam perjalanan sejarah bangsa, banyak politisi sipil mencoba bersandar pada bahu militer agar bisa mengkapitalisasi sumber daya politik tersebut.&lt;br /&gt;Penjelasan Pak Harto itu sejalan dengan pandangan para analis militer pada umumnya. Bagi mereka, memang politisi sipil yang seringkali menjadi pemicu masuknya kembali militer ke ranah politik.&lt;br /&gt;Sampai di sini aku sadar, tulisan ini menjadi terasa kering jika mengupas dialog-dialog yag serius dengan Pak Harto. Sisi kemanusiaan yang selektif, tampaknya justru lebih menarik untuk diceritakan.&lt;br /&gt;Seperti sudah diketahui publik, Pak Harto itu adalah orang cerdas. Daya ingatnya luar biasa. Masih hafal produksi beras tiap tahun, pertumbuhan ekonomi, tingkat keberhasilan keluarga berencana, dan lain-lain. Ketika aku bertanya siapa mantan menteri yang paham dengan cara pikir Pak Harto dan baik untuk aku ajak ''diskusi'' mengenai masalah-masalah ekonomi, Pak Harto menjawab, ''Pak Marlin'' (maksudnya JB Sumarlin).&lt;br /&gt;Jawaban itu membuat aku sedikit terkejut. Karena seperti teman-teman lain, selama ini aku dibelenggu oleh pemahaman tunggal bahwa dewa pembangunan ekonomi kita adalah Widjojo Nitisastro. Setidaknya akhirnya aku tahu, peran semua menteri, termasuk JB Sumarlin, ternyata ikut menentukan arah Republik. Tidak ada pemain tunggal di sini.&lt;br /&gt;Aku lalu bercerita pada Pak Harto tentang cita-citaku sewaktu kecil, yaitu ingin setiap hari bisa makan telur satu biji. Aku enam bersaudara, karena keterbatasan ekonomi, Emak hanya bisa menggoreng telur sebiji seminggu. Jadi digoreng tipis dan dipotong-potong enam. Bapak dan Emak mengalah tidak mendapatkan potongan telur itu.&lt;br /&gt;Pak Harto tertawa renyah mendengar ceritaku itu. Tapi aku menangkap matanya memancarkan keprihatinan mendengar kisah tersebut. Tiba-tiba perasaan bersalah bergelayut karena menceritakan hal bodoh itu. Agar membuatnya segera gembira, aku cepat menyambar dengan kalimat, ''Tapi saya sekarang sudah bosan makan telur dan ayam.''&lt;br /&gt;Beliau tersenyum. Lalu berkata, ''Iya. Sekarang kamu sudah punya handphone, sekolah di luar negeri, calon doktor. Jangan-jangan malah sudah bosan makan steak!,'' katanya sambil tertawa.&lt;br /&gt;Dengan muka serius Pak Harto menceritakan bahwa untuk bisa membuat semua orang bisa makan telur, bosan makan ayam, mengenyam pendidikan dan kesehatan, dibutuhkan perjuangan yang berat dalam tempo panjang. Tidak mudah mencapai semua itu. Kecurigaan, kritik, caci maki, menjadi makanan tiap hari. Ini belum kalau tekanan internasional ikut diperhitungkan. Lembaga-lembaga internasional itu seringkali ingin mendikte kebijakan pembangunan nasional.&lt;br /&gt;Pak Harto lalu menyampaikan bahwa dalam hidup itu, perbuatan baik dan buruk akan mengikuti sampai ajal. Jika niatnya baik, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan. Mungkin ada akibat kurang baik di sini karena keputusan itu. Tetapi mayoritas rakyat mendapatkan manfaat dari kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;Tentu masih banyak persoalan yang kami diskusikan termasuk keprihatinan pada jalannya reformasi yang tanpa agenda. Tapi dari sedikit hal yang sudah aku tulis itu, seandainya saat ini aku Presiden, aku akan segera mengambil keputusan mengenai kasus hukum Pak Harto.&lt;br /&gt;Aku hanya akan mendengar suara mayoritas rakyat untuk mengambil langkah politik itu. Jika mayoritas rakyat menghendaki Pak Harto dimaafkan, maka atas nama bangsa dan negara, sikap itu yang akan saya ambil.&lt;br /&gt;Aku tahu, apapun keputusan mengenai Pak Harto, di dalamnya menganga kontroversi. Ada yang suka, ada yang tidak! Tapi seorang pemimpin, ibarat seorang dirijen, harus berani membelakangi orang-orang yang ingin dipuaskan. Tanpa itu, konser tidak akan berjalan sempurna. Dengan istilah lain, persoalan jangan digantung seperti sekarang.&lt;br /&gt;Minggu kemarin, 27 Januari 2008, aku menenggelamkan diri untuk merenungi kata-kata Pak Harto bahwa musuh kita itu sejatinya bukan Pak Harto atau yang lain. Musuh kita itu sebenarnya adalah Amerika Serikat, China, India dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kita akan ''bertarung'' dengan mereka di masa depan. Kalau kita tidak membangun sumber daya manusia yang tangguh, kita akan digulung mereka. Anda mau mengalami itu? Saya tidak!(77)&lt;br /&gt;- Penulis adalah Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-5407395983614484067?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/5407395983614484067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=5407395983614484067&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5407395983614484067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5407395983614484067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/01/pakharto-dan-aku-oleh-sukardi-rinakit.html' title='PakHarto dan Aku (oleh : Sukardi Rinakit)'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-1954350643730196085</id><published>2008-01-12T05:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-12T06:13:19.017-08:00</updated><title type='text'>Gambaran Bidang Dikmen Akhir 2008</title><content type='html'>Bidang dikmen yang mulai aktif sejak diberlakukannya SOTK baru dan pengisian jabatan tanggal 28 Desember 2007 adalah pecahan subdin pendidikan dan pengajaran yang hanya mengurus SMA dan SMK ditambah pengurusan sarana prasarana SMA/SMK.&lt;br /&gt;Sebagai pejabat baru yang ditunjuk untuk bekerja bersama teman-teman lain maka langkah pertama adalah mengumpulkan data sebagai pijakan awal bekerja, dan mengidentifikasi potensi, peluang dan tantangan yang ada.&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis itu maka mulai menetapkan sasaran tahunan antara lain :&lt;br /&gt;1. Meningkatkan APK pendidikan menengah dari 43 menjadi 47&lt;br /&gt;2. Meningkatkan rata-rata nilai ujian nasional 0,2&lt;br /&gt;3. Menambah jumlah SSN sebanyak 2 sekolah&lt;br /&gt;4. Mewujudakan adanya tambahan 1 SMA rintisan SBI&lt;br /&gt;5. Menambah jumlah SMK  2 buah&lt;br /&gt;6. Membangun jaringan internet di semua SMA/SMK yang ada sehingga seluruh sekolah terhubung dengan jardiknas&lt;br /&gt;7. Merintis komunikasi antar sekolah dan antar dinas secara &lt;em&gt;'paperless'&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;8. &lt;/em&gt;Mewujudkan manajemen standar ISO di bidang dikmen&lt;br /&gt;9. Mempertahankan perolehan medali emas, dan perak dalam  olimpiade biologi nasional.&lt;br /&gt;10. Meningkatkan prestasi perolehan medali perunggu menjadi medali perak pada olimpiade nasional fisika&lt;br /&gt;11. Memperoleh juara pertama lomba pelajar teladan tingkat jawa tengah&lt;br /&gt;12. Mendorong guru untuk mengikuti lomba pembuatan media pembelajaran dan memperoleh juara tingkat jawa tengah&lt;br /&gt;13. Mendorong guru melaksanakan PTK sebanyak 20 laporan&lt;br /&gt;14. Mendorong kepemilikan blog guru sebanyak 20 blog&lt;br /&gt;15. Mendorong terwujudnya majalah sekolah minimal 2 sekolah&lt;br /&gt;16. Menjadi juara 3 debat bahasa inggris tingkat jawa tengah&lt;br /&gt;17. Mempertahankan juara I lomba PKS SMK tingkat nasional&lt;br /&gt;Semoga sasaran ini dapat tercapai, dan mohon bantuan dan kerjasama semua pihak untuk mewujudkan sasaran tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-1954350643730196085?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/1954350643730196085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=1954350643730196085&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1954350643730196085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1954350643730196085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/01/gambaran-bidang-dikmen-akhir-2008.html' title='Gambaran Bidang Dikmen Akhir 2008'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2833329420023991887</id><published>2008-01-08T08:00:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T08:02:34.148-08:00</updated><title type='text'>Pengembangan ICT dan Millis Dikmen</title><content type='html'>M. Nugroho: sugeng ndalu pakANOM UTOMO: ya mas, dimana?M. Nugroho: biasa pak, di rumahM. Nugroho: kok malem2 masih OL pakANOM UTOMO: ya, nyari pak gatotM. Nugroho: ooh ..ANOM UTOMO: beliau onlineM. Nugroho: o ya pak, selamat ya pakANOM UTOMO: bagaimana perkembangan ictnya mas?M. Nugroho: alhamdulillah pak, belom ada perkembangan berartiANOM UTOMO: saya berharap ada percepatanANOM UTOMO: dan dimanfaatkan sesuai programnya pak GatotANOM UTOMO: tolong buka jipkendal.blogspot.comANOM UTOMO: saya barusan ngutip tulisan pak gatotM. Nugroho: hehehe .. sudah pakANOM UTOMO: Saya harap SMK 1 bisa merespon iniANOM UTOMO: Mulai tahun ini, saya sudah siapkan reward2 untuk yang proaktifANOM UTOMO: bias kita bisa leading di pengembangan ictM. Nugroho: soalnya terus terang beberapa bulan terakhir konsentrasi saya terpecahANOM UTOMO: jangan kerja sendiriANOM UTOMO: nanti bikin team yang tangguhANOM UTOMO: Tolong saya dikasih tahu kesulitan-kesulitannyaANOM UTOMO: nanti kita pecahkan bersamaM. Nugroho: ya dari dulu rencana saya begitu pak, tapi ya selalu ndak bisaANOM UTOMO: apa hambatannya?M. Nugroho: sdm pakM. Nugroho: di SMK 1 sebenarnya banyak yang menguasai TIM. Nugroho: sekarang aja ada 4 yang ambil S2 TIM. Nugroho: tapi masing2 punya kesibukanM. Nugroho: saya rencanakan share dengan teman2 luar SMK 1ANOM UTOMO: Harusnya begituM. Nugroho: tapi ini kerjaan volunteerANOM UTOMO: kalau tidak kita rugi,ANOM UTOMO: sudah ada fasilitas begitu, kurang optimalM. Nugroho: berikutnya adalah masterplanM. Nugroho: saya tidak optimis planning pak Gatot bisa sustainableANOM UTOMO: Justru yang melanjutkan itu kitaM. Nugroho: lha maka itu pak ANOM UTOMO: jangan mengandalkan pusat terusANOM UTOMO: sudah untung dikasih fasilitas ANOM UTOMO: dan beasiswaANOM UTOMO: mestinya itu tanggungjawan daerah dan sekolah sendiriM. Nugroho: ya itu poinnya pakM. Nugroho: bukan saya mau merendahkan sekolah saya sendiriANOM UTOMO: Maka harus ada langkah2 konkritM. Nugroho: tapi wawasan sekolah terhadap pengembangan IT agaknya masih kurangANOM UTOMO: Perttama nanti kita buat perencanaan yang matangANOM UTOMO: terus perencanaan itu kita pasarkan ANOM UTOMO: ke stake holderANOM UTOMO: kalau diam-diam sajaANOM UTOMO: siapa yang tahu?ANOM UTOMO: Tolong saya dibantuANOM UTOMO: Target bidang Dikmen KendalM. Nugroho: saya siap membantu apa yang saya bisa pakANOM UTOMO: akhir tahun 2008ANOM UTOMO: semua sekolah terhubung jardiknasANOM UTOMO: semua kepala sekolah paham TIANOM UTOMO: Kalau nggak merespon dan nggak mau bel;ajarANOM UTOMO: nggak kita kasih bantuanANOM UTOMO: biar hidup sendiriANOM UTOMO: dengan biaya diri sendiriM. Nugroho: waktu saya mengajukan proposal client ict, saya sudah rencanakan tahap pengembangan s/d 5 tahunANOM UTOMO: tolong saya dikasih proposalnyaANOM UTOMO: saya akan backup penuhM. Nugroho: oke pakM. Nugroho: trus gini pakM. Nugroho: saat ini ICT center kan di SMK 1M. Nugroho: tapi saya berharap teman2 di sekolah lain yang potensial dilibatkanANOM UTOMO: Tidak hanya sekolah lain bahkan pemdapun harus terlibatM. Nugroho: mungkin Bapak bisa membantu menjembataniANOM UTOMO: karena kita nggak bisa hidup sendiriANOM UTOMO: harus ada dukungan pihak lainM. Nugroho: ya kalo begitu mungkin secepatnya kita perlu konsolidasiM. Nugroho: lagiANOM UTOMO: Ok, tolong siapkan proposalM. Nugroho: proposal apa pak??ANOM UTOMO: dan nama-nama guru yang potensial bisa bantu kitaANOM UTOMO: proposal pengembangan ICTM. Nugroho: ooh siapANOM UTOMO: kita ketemu secepatnyaANOM UTOMO: kalau bisa dalam minggu iniM. Nugroho: yang proposal, itu yang copy dulu saya kirim untuk client ict pakANOM UTOMO: minimal kita bisa konferenceM. Nugroho: boleh pakANOM UTOMO: kalau ada filenya saya bisa dikirimiANOM UTOMO: biar saya pelajariM. Nugroho: nanti saya coba cari lagi pakM. Nugroho: hard copy nya masih ada sepertinyaANOM UTOMO: kalau sudah ketemu tolong segera dikirimM. Nugroho: oke pakANOM UTOMO: Oh ya mas, bisa buka pustakamaya tidak?ANOM UTOMO: saya kok kesulitanM. Nugroho: miliknya diknas??M. Nugroho: atau pustakamaya.com??ANOM UTOMO: Ya,http://pustakamaya.diknas.go.id/ANOM UTOMO: milik perpustakaan nasional ANOM UTOMO: kerjasama dg pak gatotANOM UTOMO: untuk mendukung mutu pendidikanANOM UTOMO: dan satu juta mahasiswaM. Nugroho: sudah pernah membuka pakM. Nugroho: yang perpusdig juga leletANOM UTOMO: kok nggak bisa cari materi disanaANOM UTOMO: harus login duluANOM UTOMO: tapi ndaftarnya gimana?M. Nugroho: wah, tempat saya malah belom kebukaM. Nugroho: pakM. Nugroho: maaf, tadi kata p. Wawan dikmen mau buat milis ya pak??ANOM UTOMO: ya ANOM UTOMO: tolong dibikinkanANOM UTOMO: saya nggak bisaM. Nugroho: oke pakM. Nugroho: yang mo gabung otomatis apa pre request duluM. Nugroho: ??ANOM UTOMO: bagaimana caranya agar semua sma/smk gabungANOM UTOMO: kita batasi waktunyaANOM UTOMO: sebelum pebruariANOM UTOMO: mereka sudah gabungM. Nugroho: ya nanti harus subscribe (daftar ) dulu pakANOM UTOMO: besuk selasa saya sosialisasikan ke ksM. Nugroho: mau pakai nama apa nih pakANOM UTOMO: bidangdikmenkendalM. Nugroho: apa ndak kepanjangan pakM. Nugroho: nanti nulisnya to: &lt;a href="mailto:bidangdikmenkendal@yahoogroups.com"&gt;bidangdikmenkendal@yahoogroups.com&lt;/a&gt;ANOM UTOMO: dikmenkendal ya ndak apaM. Nugroho: oke pakM. Nugroho: o ya pakM. Nugroho: apa dinas ndak buat web aja pakM. Nugroho: masa blog, M. Nugroho: gratisanANOM UTOMO: saya pengin begituANOM UTOMO: sementara yang saya rintis pakai blog duluM. Nugroho: mestinya resmi pak, jangan pake gratisanANOM UTOMO: kalau bisa bantu saya senangM. Nugroho: ya nanti saya bantu buatkan pakM. Nugroho: tapi biaya hosting &amp;amp; domain jangan saya pakANOM UTOMO: ya beresM. Nugroho: diknaskendal.go.idM. Nugroho: atau apa??ANOM UTOMO: dikporakendalM. Nugroho: oke pakM. Nugroho: mudah2an minggu ini beres pakANOM UTOMO: terimakasihANOM UTOMO: lebih cepat lebih baikM. Nugroho: ya pakM. Nugroho: nanti saya usahakanANOM UTOMO: nanti artikel dan info yang ada di jip di mutasi yaM. Nugroho: boleh pakM. Nugroho: masa dinas kok pake web gratisanM. Nugroho: kalo personal sih wajarANOM UTOMO: kalau bekerja, yang dikerjakan yang bisa duluANOM UTOMO: jangan yang ideal tapi nggak terlaksanaANOM UTOMO: itu prinsip sayaANOM UTOMO: terus nanti kita kembangkan menjadi ANOM UTOMO: yang idealM. Nugroho: iya pakANOM UTOMO: yang penting actionANOM UTOMO: sambil mimpi yang idealM. Nugroho: hehehe ..ANOM UTOMO: jangan dibalikANOM UTOMO: mikir yang ideal nggak action2M. Nugroho: M. Nugroho: ini milisnya ditunggu apa ditinggal pakM. Nugroho: saya sedang kerjakan, ada beberapa step soalnyaANOM UTOMO: ditunggu bisaANOM UTOMO: saya sampai malam kokM. Nugroho: bisa aja pakM. Nugroho: bolehM. Nugroho: sudah pakANOM UTOMO: ngelolanya bagaimana?M. Nugroho: maksudnya pakM. Nugroho: ?ANOM UTOMO: kalau saya mau bukaANOM UTOMO: bagaimanaANOM UTOMO: dan kalau kirim infoM. Nugroho: groups.yahoo.com/group/dikmenM. Nugroho: ooh, tinggal posting biasa aja pakM. Nugroho: kepada/to: &lt;a href="mailto:dikmenkendal@yahoogroups.com"&gt;dikmenkendal@yahoogroups.com&lt;/a&gt;ANOM UTOMO: saya cobaM. Nugroho: oke pakANOM UTOMO: bagaimana kalau sekolah mau gabung?M. Nugroho: seperti kalo mau ikut milis yang lain pak, tinggal kirim email kosong ke : &lt;a href="mailto:dikmenkendal-subscribe@yahoogroups.com"&gt;dikmenkendal-subscribe@yahoogroups.com&lt;/a&gt;M. Nugroho: kalo mau keluar tinggal kirim email kosong ke: &lt;a href="mailto:dikmenkendal-unsubscribe@yahoogroups.com"&gt;dikmenkendal-unsubscribe@yahoogroups.com&lt;/a&gt;ANOM UTOMO: ok thanks&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2833329420023991887?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2833329420023991887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2833329420023991887&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2833329420023991887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2833329420023991887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2008/01/pengembangan-ict-dan-millis-dikmen.html' title='Pengembangan ICT dan Millis Dikmen'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-6335941966788138710</id><published>2007-12-23T13:43:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T13:44:40.739-08:00</updated><title type='text'>Rancangan PP Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah</title><content type='html'>Senin, 03 Des 2007,Rancangan PP Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah&lt;br /&gt;Daerah Otonom Bisa DihapusMenjelang ulang tahun ketujuh otonomi daerah, pemerintah pusat akan menerapkan perangkat baru untuk "mengendalikan" daerah. Meski agak terlambat, peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan berlaku mulai 2008 tersebut sekarang tengah intensif dibahas pemerintah. Apa konsekuensinya bagi daerah? Berikut ulasan Wawan Sobari dari the Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).--------Pantas saja pemerintah bergeming atas berbagai kritik terhadap kebijakan pengelolaan anggaran daerah (Permendagri 13/2006 dan 59/2007). Bahkan, daerah-daerah yang meradang, terutama pemilik klub sepak bola, tidak begitu digubris. Ternyata, sedang ada agenda besar untuk mengevaluasi kinerja daerah. Melalui rancangan PP tentang pedoman evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (EPPD), pemerintah menyiapkan perangkatnya. Pendapatan dan alokasi pembiayaan dalam APBD merupakan salah satu objek evaluasi. Draf yang terdiri atas 61 pasal ditambah lampiran setebal 20 halaman itu cukup ambisius. Secara normatif, tujuan PP tersebut adalah mendukung pencapaian tujuan otonomi daerah. Yakni, untuk menjamin agar kewenangan yang didelegasikan kepada daerah berjalan efektif. Namun, tidak tertutup kemungkinan muncul sejumlah motif empiris yang bernuansa kepentingan pemerintah yang kuat. Dimensi TeknisSebagai satu sistem evaluasi, EPPD terdiri atas tiga evaluasi utama. Pertama, evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKPPD). Kedua, evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah (EKPOD). Terakhir, evaluasi daerah otonom baru (EDOB). Masing-masing memiliki peruntukan yang berbeda. Hanya, ujung tombak pelaksanaan seluruh evaluasi itu terletak pada EKPPD.Pemerintah melakukan EKPPD untuk mengukur kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan menggunakan sistem pengukuran kinerja. Hasil pengukuran EKPPD itulah yang nantinya menjadi dasar upaya peningkatan kinerja daerah. Sementara itu, EKPOD dilakukan untuk menilai kapasitas daerah dalam mencapai tujuan otonomi. Yaitu, pencapaian kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan publik, dan daya saing daerah.EDOB secara spesifik dilakukan pada daerah hasil pemekaran. Tujuannya, memonitor perkembangan kelengkapan aspek-aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah baru. Semua aktivitas evaluasi secara nasional dijalankan timnas EPPD yang dibentuk presiden. Anggota tim tersebut adalah menteri-menteri lintas departemen terkait dan kepala lembaga nondepartemen yang diketuai Mendagri. Untuk menjalankan aktivitas keseharian, timnas dibantu tim teknis dari unsur-unsur institusi pemerintah tersebut. Dalam pelaksanaan evaluasi, timnas dibantu pakar dan lembaga independen yang berkompeten.Ujung tombak pelaksanaan evaluasi sebenarnya ada di tangan tim daerah EPPD di tingkat provinsi. Tugas utamanya adalah melakukan EPPD di seluruh kabupaten dan kota. Struktur keanggotaan tim daerah terdiri atas kepala dinas dan badan yang dibantu tim teknis. Tim itu tidak hanya mengukur kinerja kabupaten/kota, tetapi juga memeringkatnya. Uniknya, provinsi dan kabupaten/kota juga melakukan pengukuran kinerja mandiri atas penyelenggaraan kewenangan yang didelegasikan pemerintah.Evaluasi yang kali pertama dilakukan adalah EKPPD. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi rekomendasi bagi pelaksanaan EKPOD atas dasar peringkat prestasi daerah. Bagi daerah-daerah yang dikategorikan berprestasi rendah selama tiga tahun berturut-turut, akan dilakukan EKPOD. Hasil EKPOD yang buruk bisa menyebabkan daerah dihapus dan digabung. Artinya, eksistensi daerah otonom akan berakhir bila EKPOD-nya minus.Potensi KelemahanBerdasar hasil analisis argumen kebijakan dalam draf PP tersebut, ditemukan sejumlah potensi kelemahan. Pertama, persoalan kredibilitas institusi pemerintah. Dalam praktiknya, proses EPPD tidak lebih dari sebuah evaluasi diri sendiri (self assessment). Sebab, intinya, pemerintah menjadi pemegang otoritas tunggal dalam rangkaian evaluasi. Meski keterlibatan lembaga independen dimungkinkan, perannya sebatas operator evaluasi.Masih dalam persoalan yang sama, pengukuran kinerja mandiri oleh provinsi, kabupaten/kota berpotensi bias evaluasi. Artinya, akan muncul potensi konflik kepentingan atas hasil evaluasi. Apalagi sumber utama dalam evaluasi tersebut adalah laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) yang dibuat pemerintah daerah. Kalaupun ada sumber data pelengkap, tidak jauh berbeda karakteristiknya. Misalnya, dari LPJ pelaksanaan APBD, laporan kinerja instansi pemerintah daerah, dan sejenisnya.Posisi masyarakat sebagai sumber pelengkap dalam proses evaluasi menambah beban kredibilitas tersebut. Setidaknya ada tiga sumber yang berasal dari masyarakat. Yakni, hasil survei kepuasan masyarakat atas kinerja pelayanan publik, laporan lembaga independen atas kinerja pemerintahan daerah, dan tanggapan masyarakat atas informasi LPPD. Posisinya sebagai pelengkap tentu tidak sebanding dengan kehadiran masyarakat sebagai pihak yang paling merasakan dampak kebijakan. Namun, keuntungan dari sisi input proses evaluasi, tentunya pilihan kebijakan itu menyebabkan efisiensi dari segi biaya yang relatif bisa ditekan. Kedua, EPPD menawarkan konsep evaluasi yang relatif konvensional. Indikator yang mengukur capaian kinerja pemerintahan melalui penilaian masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak cukup sederhana (black box evaluation). Hasil evaluasi cenderung menghasilkan jawaban atas bekerjanya pemerintahan daerah semata. Sementara itu, penyebab pemerintahan bisa berjalan atau bekerja kurang mendapat perhatian. Padahal, penyelenggaraan pemerintahan bukan persoalan teknis administratif semata. Melainkan sebuah proses yang sensitif terhadap konteks politik dan sosial. Sebaliknya, fakta empiris yang ditemukan JPIP atas kinerja positif pemerintahan daerah tidak terlepas dari persoalan teknis tersebut. Lahirnya inovasi daerah juga merupakan kontribusi dari kuatnya komitmen politik kepala daerah, inovatifnya kepemimpinan kepala daerah, dukungan politik DPRD, terakomodasinya kepentingan birokrasi, dan beberapa faktor nonteknis lain. Faktor eksternal tersebut penting diperhatikan karena akan membantu pengidentifikasian kekurangan atau penyebab kegagalan kinerja. Dengan demikian, hal tersebut akan memudahkan upaya peningkatan kinerja pada masa datang. Terakhir, persoalan pembobotan. Selain mengukur, EPPD melakukan pemeringkatan. Konsekuensinya adalah pada kategorisasi prestasi daerah. Suatu daerah mungkin menduduki peringkat capaian kinerja sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah. Peringkat itu didasarkan pada kapasitas kinerja masing-masing daerah. Namun, secara bersamaan EPPD tidak menawarkan bentuk pembobotan yang bisa menimbulkan persoalan disparitas (perbedaan) antardaerah.Persoalanya, ketika otonomi daerah untuk kali pertama diterapkan, setiap daerah tidak berada pada titik start yang sama. Artinya, ada daerah yang sudah tergolong maju dan kaya inovasi, ada pula yang sebaliknya. Kalau semua daerah diukur dengan standar pengukuran sama, tanpa memboboti keadaan tersebut, hal itu akan berdampak pada keadilan pengukuran. (otonomi@jpip.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-6335941966788138710?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/6335941966788138710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=6335941966788138710&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6335941966788138710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6335941966788138710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/rancangan-pp-evaluasi-penyelenggaraan.html' title='Rancangan PP Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-6444458176189234932</id><published>2007-12-22T02:31:00.000-08:00</published><updated>2007-12-22T02:45:00.269-08:00</updated><title type='text'>Simbok</title><content type='html'>Mbok, ...&lt;br /&gt;Semangatmu,&lt;br /&gt;senyummu&lt;br /&gt;doamu&lt;br /&gt;tawamu&lt;br /&gt;adalah penghibur laraku&lt;br /&gt;Mbok,&lt;br /&gt;aku rindu padamu&lt;br /&gt;aku rindu hangatnya pelukanmu&lt;br /&gt;aku rindu telisik jemarimu di rambutku&lt;br /&gt;aku rindu cerita ceriamu&lt;br /&gt;aku rindu tanya kritismu&lt;br /&gt;Mbok,...&lt;br /&gt;Semoga Allah menerima semua amalmu&lt;br /&gt;menerima tekun ibadahmu&lt;br /&gt;Mbok,...&lt;br /&gt;Doamu menyertaiku&lt;br /&gt;Semoga aku bisa jadi anak ''gegadanganmu"&lt;br /&gt;jadi pohon pengayoman&lt;br /&gt;jadi suluh kegelapan&lt;br /&gt;seperti pesan terakhirmu,...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-6444458176189234932?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/6444458176189234932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=6444458176189234932&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6444458176189234932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6444458176189234932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/simbok.html' title='Simbok'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-7690876224448748568</id><published>2007-12-19T04:06:00.000-08:00</published><updated>2007-12-19T04:11:42.422-08:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Adha</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-7690876224448748568?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/7690876224448748568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=7690876224448748568&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7690876224448748568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7690876224448748568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/selamat-hari-raya-idul-adha.html' title='Selamat Hari Raya Idul Adha'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-6584607879975534140</id><published>2007-12-04T14:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-04T14:23:28.253-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sasaran UN Bisa Gagal Model Bantuan Pemerintah Hanya Untungkan Sekolah Unggulan&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Salah satu tujuan ujian nasional atau UN sebagai pemetaan, yang diikuti peningkatan kualitas pendidikan, sebatas menguntungkan sekolah- sekolah papan atas. Sebab, umumnya sekolah semacam itulah yang mendapatkan nilai UN tinggi dan menerima keuntungan finansial untuk pengembangan sekolah.&lt;br /&gt;Pengamat pendidikan Darmaningtyas menilai, Selasa (4/12), keinginan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan data pemetaan hasil UN belum mencapai target sasaran. Keuntungan masih mengalir ke sekolah-sekolah papan atas atau unggulan.&lt;br /&gt;Dia mencontohkan, sekolah- sekolah yang mendapat nilai rata- rata hasil UN baik dan cemerlang biasanya yang akan terpilih dalam program sekolah standar nasional (SSN) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). Terdapat syarat nilai rata-rata UN untuk menjadi peserta program itu. Sebagai tindak lanjut dari adanya label sekolah berstandar nasional dan internasional tersebut ialah terdapatnya bantuan khusus berupa dana yang terbilang besar.&lt;br /&gt;Sebaliknya, sekolah yang masih tertinggal dan angka kelulusannya kecil justru kurang mendapat prioritas. Dia mencontohkan program bantuan operasional sekolah (BOS) yang diberikan secara merata terhadap seluruh siswa dan sekolah dengan jumlah yang sama per kepala. Bantuan lainnya berdasarkan proposal yang harus mengantre. Padahal, sekolah tertinggal butuh percepatan agar tidak tercipta disparitas terlalu tinggi.&lt;br /&gt;"Dengan demikian, sekolah yang maju semakin maju. Sebaliknya, yang tertinggal semakin tertinggal," ujarnya.&lt;br /&gt;Melihat keadaan itu, dia beranggapan pemerintah kurang konsisten dengan keinginannya agar UN menjadi pemetaan untuk peningkatan mutu pendidikan. Padahal, dengan UN seperti model yang dilaksanakan sekarang, anak yang menjadi korbannya. Anak lebih fokus ke bidang yang diujikan sehingga potensinya menjadi tidak tergali. Orangtua juga tak kalah stres dalam mendampingi anak dan mengeluarkan lebih banyak biaya untuk les tambahan serta bimbingan belajar di luar sekolah.&lt;br /&gt;Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Suyanto menjelaskan, kucuran bantuan dana pendidikan pemerintah kepada sekolah-sekolah itu bersifat bantuan saja supaya sekolah minimal bisa memenuhi standar nasional. Setelah berstandar nasional, sekolah itu lalu ke depannya bisa bertaraf internasional.&lt;br /&gt;"Sekolah yang bisa mencapai standar nasional bukan karena hasil UN-nya sudah baik, tetapi karena sekolah itu sudah bisa memenuhi standar pendidikan secara nasional. Jika sekolah sudah bagus, otomatis hasil UN-nya bagus," kata Suyanto. (INE/ELN)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-6584607879975534140?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/6584607879975534140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=6584607879975534140&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6584607879975534140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/6584607879975534140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/sasaran-un-bisa-gagal-model-bantuan.html' title=''/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-4572932087230342083</id><published>2007-12-03T14:46:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T15:05:37.472-08:00</updated><title type='text'>Tips Bagaimana Mendelegasikan Tugas</title><content type='html'>&lt;p&gt;Untuk anda para pemimpin dimanapun posisi anda, kami sajikan Tips bagaimana mendelegasikan tugas pada bawahan : &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Definisikanlah tugas-tugas yang harus didelegasikan.&lt;br /&gt;Definisikanlah dengan jelas batas-batas wewenang yang dilimpahkan kepada seseorang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tentukanlah dengan jelas batas-batas wewenang yang dilimpahkan kepada seseorang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jelaskan bagaimana, kapan, dan kepada siapa suatu tugas diserahi dan harus melaporkan kembali. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tentukanlah cara pengawasan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pikirkanlah bagaimana orang itu harus disiapkan untuk tugas yang didelegasikan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendelegasian harus diikuti dengan kepercayaan bahwa saudara yang mendapat tugas itu dapat menyelesaikan tugasnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikanlah penghargaan kepada mereka yang menyelesaikan tugas dengan baik karena penghargaan memberikan juga kesukaan, dan sekaligus adalah kunci keberhasilan dalam hal pendelegasian&lt;br /&gt;(diapdaptasi dari artikel dari Indolead)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-4572932087230342083?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/4572932087230342083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=4572932087230342083&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4572932087230342083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4572932087230342083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/tips-bagaimana-mendelegasikan-tugas.html' title='Tips Bagaimana Mendelegasikan Tugas'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-4454382042837108953</id><published>2007-12-03T14:41:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T14:46:22.551-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi Bukan Hanya Cara Semata</title><content type='html'>Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar M Jusuf Kalla di dalam pidato politiknya pada penutupan Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, 25 November 2007, yang menjadi kesimpulan partai bahwa demokrasi hanyalah cara, alat, atau proses dan bukan tujuan sehingga bisa dinomorduakan di bawah tujuan utama peningkatan dan kesejahteraan rakyat (Kompas, 26/11/2007), amat mengejutkan dan perlu dikoreksi. Karena bukan saja salah, tetapi bisa menyesatkan persepsi masyarakat tentang makna demokrasi yang sedang kita bangun di era Reformasi ini.&lt;br /&gt;Demokrasi bukan hanya cara, alat atau proses, tetapi adalah nilai-nilai atau norma-norma yang harus menjiwai dan mencerminkan keseluruhan proses kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Demokrasi bukan hanya kriteria di dalam merumuskan cara atau proses untuk mencapai tujuan, melainkan tujuan itu sendiri pun haruslah mengandung nilai-nilai atau norma-norma demokrasi. Tegasnya demokrasi bukan hanya cara, tetapi juga tujuan yang harus kita bangun terus-menerus sebagai suatu proses yang pasti akan memakan waktu.&lt;br /&gt;Jika hal itu dipahami, demokrasi tidak pernah boleh dinomorduakan di bawah tujuan yang luhur sekalipun (peningkatan dan pencapaian kesejahteraan rakyat) sebab hal itu berarti tidak/kurang memahami makna demokrasi, bahkan dapat menyesatkan dan membuka peluang bagi kembalinya cara-cara otoriter dan totaliter bahkan fasisme.&lt;br /&gt;Sejarah politik dan ketatanegaraan kita selama paling tidak dua periode, yaitu Orde Lama (1959-1966) dan Orde Baru (1966-1998), telah memberikan pelajaran dari pengalaman empiris bangsa ini untuk tidak lagi dininabobokan alias diperbodoh dengan alasan demi mencapai tujuan yang luhur sebab ternyata tujuan yang luhur itulah yang dijadikan alasan pembenaran terhadap cara-cara otoriter dan represif yang digunakan pihak penguasa terhadap rakyatnya, yaitu tujuan menghalalkan cara (The end justifies the means). Itulah contoh nyata betapa salahnya pemikiran bahwa demokrasi hanyalah cara semata yang bisa dinomorduakan di bawah tujuan utama, yaitu apa yang disebut "peningkatan dan pencapaian kesejahteraan rakyat" oleh pimpinan Partai Golkar, yang kebetulan adalah juga Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;Penghormatan HAM&lt;br /&gt;Ada bahaya lain yang perlu diingatkan bahwa demokrasi itu memiliki roh atau inti yang tidak lain adalah hak-hak dasar dan asasi manusia, yang merupakan kriteria obyektif dan universal untuk menilai kemajuan peradaban sesuatu bangsa tidak terkecuali Indonesia.&lt;br /&gt;Kita sudah berhasil memasukkan semua butir mutiara hak asasi manusia (HAM) di dalam Amandemen UUD 1945. Hal itu berarti juga bahwa kita sudah berkomitmen untuk membangun jiwa demokrasi dalam perspektif penghormatan kepada HAM.&lt;br /&gt;Semakin demokratis suatu bangsa, akan pula semakin kokoh penghormatan kepada kemanusiaan ataupun kepada jaminan dan perlindungan HAM dan warga negara. Sebab demokrasi yang bernapaskan HAM akan menjamin eksistensi pluralisme dalam kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa ataupun bernegara. Kita akan lebih mampu menghormati keberagaman, perbedaan pendapat, bahkan lawan-lawan politik.&lt;br /&gt;Saya teringat ucapan Voltaire yang kurang lebih mengatakan "Saya berlawanan pendapat dengan Anda, tetapi saya akan lindungi hak Anda untuk hidup dan berbeda pendapat dengan saya." Jiwa demokratik inilah yang hilang dalam dua periode tersebut diatas, lebih-lebih dalam Orde Baru di mana orang yang berbeda pendapat dengan pihak penguasa bukan saja dianggap mbalelo melainkan lebih lagi, dianggap lawan yang harus dipinggirkan bahkan diculik, ditahan, dipenjarakan atau lebih dahsyat lagi dibunuh atau paling tidak hak perdatanya dimatikan.&lt;br /&gt;Maka karena itu pernyataan Jusuf Kalla harus ditolak dan dikoreksi oleh kita semua para pejuang demokrasi, negara hukum, dan hak asasi manusia di Tanah Air tercinta.&lt;br /&gt;Adnan Buyung Nasution Pengacara Senior&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-4454382042837108953?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/4454382042837108953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=4454382042837108953&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4454382042837108953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4454382042837108953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/demokrasi-bukan-hanya-cara-semata.html' title='Demokrasi Bukan Hanya Cara Semata'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-329362314459275380</id><published>2007-12-03T14:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T14:40:52.564-08:00</updated><title type='text'>Kliping Koran</title><content type='html'>UN Banyak Kelemahan Sisi Metodologis Harus Diperbaiki&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Pelaksanaan ujian nasional di Indonesia masih memiliki banyak kelemahan sehingga dirasa perlu belajar dari pengalaman negara-negara lain. Salah satu kelemahan tersebut antara lain metodologisnya kurang mengikuti kaidah pengelolaan sistem ujian yang baik.&lt;br /&gt;Hal itu terungkap dalam seminar sehari tentang National Examination Authority bertema "Peranan Lembaga Otoritas Pengujian Nasional: Pelajaran dari Negara-Negara Lain" yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional, Senin (3/12).&lt;br /&gt;Umumnya, di negara-negara yang mempresentasikan makalahnya, ujian bersifat nasional untuk memonitor dan menjaga standar pendidikan. Hanya saja, pelaksanaannya tidak bersifat "vonis" siswa dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Di Indonesia, ujian nasional (UN) menjadi faktor yang menentukan kelulusan. Siswa yang tidak lulus terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, pakar psikometri yang juga mantan Kepala Pusat Pengujian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jahja Umar mengatakan, negara yang maju sekalipun berkepentingan mengendalikan dan meningkatkan mutu lulusan sekolah dalam arti prestasi akademik pada mata pelajaran yang dianggap kunci.&lt;br /&gt;Jahja menilai UN secara metodologis berkualitas rendah dan kurang mengikuti kaidah pengelolaan sistem ujian yang baik. Sebagai contoh, skor hasil ujian tidak menggunakan skala yang benar dan tanpa jaminan komparabilitas secara ilmiah. Selain itu, manajemen ujian tidak dilakukan oleh sebuah lembaga yang memiliki otoritas di bidang pengujian.&lt;br /&gt;Bukan vonis&lt;br /&gt;Di Malaysia, ujian nasional tidak menjadi vonis bagi siswa. Director Malaysia Examinations Syndicate Ministry of Education Mohammed Zakaria B Mohd Noor mengatakan, untuk murid sekolah dasar, ujian tidak menjadi syarat untuk naik ke jenjang pendidikan berikutnya, tetapi untuk melihat pencapaian siswa.&lt;br /&gt;Chief Executive Singapore Examinations and Assessment Board Tan Yap Kwang mengungkapkan, ujian secara nasional diselenggarakan agar murid mempunyai standar yang tinggi dan dilaksanakan lembaga khusus tanpa intervensi pihak luar.&lt;br /&gt;Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Depdiknas Burhanuddin Tola mengatakan, Balitbang hendak mencari masukan terkait perubahan kelembagaan, terutama lembaga pengendali mutu secara nasional dengan otoritas pengujian penuh. Negara-negara lain telah mempunyai lembaga itu. (INE) sumber : Kompas 4 Des 07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-329362314459275380?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/329362314459275380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=329362314459275380&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/329362314459275380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/329362314459275380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/kliping-koran.html' title='Kliping Koran'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-3672455592799716982</id><published>2007-12-01T15:07:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T15:12:22.345-08:00</updated><title type='text'>17 Hukum Kerjasama</title><content type='html'>1. HUKUM NILAI KERJASAMA&lt;br /&gt;Satu adalah Jumlah yang Terlalu Sedikit untuk Mencapai Kebesaran&lt;br /&gt;Apakah impian Anda? Impian Lilly Tartikoff adalah mengobati kanker. Ia bukanlah seorang ilmuwan -- ia juga tidak perlu menjadi ilmuwan. Yang perlu diketahuinya adalah Hukum Nilai Kerjasama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. HUKUM GAMBARAN BESARNYA&lt;br /&gt;Sasarannya adalah Lebih Penting daripada Perannya&lt;br /&gt;Apakah yang mendorong seorang mantan presiden Amerika Serikat untuk berkeliling dengan bis, tidur di lantai bawah tanah, dan melakukan pekerjaan kasar selama satu minggu? Jawabannya dapat ditemukan dalam Hukum Gambaran Besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. HUKUM POSISI YANG TEPAT&lt;br /&gt;Semua Pemain Memiliki Tempat Di Mana Mereka Paling Memberikan Nilai Tambah&lt;br /&gt;Seandainya Anda adalah pemimpin dunia yang bebas, bagaimanakah Anda memutuskan, tugas apa yang harus Anda berikan kepada orang yang mampu mengerjakan tugas apapun -- termasuk tugas Anda sendiri? Kalau Anda ingin semua orang menang, tentu Anda akan menggunakan Hukum Posisi yang Tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. HUKUM GUNUNG EVEREST&lt;br /&gt;Semakin Tinggi Tantangannya, Semakin Tinggi Kebutuhan akan Kerjasamanya &lt;br /&gt;Tenzing Norgay dan Maurice Wilson adalah pendaki gunung yang berpengalaman dengan peralatan yang tepat. Lalu mengapakah yang satu meninggal di gunung sementara yang lain berhasil menaklukkannya? Hanya satu yang mengenal Hukum Gunung Everest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. HUKUM MATA RANTAI&lt;br /&gt;Kekuatan Tim Dipengaruhi oleh Mata Rantainya yang Paling Lemah&lt;br /&gt;Apakah menjadi soal, kalau ribuan karyawan Anda mengerjakan tugas mereka dengan baik dan hanya satu orang saja yang membuat kekeliruan? Tanyakan saja kepada perusahaan yang membayar lebih dari $ 3 milyar untuk ganti rugi dan terjerat oleh Hukum Mata Rantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. HUKUM KATALISATOR&lt;br /&gt;Tim-tim Hebat Memiliki Pemain-pemain yang Menjadikan Segalanya Terlaksana&lt;br /&gt;Apakah yang akan Anda perbuat kalau tanggal 31 Desember sudah semakin dekat sementara armada penjualan Anda masih jauh di belakang sasaran mereka tahun itu? Dave Sutherland dapat menjelaskannya kepada Anda. Timnya mencapai sasarannya karena ia selalu mengamalkan Hukum Katalisator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. HUKUM KOMPAS&lt;br /&gt;Visi Memberikan Arah serta Kepercayaan Diri kepada Para Anggota Tim&lt;br /&gt;Presiden Enron baru tahu tentang usaha bernilai multijutaan dolar di perusahaannya dua bulan sebelum usaha tersebut diluncurkan, dan itu sama sekali tidak mengganggunya. Mengapa? Karena ia dan timnya menuai manfaat dari Hukum Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. HUKUM APEL BUSUK&lt;br /&gt;Sikap-sikap Busuk Merusak Tim&lt;br /&gt;Mereka diharapkan menghancurkan persaingan. Mereka memiliki bakat serta ambisi untuk meraih kemenangan. Tetapi bukannya mendominasi, mereka malah merusak diri. Seandainya saja mereka tahu tentang Hukum Apel Busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. HUKUM KETERANDALAN&lt;br /&gt;Rekan-rekan Satu Tim Harus Dapat Saling Mengandalkan Satu Sama Lain Dalam Soal-soal Penting&lt;br /&gt;Mungkin orang takkan mati di organisasi Anda kalau seseorang menjatuhkan bolanya. Tetapi itu bisa terjadi pada orang-orang dalam bisnis keluarga ini. Itulah sebabnya Hukum Keterandalan ini demikian penting bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. HUKUM BANDROL HARGA&lt;br /&gt;Tim akan Gagal Mencapai Potensinya Kalau Tidak Membayar Harganya&lt;br /&gt;Perusahaan ini seharusnya dapat menjadi pengecer terbesar di dunia. Ternyata perusahaan ini malah terpaksa menutup usahanya setelah 128 tahun berbisnis. Mengapa? Para pemimpinnya harus menanggung ganjaran akibat mengabaikan Hukum Bandrol Harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. HUKUM PAPAN ANGKA&lt;br /&gt;Tim Bisa Melakukan Penyesuaian Kalau Tahu Posisinya&lt;br /&gt;Ribuan perusahaan berbasis Internet telah gagal. Banyak perusahaan yang "sukses" masih menunggu untuk membukukan keuntungan. Tetapi perusahaan yang satu ini terus menang dan tumbuh serta meraih keuntungan! Mengapa? Karena sedari awal perusahaan ini bermain menurut Hukum Papan Angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. HUKUM PEMAIN CADANGAN&lt;br /&gt;Tim-tim Hebat Memiliki Kedalaman&lt;br /&gt;Siapakah yang biasanya menjadi Pemain Paling Berharga dalam sebuah organisasi? Direktur Utamanya? Pimpinan Puncaknya? Pramuniaga topnya? Percayakah Anda bahwa mungkin saja itu adalah seseorang dari Sumber Daya Manusia? Anda akan percaya kalau saja Anda tahu Hukum Pemain Cadangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. HUKUM IDENTITAS&lt;br /&gt;Yang Mengidentifikasikan Tim adalah Nilai-nilai yang Dijunjung Bersama&lt;br /&gt;Bagaimanakah Anda membuat ribuan orang bersemangat bekerja di gudang- gudang, mengenakan seragam berwarna cerah, dan memenuhi setiap kebutuhan konsumen? Bernie Marcus dan Arthur Blank melakukannya dengan membangun landasan perusahaan mereka pada Hukum Identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. HUKUM KOMUNIKASI&lt;br /&gt;Interaksi Mendorong Diambilnya Tindakan&lt;br /&gt;Tim mereka telah sepuluh kali ganti pemimpin dalam kurun waktu sepuluh tahun. Para karyawannya kelelahan serta penuh dengan kepahitan, dan perusahaannya terus kehabisan uang. Jadi bagaimanakah Gordon Bethune akan menyelamatkan penerbangan yang paling ketinggalan ini dari kehancuran? Ia mulai dengan menggunakan Hukum Komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. HUKUM KEUNGGULAN&lt;br /&gt;Perbedaan Antara Dua Tim yang Sama Berbakatnya adalah Kepemimpinannya&lt;br /&gt;Tim mereka mengalami masalah besar. Para pesertanya memiliki segalanya yang mereka butuhkan untuk meraih sukses -- bakat, dukungan, sumber- sumber daya -- segalanya, kecuali hal yang paling penting. Satu- satunya harapan mereka untuk mengubah segalanya adalah seseorang yang memenuhi Hukum Keunggulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. HUKUM MORAL YANG TINGGI&lt;br /&gt;Kalau Anda Menang, Sakitnya Tak Terasa&lt;br /&gt;Apakah yang mendorong seorang pria berusia lima puluh tahun, yang bahkan berenang saja tidak bisa, untuk terus berlatih demi mengikuti lomba triatlon yang paling berat di dunia? Bukan, bukan karena krisis paruh baya. Melainkan karena Hukum Moral yang Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. HUKUM HASIL INVESTASI&lt;br /&gt;Investasi dalam Tim akan Berkembang dengan Berjalannya Waktu&lt;br /&gt;Pernahkah Anda tertipu untuk menerima sebuah pekerjaan? Morgan Wootten mengalaminya, dan akibatnya, ia telah mengubah kehidupan ribuan anak. Kehidupannya yang diwarnai dengan sikap memberi akan mengajari Anda segalanya yang perlu Anda ketahui tentang Hukum Hasil Investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dukutip dari : indolead)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-3672455592799716982?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/3672455592799716982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=3672455592799716982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/3672455592799716982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/3672455592799716982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/12/17-hukum-kerjasama.html' title='17 Hukum Kerjasama'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-5969067016103545487</id><published>2007-11-28T15:23:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T15:24:10.596-08:00</updated><title type='text'>Kliping Koran</title><content type='html'>Ketidakadilan dalam Pendidikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni Koesoema A &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik bertubi-tubi itu sepertinya tidak mempan. Putusan pengadilan yang memenangkan tuntutan korban ujian nasional, protes guru, demo pelajar menolak UN, dan efek samping UN rupanya tidak pernah sampai ke telinga pengambil kebijakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, pemerintah sebagai wakil rakyat bersikukuh melaksanakan UN etika kewarganegaraannya dipertanyakan sebab kebijakan itu melanggengkan praksis ketidakadilan dan melestarikan kebijakan pendidikan yang cacat secara moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan dalam UN berarti tinggal kelas, mengulang setahun, atau penundaan masuk perguruan tinggi karena harus mengikuti ujian persamaan; ini memastikan setiap siswa telah memiliki kesempatan belajar yang sama dan mampu membuktikan apa yang dipelajari merupakan tolok ukur pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan belajar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan persamaan kesempatan belajar terkait ide akuntabilitas pendidikan. Akuntabilitas pendidikan bertujuan menilai dan memastikan, para siswa telah mengalami proses belajar secara adekuat sehingga mampu mengerjakan ujian standar. Premis dasar akuntabilitas pendidikan adalah jika semua siswa wajib mencapai patokan standar yang sama, mereka harus mendapat kesempatan belajar yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan kesempatan belajar yang menjadi prasyarat akuntabilitas pendidikan adalah memastikan semua siswa dapat hadir di sekolah dan belajar memberi metode pengajaran berkualitas, materi yang terorganisasi baik, logis, dan koheren, yang didukung kehadiran guru yang cakap, kompeten, dan profesional, disertai fasilitas sekolah yang aman dan nyaman untuk belajar, kebijakan sekolah yang nondiskriminatif, serta pemberian materi pelajaran yang selaras standar isi minimal kurikulum sesuai yang ditetapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa jelas akan memengaruhi kehidupan individu siswa. Karena UN memiliki dampak besar terhadap individu, ia harus memenuhi standar kelayakan evaluasi yang menghargai hak-hak individu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar ini mensyaratkan adanya orientasi pelayanan, dengan evaluasi didesain sedemikian rupa sehingga membantu organisasi atau individu agar dapat melayani kepentingan peserta yang tercakup dalam target evaluasi, menjaga agar evaluasi dilakukan secara sah/legal, memenuhi standar moral, menghormati kesejahteraan mereka yang terlibat dalam evaluasi. Untuk menjaga kepentingan individu yang terlibat, evaluasi semestinya didesain agar melindungi hak-hak dan memberi kesejahteraan kepada individu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi pendidikan harus ada. Namun, UN yang tidak menjaga kepentingan dan memberi kesejahteraan kepada individu yang terlibat perlu dipertimbangkan ulang. Saat negara mengharuskan setiap siswa lulus UN (jika gagal akan mengalami penghinaan publik, dicap bodoh), tetapi gagal menyediakan kesempatan belajar yang sama bagi siswa, kebijakan seperti ini hanya melestarikan tumbal-tumbal UN, tidak memberi kesejahteraan kepada individu, sebaliknya justru menghina individu di depan publik secara berkelanjutan. Karena itu, kebijakan pendidikan seperti ini tidak memiliki kredibilitas moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan tingkat dasar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan sarana dan prasarana pendidikan di kota besar, di pedesaan, dan daerah terpencil amat mencolok. Kita lihat anak-anak belajar di ruang kelas seperti kandang ayam atau di bangunan yang hampir roboh. Tidak nyaman. Belum lagi perbedaan kualitas guru yang memengaruhi cara menyampaikan materi. Persoalan ketakadilan, perbedaan akses, dan kesempatan belajar telah ada di tingkat dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketimpangan kesempatan belajar seperti ini, apakah pemerintah (pusat atau daerah) bisa menjamin pelecehan dan penghinaan publik atas individu tidak terjadi dengan memaksakan UN? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesempatan belajar yang sama itu telah ada dan siswa secara faktual menunjukkan telah belajar, tidak akan ada siswa yang tidak lulus. Namun, apa faktanya? Dalam setiap UN masih banyak siswa tidak lulus. Mereka tidak lulus karena lingkungan sosial dan sekolah tidak memberi kesempatan belajar yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik agenda ujian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika baik di balik agenda ujian dan akuntabilitas pendidikan adalah setiap anak dapat kesempatan belajar yang sama, terbukti dengan praksis pengalaman belajar itu sendiri. Logika ini menuntut negara memberi layanan pendidikan berkualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan politis untuk memberi kesempatan belajar, terutama terhadap mereka yang tidak memiliki akses belajar. Tanpa perubahan kualitas layanan pendidikan, anak-anak miskin yang bersekolah di sekolah miskin akan tersingkirkan. Mereka terancam tidak lulus secara berkelanjutan dan penghinaan publik yang diterimanya akan semakin besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan jika anak-anak yang tidak lulus UN ada yang memilih tidak mengulang, putus sekolah, karena tidak ingin martabatnya diinjak-injak dua kali. Jika ini terjadi terhadap siswa SD, kebijakan pendidikan kita benar-benar immoral sebab secara sengaja membiarkan anak-anak ini diinjak-injak martabatnya dan hancur masa depannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan kebijakan UN, apa pun bentuknya, dan memaksa anak untuk lulus, tetapi pemerintah gagal menyediakan akses dan kesempatan pendidikan yang sama merupakan kebijakan politik yang melanggar keadilan sosial. Lebih dari itu, membiarkan anak didik mengalami penghinaan publik berkelanjutan karena dipaksa gagal merupakan kebijakan politik pendidikan yang immoral dan tidak bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni Koesoema A Mahasiswa Pascasarjana Boston College Lynch School of Education, Boston&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-5969067016103545487?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/5969067016103545487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=5969067016103545487&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5969067016103545487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5969067016103545487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/kliping-koran.html' title='Kliping Koran'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-7953258455621628729</id><published>2007-11-27T23:23:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T23:55:03.410-08:00</updated><title type='text'>Guru dan Kurikulum</title><content type='html'>Seorang teman yang kebetulan pejabat di Dinas Pendidikan cerita kalau anaknya keempatnya yang baru lulus TK yang dimasukkan di SD favorit  di daerahnya  mogok sekolah. Usut punya usut, ternyata marah pada guru yang menolak menerima hasil pekerjaan rumahnya yang belum seratus persen jadi. &lt;br /&gt;Karena penasaran ingin mengetahui bagaimana guru dari sekolah favorit itu memberi PR pada anak iseng-iseng saya minta diperlihatkan jenis PR nya. Harapannya bisa belajar bagaimana guru sekolah favorit memberi tugas muridnya sehingga bisa nambah wawasan. Maklum sebagai pengawas sekolah kadang perlu memberi contoh kepada teman-teman guru.&lt;br /&gt;Beberapa hari berikutnya ternyata teman saya tersebut memperlihatkan  buku PR anaknya. Mata pelajarannya Agama Islam. Pekerjaan rumah yang diberikan kepada anak teman saya itu ternyata menulis  surat Al Fatihah dalam bahasa indonesia. Sederhana bukan? Ya, memang tugas itu sangat sederhana untuk ukuran kita, karena hanya mengubah lafal al fatihah yang di luar kepala menjadi tulisan di buku. Tapi coba anda bayangkan bagaimana anak kelas I SD, yang belum genap satu bulan belajar harus mengerjakan tugas ini! Bukankah cukup sulit mengubah lafal huruf arab menjadi tulisan dengan huruf latin? Bukankah ini diperlukan kemampuan transliteracy yang baik? Lalu sejauh manakah penguasaan huruf anak kelas I sekolah dasar itu? Barangkali kita berfikir : karena di sekolah favorit ya butuh penguasaan yang lebih tinggi di banding sekolah lain. itulah yang membedakan sekolah favorit dengan yang bukan favorit.&lt;br /&gt;Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan, penasaran saya menjadi-jadi. Sampai di rumah penasarannya tak hilang. Untuk menghilangkan rasa penasaran itu kemudian saya mencoba untuk membuka kurikulum Sekolah dasar. Setelah bolak-balik dan cari sana-sini saya temukan file standar isi Pendidikan Agama Islam di Sekolah dasar. Saya coba buka standar isi untuk kelas I semester I. Alhamdulillah ketemu. Disana tercantum  kompetensi dasarnya adalah : dapat melafalkan surat al fatihah. &lt;br /&gt;Melihat ini saya jadi terkejut dan  sekaligus heran. Kalau kompetensi dasarnya dapat melafalkan surat al-fatihah bukankah sudah tercapai jika anak bisa melafalkannya dengan lancar. Bukankah kompetensi yang dituntut tidak sampai pada menuliskan surat al fatihah? &lt;br /&gt;Sampai saat ini, saya tidak tahu persis apa yang menyebabkan guru anak teman saya tersebut melakukan itu. Apa karena tidak membaca isi kurikulum atau mungkin tidak tahu isi kurikulum? Atau mungkin karena dalam buku (LKS) nya berbunyi begitu sehingga dia mengajarkannya demikian? Inikah yang disebut favorit?&lt;br /&gt;Tidakkah guru anaknya teman saya tersebut menyadari dampak psikologisnya bagi anak, jika dia menolak hasil pekerjaan anak yang belum selesai yang itu diluar kemampuan anak? Bagaimana kalau anak itu sampai mogok terus dan tidak mau melanjutkan sekolah?&lt;br /&gt;Barangkali ini saatnya melakukan perubahan, seiring dengan adanya sertifikasi guru mari kita kembali pada cara mengajar yang benar. Menjadikan kurikulum sebagai acuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-7953258455621628729?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/7953258455621628729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=7953258455621628729&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7953258455621628729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/7953258455621628729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/guru-dan-kurikulum.html' title='Guru dan Kurikulum'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2615179492836251737</id><published>2007-11-27T19:53:00.001-08:00</published><updated>2007-11-27T19:54:45.396-08:00</updated><title type='text'>Pengelolaan Sekolah Kita</title><content type='html'>Saat ini pendidikan kita masih dihadapkan pada persoalan-persoalan seputar mutu pendidkan dan pmerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Mana yang lebih dulu perlu dipecahkan menjadi bahan perdebatan yang seru. Ada kelompok yang lebih mengedepankan pemerataan lebih dulu denga alasan keadilan, tetapi ada pula kelompok yang lebih mengutamakan mutu karena untuk mengejar ketertinggalan. &lt;br /&gt;Sayangnya banyak praktisi pendidikan yang justru tidak melakukan dua-duanya. Meningkatkan mutu tidak dan memperluas pemerataanpun tidak.&lt;br /&gt;Tengoklah ke sekolah, gali lebih dalam bagaimana sekolah dikelola. Pada awal tahun saat penerimaan siswa baru sekolah-sekolah yang berorientasi pada mutu mestinya sudah berani mengambil pilihan membatasi jumlah siswa yang diterima. Pembatasan ini tidak hanya didasarkan pada ketersediaan ruang kelas tetapi juga mempertimbangkan beban guru dalam mengajar. Pembatasan jumlah murid dalam satu kelas menjadi kelas kecil dengan jumlah yang memungkinkan guru bisa memberikan perhatian kepada murid adalah bukti konkrit orientasi sekolah pada mutu yang tinggi. &lt;br /&gt;Pertanyaan yang patut diajukan adalah : ada berapa sekolah yang sudah melakukan hal ini? Alasan yang dikemukan selalu saja tentang biaya. Alasan klasik. Penulis punya keyakinan kalau sekolah bisa membuktikan bahwa sekolah bisa memberikan nilai tambah yang nyata, orang tua pasti akan memberikan dukungan. Selama ini dukungan masih belum optimal karena orang tua merasa bahwa nilai tambah yang diberikan oleh sekolahpun belum optimal. &lt;br /&gt;Kenyataan kedua yang bisa dijadikan indikator bahwa masih belum banyak sekolah belum berorientasi pada mutu bisa dilihat dari anatomi RAPBS/APBSnya. Tengoklah berapa prosen anggaran yang dialokasikan untuk buku perpustakaan, alat pelajaran, bahan praktek. Sudahkan pengalokasiannya berpihak pada peningkatan mutu? Kalau sudah lihatlah realisasinya. Apakah rencana anggaran itu sudah direalisasi sesuai rencana? Jika jawabnya sudah coba gali lebih dalam bagaimana pemanfaatannya, adakah upaya-upaya konkrit untuk itu? &lt;br /&gt;Kita semua menyadari bahwa sekolah adalah lembaga pendidikan. Core bisnisnya atau kegiatan pokoknya adalah PROSES PEMBELAJARAN. Inti proses pembelajaran adalah interaksi siswa dengan sumber belajar dengan guru sebagai fasilitator dan sumber belajar. Karena PROSES PEMBELAJARAN atau Kegiatan belajar mengajar adalah CORE BISNIS nya sekolah maka mestinya sumber daya sekolah diarahkan untuk memperbaiki kualitas kegiatan utama sekolah (KBM) itu. Kegiatan-kegiatan lain di sekolah adalah dalam rangka keberhasilan KBM. Berkaitan dengan tugas pokok sekolah yang demikian maka pertanyaan yang muncul adalah : berapa prosen waktu yang digunakan kepala sekolah yang diarahkan secara langsung untuk memperhatikan kualitas KBM? Pertanyaan yang lebih spesifik adalah berapa frekwensi kepala sekolah melukan supervisi sehingga dia tahu betul mana guru yang KBM nya berkwalitas dan mana yang belum? Bantuan profesional apa yang sudah dilakukan oleh kepala sekolah kepada guru untuk memperbaiki KBM? Punyakah kepala sekolah progres kemajuan kelas dalam KBM yang diupdate setiap saat? Berapa jam dalam satu hari di sekolah yang digunakan untuk mengikuti perkembangan peningkatan KBM? &lt;br /&gt;Dari pengamatan sepintas (semoga pengamatannya salah) KBM sebagai core bisnis sekolah belum mendapatkan perhatian yang PROPORSIONAL oleh kepala sekolah. Bahkan pada beberapa kasus kepala sekolah lebih sibuk mengurusi yang lain-lain dibandingkan dengan perhatiannya kepada kegiatan belajar mengajar. Bahkan ada yang melimpahkan sepenuhnya KBM kepada wakil/urusan kurikulum.&lt;br /&gt;Dari indikator-indikator ini barangkali cukup untuk mengatakan bahwa kita masih setengah hati meningkatkan mutu pendidikan. (BERSAMBUNG)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2615179492836251737?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2615179492836251737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2615179492836251737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2615179492836251737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2615179492836251737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/pengelolaan-sekolah-kita.html' title='Pengelolaan Sekolah Kita'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-3473344500912384605</id><published>2007-11-27T19:51:00.001-08:00</published><updated>2007-11-27T19:53:18.071-08:00</updated><title type='text'>Beberapa Kelemahan Guru Dalam KBM</title><content type='html'>Tulisan ini bukan merupakan kesimpulan atas kinerja guru secara umum, tetapi hanyalah merupakan temuan penulis selama melaksanakan supervisi kunjungan kelas pada beberapa sekolah yang menjadi binaan penulis ditambah dengan pengamatan penulis pada saat mengikuti kegiatan lesson study MGMP Bahasa Inggris beberapa waktu yang lalu. Sengaja diberi judul demikian karena yang akan dipaparkan adalah kelemahan-kelemahan yang nyata ditemukan penulis. Hal ini dimaksudkan agar bisa menjadi input bagi para guru untuk memperbaiki kegiatan pembelajarannya.&lt;br /&gt;Dari pengamatan penulis terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dapat dikemukakan beberapa kelemahan antara lain :&lt;br /&gt;1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran&lt;br /&gt;RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir.&lt;br /&gt;Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.&lt;br /&gt;Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar.&lt;br /&gt;Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa.&lt;br /&gt;Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.&lt;br /&gt;3. Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa.&lt;br /&gt;Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku "menyimpang" seperti: melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi pembelajaran.&lt;br /&gt;4. Penggunaan papan tulis yang kurang tepat&lt;br /&gt;pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak disimpulkan.&lt;br /&gt;5. Tidak melaksanakan evaluasi&lt;br /&gt;Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa&lt;br /&gt;Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa. Kepala sekolah dapat berperan dalam perbaikan proses pembelajaran ini dengan cara lebih sering melaksanakan supervisi kunjungan kelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-3473344500912384605?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/3473344500912384605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=3473344500912384605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/3473344500912384605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/3473344500912384605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/beberapa-kelemahan-guru-dalam-kbm_27.html' title='Beberapa Kelemahan Guru Dalam KBM'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2589875459222869254</id><published>2007-11-27T19:51:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T19:53:11.173-08:00</updated><title type='text'>Beberapa Kelemahan Guru Dalam KBM</title><content type='html'>Tulisan ini bukan merupakan kesimpulan atas kinerja guru secara umum, tetapi hanyalah merupakan temuan penulis selama melaksanakan supervisi kunjungan kelas pada beberapa sekolah yang menjadi binaan penulis ditambah dengan pengamatan penulis pada saat mengikuti kegiatan lesson study MGMP Bahasa Inggris beberapa waktu yang lalu. Sengaja diberi judul demikian karena yang akan dipaparkan adalah kelemahan-kelemahan yang nyata ditemukan penulis. Hal ini dimaksudkan agar bisa menjadi input bagi para guru untuk memperbaiki kegiatan pembelajarannya.&lt;br /&gt;Dari pengamatan penulis terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dapat dikemukakan beberapa kelemahan antara lain :&lt;br /&gt;1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran&lt;br /&gt;RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir.&lt;br /&gt;Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.&lt;br /&gt;Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar.&lt;br /&gt;Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa.&lt;br /&gt;Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.&lt;br /&gt;3. Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa.&lt;br /&gt;Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku "menyimpang" seperti: melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi pembelajaran.&lt;br /&gt;4. Penggunaan papan tulis yang kurang tepat&lt;br /&gt;pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak disimpulkan.&lt;br /&gt;5. Tidak melaksanakan evaluasi&lt;br /&gt;Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa&lt;br /&gt;Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa. Kepala sekolah dapat berperan dalam perbaikan proses pembelajaran ini dengan cara lebih sering melaksanakan supervisi kunjungan kelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2589875459222869254?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2589875459222869254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2589875459222869254&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2589875459222869254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2589875459222869254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/beberapa-kelemahan-guru-dalam-kbm.html' title='Beberapa Kelemahan Guru Dalam KBM'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-1844066779147766955</id><published>2007-11-25T16:51:00.000-08:00</published><updated>2007-11-25T17:00:05.251-08:00</updated><title type='text'>Kendal Juara II Tuntas Madya Lomba Wajar Dikdas Tingkat Propinsi Jawa Tengah</title><content type='html'>Kabupaten Kendal pada tahun 2007 berhasil menorehkan prestasi di Tingkat Propinsi sebagai Juara II Lomba Wajar Dikdas. Dengan APK 85,75 Kabupaten Kendal berhasil mengungguli Kabupaten 11 Kabupaten lain dalam pelaksanaan Wajar Dikdas. &lt;br /&gt;Dalam lomba ini selain peningkatan angka partisipasi kasar (APK) yang termasuk unsur penilaian adalah manajemen wajar dikdas antara lain adalah : komitmen pemda dalam pelaksanaan wajar dikdas, upaya-upaya yang dilakukan oleh tim koordinasi serta bentuk-bentuk sosialisasi dalam rangka mensukseskan wajar dikdas.&lt;br /&gt;dalam lomba ini keluar sebagai juara I adalah kabupaten Banjarnegara, disusul jauar II Kabupaten Kendal dan juara III kabupaten Pekalongan.&lt;br /&gt;Penerimaan piala dan piagam dilaksanakan di Hotel Beringin Salatiga oleh Waklil Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. Selain piala dan piagam juga diberikan hadiah berupa uang pembinaan masing-masing Rp. 30 juta untuk juaran I, 25 juta untuk juara II dan juara III mendapatkan 20 juta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-1844066779147766955?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/1844066779147766955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=1844066779147766955&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1844066779147766955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1844066779147766955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/kendal-juara-ii-tuntas-madya-lomba.html' title='Kendal Juara II Tuntas Madya Lomba Wajar Dikdas Tingkat Propinsi Jawa Tengah'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-590089391816937517</id><published>2007-11-22T01:54:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T02:06:24.281-08:00</updated><title type='text'>Merumuskan Visi dan Misi</title><content type='html'>Ada dua orang pemimpin. Sebut saja Anwar dan Muksin. Anwar memimpin 500 orang. Demikian juga Muksin. Masing-masing merupakan pemimpin yang baik dan disukai. Anwar, sebagai kepala rumah sakit memimpikan agar ke 500 orang tadi akan menjadi orang-orang yang berjiwa wiraswasta dan bersama menghasilkan sebuah rumah sakit terbaik di negaranya. Muksin juga seorang kepala rumah sakit, bagi Muksin hal yang terpenting adalah agar rumah sakitnya stabil dan berjalan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, apakah kualitas kedua pemimpin tadi berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah bahwa walaupun seorang pemimpin tidak mempunyai rumah, kendaraan, atau uang yang cukup, namun selama ia memiliki suatu visi dan misi yang jelas, orang ini masih lebih kaya daripada seseorang yang memiliki semua hal tadi, tetapi tidak memiliki visi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa visi itu dibuat ?&lt;br /&gt;Pernahkah Anda melihat seorang yang bekerja dengan energi yang besar, terus bergairah dan pantang menyerah bahkan ketika ia sudah beberapa kali mengalami kegagalan berturut-turut? Orang-orang seperti ini seringkali menghasilkan hal-hal yang menakjubkan. Contoh orang-orang seperti ini adalah Marco Polo, sang penjelajah yang berhasil mencapai Cina ketika orang tidak ada yang berani melakukan apa yang ia bayangkan. Contoh lain adalah Tomas Alfa Edison yang memimpikan adanya lampu pijar yang tahan lama. Selain itu ada pula tokoh seperti Madame Curie yang menemukan radium. Di zaman kini, kita mengenal orang-orang seperti Bill Gates, Steve Job, dan para perancang di perusahaan telpon Nokia. Di Indonesia, kita mengenal orang-orang seperti pak Ciputra. Ketika orang hanya melihat Ancol sebagai tempat terpencil dan tepi pantai yang tidak menarik, ia memimpikan suatu taman ria di sana. Kita mengenal juga orang seperti Ali Sadikin yang membuat Jakarta berubah dari kampung besar menjadi kota metropolitan. Juga orang-orang seperti Gus Dur, Mother Teresa, John Robbins, Al Gore, dan sebagainya. Semua orang-orang tadi hidup di zaman yang sama dengan kita. Seperti kita mereka melihat, mendengar, dan mengalami hal-hal yang sama dengan kita. Namun mereka tidak berhenti disana. Mereka melihat ke masa depan. Mereka membayangkan hadirnya sesuatu yang lebih indah, lebih unggul, lebih bermakna dan lebih berguna bagi banyak orang. Dengan kata lain, mereka memiliki visi atau impian. Visi itu membuat mereka dapat memfokuskan impian mereka untuk mewujudkannya. Visi ini membuat mereka terdorong bekerja keras dan pantang undur untuk mengejarnya. Mereka membuat dunia lebih baik, sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian bukanlah suatu fantasi tentang masa depan yang muncul sebagai hasil angan-angan saja. Visi bukanlah suatu impian yang tidak ada dasarnya sama sekali. Contoh impian yang tidak berdasar adalah apa yang dimiliki oleh Budi. Budi memiliki impian untuk menjadi juara dunia gulat mengalahkan Hulk Hogan. Budi yang kini berusia 28 memiliki berat hanya 49 kilogram dengan tinggi badan 158 cm. Hobbynya adalah bermain catur. Kegiatan sehari-harinya adalah surfing di internet, berkuliah di bidang media design dan bermain catur. Budi memiliki visi yang lebih merupakan fantasi karena tidak berdasar pada kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah visi itu&lt;br /&gt;Visi adalah suatu gambaran mental tentang apa yang akan hadir di masa depan. Disatu pihak, gambaran tadi berdasarkan pada apa yang merupakan kenyataan pada saat ini, namun sekaligus juga merupakan suatu lompatan. Seorang yang memiliki visi berarti memiliki suatu keyakinan bahwa hal itu dapat terjadi. Ia yakin bahwa sesuatu yang lebih indah, lebih bermutu dan lebih sempurna akan hadir di masa depan, dan ia dapat memainkan suatu peran untuk membuat hal itu terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh hal itu adalah ketika Lee Kuan Yew mengajak rakyat Singapore untuk memimpikan suatu Singapore yang modern. Pada waktu itu keadaan masyarakat sedang guncang dan morat-marit karena pisahnya Malaya dari kesatuan Singapore - Malaya. Ia mengajak seluruh anak bangsanya untuk bekerja keras mewujudkan impian tadi, dan mereka berhasil. Dalam 20 tahun hasilnya sangat kentara. Impian Lee Kuan Yew memang menggemakan impian dari rakyatnya. Karena adanya impian tadi, maka rakyat bekerja keras dan bersedia mengurbankan banyak kenyamanan kelompok atau pribadi. Ketika Ir. Cacuk mengambil alih pimpinan Telkom, ia memimpikan Telkom yang bermutu dan profesional. Pada waktu itu, layanan Telkom sangat buruk. Ir. Cacuk bekerja keras dengan teamnya, dan sebagai hasilnya Telkom menjadi BUMN yang menguntungkan dan merupakan gudang orang bermutu. Tanpa Telkom seperti sekarang maka industri warnet, wartel dan berbagai koneksi tidak akan hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa beda visi dengan misi?&lt;br /&gt;Pertama, visi adalah gambaran mental. Kedua, visi juga adalah sesuatu yang ada di masa depan. Karena kedua aspek itu, maka visi seringkali bersifat abstrak, arah umum dan cenderung abstrak. Misi adalah perwujudan dari visi tadi. Bila visi adalah impian, maka misi adalah wujud atau bentuk dari impian tadi. Misalnya, impian Anda adalah memiliki sebuah pusat pembelajaran yang ikut membangun bangsa serta mensejahterakan banyak orang. Maka misi Anda mungkin mewujudkan suatu lembaga pelatihan kewiraswastaan. Dapat juga misi Anda adalah mewujudkan suatu universitas yang khusus mendidik orang untuk menjadi manager profesional yang baik. Misi juga dapat merupakan rumusan apa yang secara nyata Anda akan lakukan untuk menghasilkan impian tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Visi dan Misi&lt;br /&gt;Jadi, visi dan misi membuat pemiliknya terdorong untuk memfokuskan hidup mereka. Visi dan misi yang tajam bahkan dapat ditawarkan untuk menjadi visi dan misi bersama (shared-vision). Dengan visi bersama, maka semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk mencurahkan energinya untuk mewujudkan hal tadi. Fantasi tidak akan memiliki kekuatan untuk menggerakkan orang serupa itu karena fantasi tidak dimulai dari kenyataan yang diterima bersama melainkan kenyataan yang dihayati secara pribadi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 jenis manusia berdasarkan visinya&lt;br /&gt;Setelah menyadari makna visi dan misi tadi, maka perlu kita kenali bahwa sekurangnya ada lima jenis manusia dalam berurusan dengan visi dan misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah adanya orang yang tidak mengetahui bahwa visi dan misi adalah penting. Mereka menyibukkan diri dengan tugas dan kegiatan rutin sehingga hidupnya merupakan rangkaian dari suatu aktifitas ke aktifitas lain tanpa didasari kejelasan arah. Mereka hidup dan bekerja tanpa desain dasar. Jadi, mereka adalah bagaikan tukang bangunan yang sibuk mendirikan rumah tanpa kejelasan gambaran rumah yang ingin dihasilkannya. Mereka adalah bagaikan sepasukan tentara yang terus-menerus terjun ke suatu wilayah tanpa mempertimbangkan bahwa bila mereka memiliki suatu landasan pesawat terbang, mereka dapat berada disana tanpa terlalu sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis manusia kedua adalah manusia yang mengetahui bahwa visi dan misi adalah hal yang sangat penting untuk mencapai sukses. Namun mereka tidak kunjung menyediakan waktu untuk memikirkan dan merumuskan visi serta misi pribadi bahkan juga tidak merumuskan visi dan misi organisasinya. Hanya bila segala sesuatunya dirasakan berjalan ke arah yang tak menentu baru mereka mempercakapkan perlunya kehadiran visi dan misi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis manusia yang ketiga adalah orang yang menyadari pentingnya visi dan misi, telah berusaha menyusun rumusannya, namun karena metodenya keliru dan pemahamannya terbatas, maka visi dan misi tadi kekurangan suatu aspek penting. Visi dan misi tadi tidak menghasilkan hal yang bermanfaat bagi orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis manusia yang keempat adalah manusia yang lebih bermutu. Mereka menyadari, mengupayakannya, serta memiliki metode yang benar sehingga memiliki rumusan visi dan misi yang baik. Namun mereka belum memiliki bekal yang cukup dan cocok untuk menggapai visi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis manusia yang kelima adalah manusia yang berhasil mewujudkan visi dan misinya setelah mengumpulkan bekal yang diperlukannya setelah mereka menjadi manusia yang keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa pentingkah adanya visi dan misi tadi untuk diri kita, untuk keluarga dan untuk organisasi kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, visi dan misi akan menolong kita untuk menyusun cara mencapai atau strategi menggapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, visi dan misi kita akan menolong merumuskan prioritas bahkan menghindarkan kita melakukan apa yang tidak berguna bagi pencapaiannya. Dengan demikian kita hidup dengan efektif dan efisien. Berbagai godaan dan pilihan yang menyimpangkan kita dari arah kita dapat ditolak karena kita memiliki kriteria yang jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, adanya visi dan misi yang jelas akan mempermudah kita menginspirasikan orang yang ada bersama kita untuk mengejar dan mewujudkannya. Mereka memiliki kepastian kemana kita pergi dan kemana kita tidak akan berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, adanya visi dan misi menolong kita untuk mengevaluasi diri apakah kita sudah mendekati atau menjauhi visi dan misi tadi. Kita dapat juga mengevaluasi kecepatan gerak kita ke arah yang kita tuju. Hal ini sama seperti ketika seorang penjelajah kutub utara yang dapat mengukur berapa jauh ia sudah berjalan menuju kutub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mulai menyusun visi dan misi pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat atau menyusun visi dan misi dimulai dengan memandang realita yang ada secara objektif. Orang mau menyusun visi dan misi ini mulai dengan mempertanyakan dirinya beberapa hal yang penting seperti: "Siapakah aku ini, dari mana aku datang, bagaimana riwayat atau masa laluku, apakah hal-hal yang paling bermakna bagiku, dan hal-hal apa yang orang anggap aku lakukan dengan baik." Kemudian ia juga mempertanyakan lebih lanjut apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan-kelemahannya. Selanjutnya, barulah ia mempertanyakan apa yang ia yakin dapat dan patut hadir di masa depannya, berdasarkan dengan kenyataan yang kini ia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Visi dan Misi yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebelum membuat rumusan visi, maka kita harus mengenali ciri-ciri visi dan misi yang baik. Dengan visi dan misi seharusnya akan menjadi dasar inspirasi bagi banyak orang, maka visi dan misi ini harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Singkat - sehingga mudah diingat dan dipahami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Konsepnya harus sederhana dan padat sehingga orang yang sederhanapun tidak mengalami kesulitan untuk memahaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Karena orang banyak memiliki aspek emosi, nalar dan perilaku, maka visi dan misi tadi harus mampu menyentuh emosi orang dan menjadi tumpuan yang mengilhamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Selain itu, visi dan misi tadi harus mudah diingat dan karenanya harus menimbulkan gambaran mental. Misalnya, misi untuk menghasilkan sebuah komputer sederhana untuk tiap rumah digambarkan sebagai memberikan stop kontak bagi tiap rumah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-590089391816937517?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/590089391816937517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=590089391816937517&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/590089391816937517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/590089391816937517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/merumuskan-visi-dan-misi.html' title='Merumuskan Visi dan Misi'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2012650863913890233</id><published>2007-11-22T01:46:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T01:48:01.820-08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN</title><content type='html'>Manajer Sukses vs Manajer Efektif&lt;br /&gt;15 Aug 2002 00:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Bambang Adi Subagio, M.M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang lebih penting, menjadi manajer sukses atau menjadi manajer efektif? Jika dihadapkan pada pertanyaan ini mungkin Anda sedikit bingung. Apakah manajer efektif tidak otomatis menjadi manajer sukses? Bukankah seseorang manajer disebut sukses karena dia efektif? Nah sebelum ngelantur lebih jauh sebaiknya kita menyamakan bahasa terlebih dulu. Manajer sukses adalah manajer yang mempunyai indeks sukses di atas rata-rata manajer lainnya, di mana indeks sukses merupakan rasio antara tingkat manajerial yang berhasil dicapai dan masa kerja. Manajer efektif, di lain pihak, adalah manajer yang berhasil mencapai prestasi kerja tinggi dibanding dengan standar yang telah ditentukan, serta mampu melakukan pekerjaan melalui orang lain dengan tingkat kepuasan dan komitmen yang tinggi. Dalam kenyataan memang tidak tertutup kemungkinan bahwa seorang manajer sukses sekaligus juga menjadi manajer efektif. Namun karakteristik kedua jenis manajer ini tetap dapat dibedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda tugas atau pekerjaan manajer pada umumnya? Jawaban yang paling populer mungkin adalah POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Maka tidak heran apabila Anda juga menjawab demikian. Hal ini dapat dimengerti karena dalam kurun waktu yang cukup lama - sejak Henri Fayol mengemukakan pemikirannya yang sangat terkenal ‘The five Fayolian functions of management’ (Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, dan Controlling) - para manajer sejagad meyakini (atau diyakinkan) bahwa tugas atau pekerjaan manajer hanya melakukan kelima fungsi manajemen tersebut. Namun berdasarkan penelitian beberapa pakar manajemen, di antaranya Henry Mintzberg, John Kotter dan Fred Luthans diperoleh gambaran yang lebih komprehensif bahwa tugas manajer sebenarnya tidak hanya melakukan kelima fungsi manajemen seperti yang dikemukakan oleh Fayol tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintzberg mengatakan bahwa pekerjaan manajer terdiri dari banyak pekerjaan pendek (brief) yang tidak selalu berkesinambungan (disconnected) dan mereka sering terlibat dalam hubungan dengan banyak orang, baik di dalam maupun di luar organisasi. Lebih jauh dikatakan pula bahwa manajer mempunyai banyak peran dan mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan peran yang dimainkannya. Dalam hal hubungan interpersonal, manajer berperan sebagai figur kepala, pemimpin dan penghubung. Dalam hal informasional mereka berperan sebagai pengawas, penyebar informasi dan juru bicara. Kemudian sebagai pengambil keputusan mereka berperan sebagai wirausaha, pemecah masalah, pengalokasi sumber daya, dan negosiator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Kotter dari Harvard Business School menambahkan bahwa pekerjaan manajer tidak hanya melulu melakukan ‘Fayolian functions’. Lebih dari itu para manajer menggunakan sebagian besar waktu mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, melalui pertemuan-pertemuan guna mendapatkan dan/atau memberi informasi, yang oleh Kotter disebut sebagai ‘membangun jejaring (networking)’. Melalui cara ini manajer dapat membuat ‘agenda’ sebagai hasil kompromi, serta sedikit melonggarkan kekakuan di antara mereka yang kadang-kadang terjadi karena masing-masing mempunyai sasaran berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer Sukses vs Efektif : Empat Aktivitas Manajerial &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah penelitian oleh Fred Luthans dari University of Nebraska, Lincoln. Luthans mengelompokkan pekerjaan manajer dalam empat aktivitas manajerial sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi, yaitu aktivitas yang meliputi pertukaran informasi secara rutin dan pemrosesan pekerjaan tulis-menulis. &lt;br /&gt;Manajemen tradisional, yaitu aktivitas yang terdiri dari perencanaan, pengambilan keputusan dan pengendalian. &lt;br /&gt;Manajemen sumber daya manusia, yaitu aktivitas yang berkaitan dengan aspek perilaku, misalnya motivasi/pemberian dukungan, pendisiplinan/penghukuman, manajemen konflik, staffing, dan pelatihan/pengembangan. &lt;br /&gt;Jejaring (networking), yaitu aktivitas yang meliputi sosialisasi/berpolitik, berinteraksi de-ngan pihak luar, serta hal-hal ‘chit chat’ lainnya yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. &lt;br /&gt;Luthans dapat dikatakan menampilkan uraian tentang pekerjaan manajer yang paling lengkap dibanding Fayol, Mintzberg dan Kotter. Diskripsinya mencakup pendapat klasik dari Fayol (aktivitas manajemen tradisional), aktivitas komunikasi dari Mintzberg dan aktivitas jejaring dari Kotter. Tambahan dari Luthans yang cukup penting dan melengkapi adalah aktivitas manajer pada manajemen sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh para manajer sukses dan manajer efektif, Luthans melakukan penelitian terhadap 248 manajer. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir sepertiga waktu dan tenaga mereka digunakan pada aktivitas komunikasi, sekitar sepertiga pada aktivitas manajemen tradisional, seperlima pada manajemen sumber daya manusia dan kurang-lebih seperlima pada aktivitas jejaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melakukan penelitian secara umum tentang aktivitas manajer, Luthans juga melakukan penelitian secara khusus untuk mengamati apa yang dilakukan oleh kelompok manajer sukses dan juga apa yang dilakukan oleh kelompok manajer efektif. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua kelompok tersebut mempunyai pola aktivitas manajerial yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kelompok manajer sukses, terlihat nyata bahwa mereka mengalokasikan waktu dan tenaga paling banyak pada aktivitas jejaring (48%). Selanjutnya aktivitas komunikasi berada di urutan kedua (28%), manajemen tradisional di urutan ketiga (13%) dan sumber daya manusia adalah aktivitas yang alokasi waktunya paling sedikit (11%). Hal ini menunjukkan bahwa - dengan menggunakan kecepatan promosi sebagai ukuran sukses - manajer sukses lebih banyak menggunakan sebagian besar waktu dan tenaga mereka untuk bersosialisasi, berpolitik, dan berinteraksi dengan pihak luar dibandingkan dengan rekannya yang kurang sukses. Lebih jauh lagi dapat dikatakan bahwa manajer sukses tidak banyak menggunakan waktu dan tenaganya pada aktivitas manajemen tradisional atau pada manajemen sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kelompok manajer efektif, aktivitas yang mendapat perhatian paling besar adalah komunikasi (44%), kemudian manajemen sumber daya manusia (26%), selanjutnya manajemen tradisional (19%), dan yang terakhir jejaring (11%). Dari hasil penelitian tersebut diperoleh gambaran bahwa kontribusi relatif terbesar bagi manajer efektif berasal dari aktivitas yang berorientasi pada aspek manusia, yaitu komunikasi dan manajemen sumber daya manusia. Dengan sendirinya berarti pula bahwa bagi manajer efektif, aktivitas yang berkaitan dengan pembinaan jejaring kurang diprioritaskan, sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh manajer sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian di atas barangkali dapat Anda gunakanan sebagai acuan, atau setidak-tidaknya inspirasi, untuk mengembangkan karir Anda di masa depan - mau menjadi manajer sukses atau manajer efektif. Kalau mau menjadi manajer sukses, perluaslah jejaring dan keterampilan berkomunikasi, sedangkan bila ingin menjadi manajer yang efektif, asahlah kemampuan komunikasi dan penguasaan akan manajemen sumber daya manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tulisan ini mudah-mudahan Anda mendapat inspirasi dan dapat menarik manfaat untuk memilih apakah Anda akan menjadi manajer sukses atau efektif, atau bahkan keduanya - sukses sekaligus efektif. (sumber:http://www.lppm.ac.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2012650863913890233?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2012650863913890233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2012650863913890233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2012650863913890233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2012650863913890233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/manajemen.html' title='MANAJEMEN'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-1373105014504025289</id><published>2007-11-21T16:52:00.001-08:00</published><updated>2007-11-21T17:05:08.818-08:00</updated><title type='text'>Supervisi Guru Bantu</title><content type='html'>Atas dukungan LPMP jawa Tengah, pada bulan Agustus sampai Desember Nanti selain melaksanakan tugas rutin melaksanakan supervisi disekolah saya juga melaksanakan pendataan dan supervisi guru bantu.&lt;br /&gt;Pendataan sudah tuntas saya lakukan. Tetapi supervisi belum semuanya selesai. Pada tahap awal saya hanya melihat bagaimana guru bantu di sekolah binaan saya mempersiapkan administrasi mengajar, kemudian pada tahap berikutnya saya menilai kwalitas adminstrasi mengajar dan kemudian melihat bagaimana penampilan mereka di depan kelas.&lt;br /&gt;Sejauh ini ternyata cukup banyak yang tidak siap ketika saya tanyakan administrasi mengajarnya. baru pada kunjungan kedua mereka menyerahkan adminstrasi mengajar yang seharusnya menjadi kewajiban mereka itu. Itupun ada sebagian yang terpaksa harus datang sendiri menyerahkan administrasi mengajarnya ke kantor saya karena pada saat kunjungan saya yang kedua belum menyiapkan.&lt;br /&gt;Dengan menggunakan IPKG (instrumen Penilaian Kinerja Guru I) saya melakukan penilaian terhadap administrasi mengajar mereka. Hasilnya banyak yang masih di bawah skor 3 dari rentang nilai 1 s.d 4. Itupun saya sudah tidak mempertimbangkan lagi apakah dokumen itu hasil kerja sendiri atau bukan. &lt;br /&gt;Ketika melihat penampilan di depan kelas, ternyata administrasi itu seperti RPP bukan menjadi pedoman. bisa dibayangkan bagaimana kondisi KBM nya. &lt;br /&gt;Namanya juga supervisor, maka dengan gaya santai mereka saya ajak ber refleksi untuk menemukan kekurangan-kekurangan sendiri dan cara memperbaikinya. Kadang-kadang saya juga harus banyak ngomong untuk meluruskan mis konsepsi pengajaran yang menjadi pengetahuan mereka.&lt;br /&gt;Memang harus sabar, andai saja kepala sekolah-kepala sekolah itu mau lebih perhatian pada KBM, saya kok yakin pendidikan ini akan lebih maju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-1373105014504025289?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/1373105014504025289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=1373105014504025289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1373105014504025289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/1373105014504025289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/supervisi-guru-bantu.html' title='Supervisi Guru Bantu'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2574763194972277918</id><published>2007-11-21T16:48:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T16:51:57.704-08:00</updated><title type='text'>BERHATI PELAYAN</title><content type='html'>person high in SQ is also likely to be a servant leader – someone who is responsible for bringing higher vision and value to others and showing them how to use it, in other words a person who inspire others. &lt;br /&gt;– Danah Zohar dan Ian Marshall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanpa kepemimpinan, organisasi tidak dapat menyesuaikan diri dengan dunia yang berubah cepat. Namun, jika pemimpin tidak memiliki hati melayani, maka hanya ada potensi untuk bangkitnya sebuah tirani,” demikian, antara lain, pesan John P. Kotter dan James E. Heskett dalam Corporate Culture and Performance (1992). Kalimat pendek itu menegaskan kembali adanya hubungan yang sangat erat antara kepemimpinan (leadership) dengan pelayanan (service). Agar seorang pemimpin sejati tidak beralih wujud menjadi tiran dan/atau diktator yang suka memaksakan kehendak kepada konstituen yang mengikutinya, maka perlu dipastikan bahwa ia memiliki hati yang senang melayani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotter dan Heskett tidak mengajarkan hal yang sama sekali baru. Sebab bila kita mempelajari dengan seksama berbagai konsep kepemimpinan yang berkembang dalam 50 tahun terakhir, maka akan kita temukan bahwa konsep kepemimpinan yang melayani pernah digagas secara lebih mendalam oleh almarhum Robert K. Greenleaf, mantan eksekutif AT&amp;T dan dosen di berbagai universitas terkemuka seperti MIT dan Harvard Business School, yang juga peneliti dan konsultan terkenal di Amerika. Dalam salah satu karya terbaiknya yang bertajuk Servant Leadership (1977) ––sebuah karya yang mendapat sambutan hangat dan pujian tokoh-tokoh sekaliber Scott Peck, Max De Pree, Peter Senge, Warren Bennis, dan Danah Zohar–– Greenleaf antara lain mengatakan, “… the great leader is seen as servant first, and that simple fact is the key to his greatness”. Perhatikan bahwa Greenleaf menekankan “servant first” dan bukan “leader first”. Seorang pemimpin biasa menjadi pemimpin besar dengan cara melihat dirinya pertama-tama dan terutama sebagai pelayan dan bukan pemimpin. Ia pemimpin juga, tentu. Namun hatinya terutama dipenuhi oleh hasrat melayani konstituennya, melayani pengikutnya, melayani publik atau rakyat yang mengangkatnya menjadi pemimpin. Artinya, jabatan kepemimpinan diterima sebagai konsekuensi dari keinginan yang tulus ikhlas untuk melayani konstituen dan bukan untuk kepentingan egoistik dan selfish, bukan ambisi pribadi yang berangkat dari keinginan berkuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dirunut lebih jauh ke belakang, sosok pelayan sebagai pemimpin dapat kita temukan dalam berbagai ajaran pendiri agama-agama besar, terutama Islam dan Kristiani, namun mungkin juga Hindu, Konfusianisme, maupun Buddhisme. Tak seorang pun di antara guru umat manusia itu yang tidak mendemonstrasikan jiwa dan semangat melayani para konstituen yang mengikutinya dengan tulus hati dan setia, nyaris tanpa pamrih material. Mereka tidak berusaha mengejar jabatan kepemimpinan dulu dan kemudian belajar melayani, melainkan mereka melayani dulu untuk kemudian diterima, diakui, dan diangkat sebagai pemimpin (ini bukan tujuan, tapi konsekuensi). Jadi, pertama-tama dan terutama mereka melihat diri mereka sebagai “pelayan”, khususnya pelayan atau hamba Allah Yang Maha Esa. Dan karena Allah “mengutus” mereka ke dunia, maka demi Allah mereka melayani manusia yang diciptakan Allah itu, entah sebagai homo Khalifatullah atau homo Imago Dei atau apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini kita melihat bagaimana ajaran-ajaran agama mulai (kembali) ditemukan relevansinya untuk dapat diaplikasikan dalam konteks wacana kepemimpinan milenium ketiga. Berbagai ajaran “sesat” yang membuang agama ke pinggir arena kehidupan terbukti keok di tengah jalan (komunisme adalah contoh yang nyata). Ada kehausan spiritual yang nyata dalam masyarakat modern dan pasca modern setelah berbagai “eksperimentasi” dalam memposisikan manusia (meminjam uraian Yasraf Amir Piliang di Kompas, 13/12/2001; hlm.4-5) sebagai the idiological man-nya Orde Lama, the mechanistic man-nya Orde Baru, fragmented man-nya Orde Reformasi, selfish man-nya Hobbes, man of commodity-nya Marx, maupun man of nature-nya Rousseau, atau digital man dan man of speed-nya generasi elektronik, yang ternyata justru menciptakan inhuman realities dan inhuman system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Ordo Creatio&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa untuk kurun waktu yang sangat lama, pemimpin acapkali dipahami sebagai suatu jabatan atau kedudukan elitis yang menuntut dilayani dan bukan melayani. Dengan demikian, mereka yang menjadi pemimpin dianggap (dan menerima anggapan bahwa dirinya) berhak untuk mendapatkan perlakuan istimewa. Bahkan dalam tradisi Barat maupun Timur, pemimpin seringkali dianggap keturunan dewa atau wakil Tuhan yang tak boleh diganggu gugat (leaders can do no wrong). Pemimpin ditempatkan sebagai manusia dari “kasta tertinggi” sementara konstituennya adalah “kasta terendah” yang harus menerima diperlakukan sebagai “alat”, “organ”, atau “obyek”. Pandangan ini “berhasil’ melestarikan status quo raja-raja dan penguasa yang lalim dan sewenang-wenang. Namun dewasa ini pandangan yang demikian telah kehilangan argumentasi untuk dapat dipertahankan. Kesetaraan dalam hubungan antar manusia telah menjadi kesadaran global yang menolak penempatan manusia yang satu di atas manusia yang lain, atas dasar apapun (jenis kelamin, agama, suku, warna kulit, “barat”, “timur”, dsb). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar demikian, maka dalam konteks kepemimpinan kita perlu “mengaudit” kembali “citra diri” (self image) para pemimpin kita. Kita harus menolak siapa saja yang mempersepsi dirinya sebagai “manusia unggul”, “manusia superior”, manusia yang merasa “can do no wrong”. Sebaliknya, kita perlu mencari mereka yang menerima hierarki ordo creatio yang menempatkan ditempat tertinggi hanya Allah semata, yang menempatkan manusia ditempat kedua sebagai homo Khalifatullah atau homo Imago Dei, dan yang menempatkan ditempat ketiga alam semesta sebagai sumberdaya yang harus dikelola secara arif dan bertanggung jawab. Allah adalah Sang Pencipta dan Sang Pemimpin (dengan P besar). Manusia adalah ciptaan yang dicipta dengan potensi daya cipta (creative creature) yang memungkinkan ia menjadi pemimpin (dengan p kecil). Dan alam semesta diciptakan bagi manusia agar manusia itu menjadi manusiawi dengan bertakwa kepada Sang Pemimpin semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran yang tinggi terhadap kesetaraan manusia sebagai sesama ciptaan menempatkan semua manusia sebagai mahluk yang harus mempertanggungjawabkan setiap kata dan perbuatannya kepada Sang Pencipta dan Sang Pemimpin. Dan kesadaran yang demikian hanya mungkin muncul dari hati nurani (conscience) yang bersih, hati nurani yang menuntun akal budi, dan baik hati nurani maupun akal budi itulah yang pada gilirannya menuntun perilaku manusia agar sungguh-sungguh manusiawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, sebagaimana dijelaskan dalam kitab suci agama-agama, manusia kita pahami sekurang-kurangnya sebagai spiritual-moral being, emotional-social-rational being, dan sekaligus physical being. Dengan pemahaman yang demikian kita dapat bersetuju dengan kajian Spiritual Intelligence-nya Danah Zohar dan Ian Marshall dan para pakar SQ lainnya dalam arti kecerdasan spiritual merupakan fondasi bagi berbagai macam jenis kecerdasan lainnya (kecerdasan emosional/EQ maupun kecerdasan intelektual/IQ). Kita dapat menerima pernyataan bahwa SQ adalah “the ultimate intelligence” , karena ia bertalian dengan conscience, life compass, “the hidden, inner truth of the soul”, “sesuatu” yang seharusnya mengarahkan akal budi dan perilaku manusia lebih dari apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah “Indikator” &lt;br /&gt;Benarkah para pemimpin yang berhati pelayan (the servant leader) telah hilang dari negeri ini? Bagaimana kita “mengukur” hati para pemimpin kita? Ini hal yang amat sulit, seperti kata pepatah “Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu”. Namun, sekali pun sulit, Greenleaf memberikan beberapa “indikator” untuk disimak. Pertama, apakah mereka (pemimpin) yang melayani konstituen (rakyat) bertumbuh menjadi lebih manusiawi? Kedua, apakah mereka (pemimpin), menjadi lebih sehat, lebih bijak, lebih bebas, lebih otonom, lebih menyerupai diri mereka dengan menjadi pelayan bagi kontituennya (rakyat)? Ketiga, apakah dampaknya bagi masyarakat; apakah masyarakat memperoleh manfaat, atau, paling sedikit, tidak lebih dirugikan? Keempat, apakah para pemimpin kita memenuhi kriteria untuk disebut sebagai “orang beriman” (have faith)? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan meletakkan sejumlah “indikator” itu dalam konteks Indonesia ––sambil mengingat kasus Aceh, Papua, Ambon, Poso, Buloggate II, Tommy Soeharto, implementasi otonomi daerah, peristiwa banjir, dan lainnya–– kita mungkin dapat bertanya: apakah para pemimpin kita nampak lebih manusiawi, lebih menunjukkan tanda-tanda fungsionalnya hati nurani mereka dalam menyikapi masalah-masalah tersebut?; apakah para pemimpin kita lebih jujur menjadi yang terbaik dari diri mereka sendiri?; apakah para pemimpin kita melaksanakan amanat reformasi total, terutama di bidang penegakkan hukum (pemberantasan KKN), bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, serta lingkungan hidup?; apakah rasa aman dan rasa keadilan bertumbuh ke arah yang lebih baik?; dan apakah cukup alasan untuk mengatakan bahwa para pemimpin kita bukan hanya “beragama” tetapi juga cerdas-bijak secara spiritual? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya khawatir kritik Prof. M.T. Zen masih relevan hingga kini. Guru Besar ITB ini pernah berkata, “Di Indonesia Departemen Kehutanan merusak hutan, Departemen Pendidikan menghancurkan pendidikan, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Departemen Kehakiman (sekarang Departemen Hukum dan Perundang-undangan), dan para pengacara yang seharusnya bekerjasama menegakkan hukum, malah justru memperkosa hukum”. Dan kalau benar demikian, apakah menunggu lahirnya para pemimpin yang berhati pelayan seperti menunggu Godot?  Sumber : Pembelajar.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Andrias Harefa adalah pembelajar sekolah kehidupan. Ia adalah penulis buku-buku best seller dan inisiator website Pembelajar.com dan. Andrias dihubungi di: aharefa@cbn.net.id.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2574763194972277918?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2574763194972277918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2574763194972277918&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2574763194972277918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2574763194972277918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/berhati-pelayan.html' title='BERHATI PELAYAN'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-5604310683069936947</id><published>2007-11-21T16:46:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T16:48:07.884-08:00</updated><title type='text'>Arsip Berita Koran</title><content type='html'>Drs H Utomo MPd, Diganti        &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAGI pegawai negeri, mutasi, rotasi, atau pun diganti, merupakan sebuah kata yang memiliki makna yang kurang lebih nyaris sama artinya. Dipindahkan ke tempat/pekerjaan yang berbeda dari posisi sebelumnya. Itu terjadi pada diri Drs H. Utomo MPd. Sejak beberapa waktu yang silam, dia dimutasi dari Kasubdin Pendidikan dan Pengajaran menjadi Pengawas mata pelajaran MIPA. Selain dimutasi ke tempat baru yang ‘memprihantinkan’, Utomo yang dikenal sebagai sosok pejabat pekerja keras ini pun harus kehilangan jabatan satunya lagi, yakni dicopot sebagai Manajer Dana Operasional Sekolah (BOS). Sebagaimana SK Bupati Kendal, mulai tahun ini posisinya digantikan oleh rekannya Ibnu Darmawan SPd, Ka TU Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal. Tapi bagi Utomo pergantian tersebut, merupakan hal yang wajar saja. Apalagi kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tangan atasannya H Mulyadi SH, MM. “Tidak masalah, di mana pun ditempatkan, saya siap mengabdi all out bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kendal,” ujarnya santai tatkala ditemui, Kamis (26/1) kemarin. (cw9)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-5604310683069936947?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/5604310683069936947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=5604310683069936947&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5604310683069936947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5604310683069936947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/arsip-berita-koran_5533.html' title='Arsip Berita Koran'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-4905816622927890229</id><published>2007-11-21T16:43:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T16:45:24.124-08:00</updated><title type='text'>Arsip berita koran</title><content type='html'>Mutasi Utomo Disesalkan        &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KENDAL- Mutasi Kepala Subdinas Pendidikan dan Pengajaran (Kasubdin PP) Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Drs H. Utomo MPd, amat disesalkan komunitas pendidikan di Kendal. Pasalnya, mereka merasa sukar sekali mencari sosok pejabat seperti Utomo yang dikenal sebagai pekerja keras, bersih, disiplin, cerdas, pintar dan tidak mata duwitan. Puluhan PNS baik yang di Subdin PP maupun Subdin lainnya ketika ditemui Radar, Rabu (21/12) mengatakan, pemindahan Utomo dari Subdin PP ke Pengawas, sama saja dengan mengkotak karier yang bersangkutan. “Kami tidak mengetahui, sebenarnya pendidikan di Kendal ini mau dibawa ke mana, sih. Apa salah Pak Utomo. Mengapa orang yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya malah dimutasi,” ujarnya tak habis pikir. Sudah bukan rahasia lagi, keberhasilan dan nafas Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, amat diwarnai kiprah Kasubdin PP. Dalam bekerja Utomo, tidak pernah menanyakan, berapa imbalan yang akan diterimanya. Bila perlu, dia siap menggunakan uang pribadi. Berkat perjuangannya ini pula Kendal berulangkali berhasil menorehkan prestasi siswa maupun guru, di tingkat propinsi dan nasional. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Mulyadi SH MM yang paling mengetahui alasan pemindahan Utomo, tidak berada di kantornya. Menurut stafnya, Rabu pagi pukul 05.00, Mulyadi berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya dengan menggunakan ONH Plus. Utomo yang merangkap sebagai Sekretaris Dewan Pendidikan serta Manajer BOS, digantikan Kabag Humas Drs H. Muryono SH, MPd. Utomo yang dimintai komentarnya, berulangkali menyatakan, kesiapannya dipindah ke manapun, sesuai keinginan atasannya. Seorang PNS yang baik, bukan minta atau menanyakan akan di tempatkan di mana kelak, melainkan apa yang dapat dilakukan semaksimal mungkin untuk memajukan dunia pendidikan. Di manapun dia diletakkan. (cw9) Sumber: Radar Pekalongan online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-4905816622927890229?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/4905816622927890229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=4905816622927890229&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4905816622927890229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/4905816622927890229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/arsip-berita-koran_21.html' title='Arsip berita koran'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-5378225642152950535</id><published>2007-11-21T16:38:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T16:43:07.729-08:00</updated><title type='text'>Arsip Berita Koran</title><content type='html'>Ka Dinas P&amp; K Bangga Miliki Sosok Utomo        &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KENDAL - Kepala Dinas P dan K Kabupaten Kendal H Mulyadi SH MM berulangkali memuji sosok Kepala Subdinas Pendidikan dan Pengajaran (Kasubdin PP) Drs H Utomo yang dimutasi menjadi pengawas. Hal itu disampaikan dalam acara serah terima jabatan dari Kasubdin PP lama kepada pejabat baru, Drs H Muryono SH, di Aula P&amp;K, Kamis (16/2). Sebelumnya, Muryono menjadi Kabag Humas. Di depan Kasubdin, Staf Dinas P&amp;K, dalam sambutannya lebih jauh Mulyadi yang baru saja menunaikan ibadah haji bersama istrinya menyatakan, Kasubdin PP lama dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi, bekerja keras untuk memajukan dunia pendidikan serta tangguh dan tegas. Oleh sebab itu, pejabat yang baru, Muryono, diminta agar meniru sepak terjang pejabat lama. “Jangan sampai terjadi, pasca mutasi Kasubdin PP, pendidikan di Kendal malah mundur,” ingatnya. Ditambahkan oleh Mulyadi, Kasubdin PP merupakan tolok ukur yang mewarnai keberhasilan Dinas P dan K. Tugas tersebut telah berhasil diemban dengan baik oleh Utomo, sehingga prestasi yang sudah baik seperti ini, harus dapat ditingkatkan lebih baik lagi. Kepala Dinas P dan K Kendal yang telah empat tahun memimpin Kendal ini, berulangkali mengingatkan Kasubdin PP yang baru supaya tidak mengabdi kepada dirinya, tapi mengabdi bagi kemajuan pendidikan. Pegawai tidak perlu mengabdi pada atasannya secara berlebihan, mengingat atasan sewaktu-waktu dapat saja digantikan orang lain. Kalau bekerja secara profesional, siapapun juga yang menjadi atasan, tentu tenaganya tetap akan digunakan dan jasanya dikenang sepanjang masa. Kepercayaan Mulyadi terhadap Utomo, masih tetap tinggi. Terbukti, meski kini yang bersangkutan menjadi pengawas, tapi tetap diserahi tugas pengadaan buku, menangani JIS (jaring intra sekolah) serta tim teknis pendidikan. (dar)  Sumber : Radar Pekalongan 19/2/2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-5378225642152950535?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/5378225642152950535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=5378225642152950535&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5378225642152950535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/5378225642152950535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/arsip-berita-koran.html' title='Arsip Berita Koran'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-3547027632362972813</id><published>2007-11-21T16:33:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T16:38:52.867-08:00</updated><title type='text'>Contoh Artikel Hasil Penelitian Tindakan Kelas</title><content type='html'>PENINGKATAN &lt;br /&gt;KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) &lt;br /&gt;DENGAN TEKNIK TRI FOKUS STEVE SNYDER &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Muhammad Sarwono*)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Abstrak. Kecepatan Etektif Membaca (KEM) siswa kelas 3 D SLTP 3 Patebon, Kendal masih rendah, yaitu 106 kpm. Angka ini masih jauh dari angka KEM ideal untuk siswa SLTP yaitu 250 kpm. Hal ini disebabkan antara lain belum diternukannya pendekatan/metode/teknik pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan, antara lain: (1) agar siswa dapat menumbuhkan kemampuan membaca pemahaman untuk menangkap informasi bacaan, dan (2) agar siswa dapat meningkatkan KEM mereka. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Usaha pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Tri Fokus Steve Snyder. Pembelajaran tersebut dibagi dalam sejumlah kegiatan, yaitu; (1) pendahuluan, yang meliputi pemberian motivasi berkaitan dengan kegiatan membaca cepat dan pemahaman serta  pengenalan (penjelasan) tentang teknik Tri Fokus Steve Snyder, (2) kegiatan inti, yaitu praktik membaca dengan teknik Tri Fokus Steve Snyder, dan (3) penutup, yaitu evaluasi atau pengukuran KEM siswa. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang menggunakan Teknik Tri Fokus Steve Snyder dapat disimpulkan bahwa: (1) rata-rata KEM siswa kelas 3 D meningkat dari 106,50 kpm pada pembelajaran pertama (tidak menggunakan teknik trifokus) menjadi 128,72 kpm pada pembelajaran kedua, dan (2) terjadi perubahan minat, motivasi, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hasil studi yang dilakukan oleh Book and Reading Development (1992) yang dilaporkan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa  kebiasaan membaca belum terjadi pada siswa SD dan SLTP. Hasil studi tersebut juga menunjukkan adanya korelasi antara mutu pendidikan secara keseluruhan dengan waktu yang tersedia untuk membaca dan ketersediaan bahan bacaan. Selanjutnya hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa belum dimilikinya kebiasan membaca oleh siswa cenderung memberikan dampak negatife terhadap mutu pendidikan SD dan SLTP secara nasional (Sitepu: 1999). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pada tahun yang sama, IEA (International Association for Evaluation Education Achievement) mengungkapkan bahwa kebisaaan membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke-26 dari 27 negara yang diteliti. Rendahnya kemampuan membaca tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal sekolah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Rendahnya minat dan kemampuan membaca antara lain tampak pada rendahnya kecepatan efektif membaca (KEM) mereka. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa  pembelajaran membaca di sekolah belum maksimal, kalau tidak boleh dikatakan gagal. Padahal kita mengetahui bahwa rendahnya kemahiran membaca akan sangat berpengaruh pada kemahiran berbahasa yang lain, yaitu mahir menyimak listening skills), mahir berbicara (speaking skills), dan mahir menulis (writing  skills) (Tarigan: 1994). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Penggunaan pendekatan, metode, dan teknik membaca yang tidak tepat diasumsikan merupakan salah satu faktor penentu kurang maksimalnya pencapaiaan tujuan membaca di sekolah. Selain itu, alokasi waktu yang  disediakan  untuk pembelajaran masih sangat minim. Akibatnya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh guru untuk pelatihan membaca siswa cenderung diarahkan hanya membaca bacaan-bacaan pendek yang terdapat dalam buku paket. Pemahaman guru terhadap kiat-kiat pengembangan membaca yang baik juga disinyalir sangat kurang. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Demikian juga halnya yang terjadi pada siswa kelas 3 D SLTP 3 Patebon, Kendal, Jawa Tengah semester I tahun pembelajaran 2002/2003. Dari pengukuran awal diketahui bahwa KEM mereka masih rendah yaitu 106,50 kpm. Angka ini menurut Nurhadi masih jauh dari KEM ideal untuk siswa SLTP, yaitu 250 kpm. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan harus segara ditangani dengan sungguh-sungguh, simultan, dan terencana. Rendahnya KEM siswa akan memengaruhi rendahnya kemampuan mereka dalam menemukan isi bacaan yang dibaca. Hal tersebut akan berakibat pada turunnya minat baca mereka. Pada akhirnya gairah belajar dan prestasi akademik mereka menurun.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Ada dua faktor utama penyebab rendahnya KEM siswa. Pertama, faktor siswa yang terdiri atas: (1) faktor internal antara lain rendahnya minat dan motivasi membaca, penguasaan bahasa yang rendah, dan intelegensi siswa, dan (2) factor eksternal antara lain: keadaan sosial ekonomi siswa, lingkungan yang kurang  kondusif untuk peningkatan kemahiran membaca. Kedua, factor guru antara lain: kemampuan guru dalam memotivasi siswa, dan kemampuan guru mengelola kelas untuk pembelajaran membaca masih kurang. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Teknik Tri Fokus Steve Snyder adalah teori mutakhir yang berkembang saat ini, cukup sederhana, mudah, dan praktis untuk melatih KEM siswa. Di samping itu, teknik ini masih jarang digunakan dalam pelatihan pembelajaran membaca padahal teknik ini sangat sederhana dan mudah. Oleh kerena itu, teknik ini dijadikan solusi terbaik untuk meningkatkan KEM siswa kelas 3D SLTP Negeri 3 Patebon Kabupaten Kendal. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Teknik Tri Fokus Steve Snyder merupakan teknik membaca yang terbilang baru. Teknik ini memiliki kelebihan sederhana, praktis, dan inivatif. Teknik ini disebut tri fokus karena mengajarkan pada para siswa untuk mengembangkan pelatihan peripheral mereka dengan latihan "tri fokus", Maksudnya titik konsentrasi pandangan mata terpusat tiga focus (tiga bagian) setiap barisnya. Sebagian dipusatkan di sebelah kiri, sebagian tengah.dan sebagian kanan. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Periferal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-3 (1999 : 858) berarti proses melihat tidak mengenai pokoknya. Dalam kaitan ini dapat diartikan bahwa pandangan periferal saat membaca maksudnya ketika kita membaca titik fokus pandangan mata kita tidak tertuju pada satu demi satu kata secara terpisah. Namun satu focus mewakili satu bagian baik yang berupa kelompok kata (frase), klausa, atau bagian berdasarkan penjedaan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam membaca, pelihatan periferal yang lebih luas berarti adalah kemampuan untuk menerima informasi lebih banyak dalam satu waktu. Kita membaca lebih cepat jika kita memahami satu frasa dalam sekali pandang. Oleh karena itu pelihatan periferal harus dilatih dan ditingkatkan agar lebih luas dan tajam (De Porter 2000 : 270-274). &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut di atas, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah "Apakah teknik Tri Fokus Steve Snyder dapat meningkatkan kecepatan efektif membaca (KEM) siswa 3D SLTP 3 Patebon pada semester I tahun pelajaran 2002/2003. Adapun tujuan penelitian makalah ini adalah agar siswa memiliki kecepatan efektif membaca yang memadai dan menumbuhkan kemampuan membaca pemahaman (kritis) untuk menangkap informasi dari bacaan dengan cepat. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berarti: &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bagi siswa yang memiliki kecepatan efektif membaca rendah dapat mengetahui kelemahannya dalam membaca cepat dan dapat mengubahnya menjadi kekuatan dalam meningkatkan KEM. Bagi guru agar mengetahui teknik pembelajaran membaca yang sederhana, mudah dan praktis tapi mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;METODE PEMECAHAN MASALAH &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Untuk menjawab apakah teknik Tri Fokus Steve Snyder mampu meningkatkan KEM siswa? Berikut ini adalah perlakuan pembelajaran sebelum dan sesudah penggunaan teknik Tri Fokus Steve Snyder. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pertemuan pertama &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pada perternuan pertama, KEM siswa diukur dengan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran dilakukan dalam beberapa tahap: &lt;br /&gt;1. Pendahuluan, meliputi: menyiapkan bahan bacaan, menyiapkan alat evaluasi,  dan menyampaikan informasi model kepada siswa tentang KEM. &lt;br /&gt;2. Kegiatan inti, meliputi: siswa membaca wacana dan mencatat waktunya, siswa menjawab soal yang berkait dengan wacana (berupa sepuluh soal pilihan ganda dengan empat jawaban) tanpa membaca wacana. &lt;br /&gt;3. Penutup,  yaitu:  siswa  bersama  guru menghitung KEM yang dicapai. &lt;br /&gt;Pertemuan kedua &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Pada pertemuan kedua penulis mengadakan inovasi pembelajaran dengan menggunakan teknik Tri Fokus Steve Snyder.  Pembelajaran dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;TAHAP PRA PEMBELAJARAN; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pada tahap ini penulis mengadakan persiapan antara lain: membuat rencana pembelajaran, menyiapkan alat-alat implementasi tindakan, menyiapkan bacaan serta alat evatuasi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;TAHAP PEMBELAJARAN: &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Pendahuluan: &lt;br /&gt;a. Siswa diajak berbincang tentang KEM hingga terjadi persepsi yang   benar. &lt;br /&gt;b. Siswa diberi motivasi agar tumbuh gairah untuk mengubah diri berkaitan dengan KEM mereka. &lt;br /&gt;Motivasi pertama yang diberikan antara lain dengan menyodorkan kepada mereka dan menvakinkan mereka kalimat-kalimat ini:  &lt;br /&gt;a. Aku sadar membaca itu mudah. &lt;br /&gt;b. Aku pembaca cepat. &lt;br /&gt;c. Aku mampu membaca cepat dan  paham. &lt;br /&gt;Siswa diminta membaca kalimat-kalimat tersebut dalam hati dan menghayati, kemudian menjadikan kalimat-kalimat tersebut sebagai keyakinan awal sebelum membaca. Kegiatan ini penulis sebut dengan pembelajaran sugestif. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kemudian disampaikan beberapa hal berkait dengan persiapan sebelum membaca. Persiapan ini lebih bersifat teknik ekstemal. Namun demikian, kondisi eksternal ini sangat berpengaruh pada saat siswa membaca. Jika kondisi dan sikap fisik tidak nyaman dan lingkungan penuh gangguan niscaya kemampuan siswa dalam membaca tidak maksimal. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Siswa diminta melakukan persiapan sebelum membaca sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Minimalkan gangguan &lt;br /&gt;2. Duduklah dengan sikap tegak &lt;br /&gt;3. Lihat sekilas seluruh wacana &lt;br /&gt;Kegiatan inti &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;a.  Siswa dikenalkan dan dilatih pengembangan periferal yang merupakan inti dari teknik trifokus. Latihan ini berupa tes sederhana yaitu : &lt;br /&gt;1. Lihatlah secara langsung sebuah objek! &lt;br /&gt;2. Rentangkan kedua lengan kalian dengan jari telunjuk mengarah ke atas! &lt;br /&gt;3. Gerakan lengan kalian ke dalam secara perlahan-lahan hingga kalian melihat   jari-jari tadi. &lt;br /&gt;4. Perhatikan cakupan pelihatan mata kalian ketika melihat lurus ke depan! &lt;br /&gt;b.  Setelah latihan tersebut, siswa diberi lembaran yang berisi simbol-simbol Tri Fokus Steve Snyder seperti Gambar 1. Untuk membaca simbol-simbol tersebut siswa hanya memperhatikan bagian kiri dengan fokus pada bintang, sebagian tengah, dan sebagian yang kanan. Hal ini dilakukan berulang-ulang beberapa menit. Pada saat mata berpindah dari satu bintang ke bintang yang lain siswa diminta menghitung dalam hati secara berirama 1,2,3; 1,2,3. Inilah latihan trifokus. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Gambar 1&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;c.  Siswa diarahkan menggunakan konsep tersebut untuk membaca sesungguhnya. Bacaan yang digunakan berjudul "Sentra Kedelai Masih Terpusat di Jawa". Bintang (imajiner) merupakan fokus, sedangkan garis-garis merupakan kata-kata dalam kalimat. Setelah selesai membaca, siswa menghitung waktu yang digunakan kemudian bacaan dikumpulkan. Sebagai akhir pembelajaran siswa   menjawab pertanyaan yang berhubungan dangan bacaan tanpa melihat teks bacaan. Soal yang dikerjakan berjumlah sepuluh nomor dengan empat pilihan ganda. Sebagai akhir kegiatan pembelajaran siswa mengoreksi hasil tes yang telah dikerjakan. Setelah itu, siswa menghitung sendiri KEM mereka dengan menggunakan rumus yang telah disampaikan. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;HASIL PENELITIAN &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pertemuan Pertama &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hasil kegiatan pertemuan pertama diketahui bahwa: &lt;br /&gt;1. Siswa  tampak  biasa-biasa  saja  dalam mengikuti pembelajaran membaca. &lt;br /&gt;2. Karena berulang-ulang mengalami kegiatan membaca dengan model pembelajaran yang sama siswa tampak kurang bergairah. &lt;br /&gt;3. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa rata-rata KEM siswa 106,50 kpm. &lt;br /&gt;Pertemuan Kedua &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pada pertemuan kedua terjadi perubahan antara lain: &lt;br /&gt;1. Siswa tampak memiliki motivasi lebih tinggi &lt;br /&gt;2. Siswa lebih bergairah mengikuti pembelajaran &lt;br /&gt;3. Terjadi peningkatan KEM, yaitu 128,72 kpm. &lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebelum pembelajaran kedua dilakukan rata-rata KEM siswa 3D adalah 106,50 kpm dengan KEM tertinggi 203,30 kpm dan KEM terendah 41,85 kpm. KEM di atas 110,00 berjumlah 17 siswa. Setelah proses pembelajaran kedua bertangsung terjadi peningkatan rata-rata KEM siswa kelas 3D menjadi 128,72 kpm, ini berarti ada perubahan yang cukup berarti. KEM tertinggi 218,77 kpm dan terendah 81,55 kpm, KEM di atas 110,00 kpm berjumlah 37 siswa. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Perubahan juga semakin tampak pada siswa. Terbukti dari empat puluh siswa 37 siswa (92,5%) mengatakan mulai terbiasa dan senang dengan membaca cepat. Guru juga dapat lebih memahami prinsip-prinsip Teknik Tri Fokus Steve Snyder sehingga lebih mampu menciptakan suasana pembelajaran membaca yang cukup kondusif. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;KEM siswa sebesar 128,72 kpm pada pembelajaran kedua memang belum sampai pada angka ideal, tetapi hasil ini menunjukan bahwa teknik Tri Fokus Steve Snyder cukup etektif untuk meningkatkan kecepatan efektif membaca siswa kelas 3D SLTP Patebon tanpa mengesampingkan beberapa kelemahan yang ada. &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;SIMPULAN &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Hasil pembelajaran dapat disimpulkan: &lt;br /&gt;1. Rata-rata KEM siswa kelas 3D meningkat dari 106,50 kpm menjadi 128,72 kpm. &lt;br /&gt;2. Teknik Tri Fokus Steve Snyder menumbuhkan motivasi dan kreativitas membaca siswa. &lt;br /&gt;3. Teknik Tri Fokus berpengaruh terhadap cara dan gaya guru mengajar. &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA    &lt;br /&gt;1. De Porter, B dan Hemacki, M. 2000. Quantum teaming: Membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Bandung: Kaifa. &lt;br /&gt;2. Harjasujana A. S.dan Yetimulyati. 1966. Membaca 2. Jakarta: Depdikbud. &lt;br /&gt;3. Redway, K. M. 2000.Membaca cepat. Jakarta: Pustaka Binama Pressindo. &lt;br /&gt;4. Sitepu, B. R 2002. Lagi-lagi Membaca. Buietin Pusat Perbukuan.V, 16-21. &lt;br /&gt;5. Tarigan, H. G. 1994. Membaca sebagai suafu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa. &lt;br /&gt;6. Tim Pelatih Proyek PGSM Propinsi Jawa Tengah 1999/2000. Peneiltian tindakan kelas (clasroom action reseach) bahan penelitian dosen LPTK dan guru sekolah menengah. Proyek  PPG Dirjend Dikti Depdikbud. &lt;br /&gt;7. Yulaelawati, EII.''Mahir mambaca kuasai informasi" Buietin Pusat Perbukuan N. (Januari 2000 ) 21 -24. &lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;*) Muhammad Sarwono adalah Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : Buletin "Pelangi Pendidikan" Vol. No. 1, Tahun 2003  (Buletin Peningkatan Mutu Pendidikan SLTP)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-3547027632362972813?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/3547027632362972813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=3547027632362972813&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/3547027632362972813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/3547027632362972813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/contoh-laporan-hasil-penelitian.html' title='Contoh Artikel Hasil Penelitian Tindakan Kelas'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2911216084854215239</id><published>2007-11-21T16:27:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T16:33:10.836-08:00</updated><title type='text'>Contoh Format Laporan Penelitian</title><content type='html'>FORMAT LAPORAN  PENELITIAN (Borg &amp;Gall)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Halaman Judul&lt;br /&gt;2. Persetujuan pembimbing&lt;br /&gt;3. Abstrak&lt;br /&gt;4. Pengantar&lt;br /&gt;5. Daftar Isi&lt;br /&gt;6. Daftar Tabel&lt;br /&gt;7. Daftar Gambar/Ilustasi/Diagram&lt;br /&gt;8. Daftar lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I. Pendahuluan&lt;br /&gt;A. Latar belakang Masalah&lt;br /&gt;B. Identifikasi masalah&lt;br /&gt;C. Rumusan Permasalahan&lt;br /&gt;D. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;E. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB.II. Kajian Pustaka dan Kerangka Teoritis&lt;br /&gt;A. Kajian Pustaka&lt;br /&gt;B. Kerangka Teoritis&lt;br /&gt;C. Ringkasan dan Kerangka Berfikir&lt;br /&gt;D. Hipotesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III Merodologi&lt;br /&gt;A. Pemilihan Subyek (populasi, sampel dan teknik sampling)&lt;br /&gt;B. Desain dan Pendekatan&lt;br /&gt;C. Pengumpulan Data&lt;br /&gt;D. Analisis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB.IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan&lt;br /&gt;A. Hasil Penelitian&lt;br /&gt;B. Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V Simpulan dan saran&lt;br /&gt;A. Simpulan&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Lampiran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2911216084854215239?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2911216084854215239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2911216084854215239&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2911216084854215239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2911216084854215239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/contoh-format-laporan-penelitian.html' title='Contoh Format Laporan Penelitian'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-8440592798768467840</id><published>2007-11-21T16:21:00.001-08:00</published><updated>2007-11-21T16:26:25.105-08:00</updated><title type='text'>Tugas Mahasiswa STIK</title><content type='html'>Sebagai pengganti ujian tengah semester, diminta kepada semua mahasiswa STIK transfer khusus dan mahasiswa S1 semester 5 yang mengikuti mata Kuliah : Metodologi Penelitian untuk mengerjakan tugas berikut :&lt;br /&gt;1. Mendownload artikel tentang pedoman penyusunan proposal PTK Drjen Dikti&lt;br /&gt;2. Menyusun sebuah Proposal PTK (penelitian Tindakan Kelas)&lt;br /&gt;Tugas tersebut dikumpulkan pada hari Sabtu tanggal 8 Desember langsung pada dosen atau bisa dititipkan di Bagian Administrasi STIK Kendal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengerjakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-8440592798768467840?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/8440592798768467840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=8440592798768467840&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8440592798768467840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/8440592798768467840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/tugas-mahasiswa-stik.html' title='Tugas Mahasiswa STIK'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7066715201429782554.post-2161150051858879368</id><published>2007-11-21T15:14:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T16:20:51.091-08:00</updated><title type='text'>UN Tumpang tindih</title><content type='html'>Jakarta, Kompas - Pelaksanaan ujian nasional atau UN dengan model yang diselenggarakan selama beberapa tahun ini dianggap menunjukkan adanya tumpang tindih antara tujuan pemetaan pendidikan dan ujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar pendidikan Prof Arief Rahman dan Prof Conny Semiawan memberikan pendapat tersebut terkait UN dalam audiensi dengan sejumlah anggota Komisi X DPR, Rabu (21/11). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief Rahman mengatakan, pemetaan ialah pemotretan sejenak yang dilakukan untuk menentukan strategi pembangunan pendidikan ke depan. Adapun ujian mengukur pencapaian proses pembelajaran pada setiap siswa pada lembaga pendidikan tertentu yang mengakumulasikan semua nilai dan laporan hasil siswa dari kelas satu sampai kelas akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan mengenai kelulusan secara teoretis dan tertulis kewenangannya terdapat pada kepala sekolah dan dewan guru. Kenyataannya, dengan sistem kelulusan yang standarnya langsung ditetapkan secara nasional, kewenangan tersebut menjadi hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief mengajukan usulan agar kewenangan kelulusan dikembalikan kepada guru dan kepala sekolah. Namun, harus disertai pengendalian mutu dan manajemen sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini terjadi kesenjangan kualitas sekolah di berbagai daerah," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conny Semiawan berpendapat, siswa seharusnya dinilai berdasarkan norma rata-rata. Namun, hingga kini memasuki masa transisi tiga tahun, murid masih tetap dinilai berdasarkan standar mutlak. Jika salah satu nilai tidak sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, lantas dinyatakan tidak lulus. (INE) sumber kompas 22/11/2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7066715201429782554-2161150051858879368?l=utomokdl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utomokdl.blogspot.com/feeds/2161150051858879368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7066715201429782554&amp;postID=2161150051858879368&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2161150051858879368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7066715201429782554/posts/default/2161150051858879368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utomokdl.blogspot.com/2007/11/un-tumpang-tindah.html' title='UN Tumpang tindih'/><author><name>Utomo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
